19 Rabiul-Awal 1443  |  Senin 25 Oktober 2021

basmalah.png

Usaha Bengkel Berhasil karena Ingin Tampil Beda

http://4.bp.blogspot.com/_uGOuDw_Ri68/Sov64YV5A8I/AAAAAAAAABQ/-3QL-dpPHU0/s320/Bengkel+Mobil+Ross+Bersaudara2.JPGAda banyak jalan bagi seseorang untuk menggapai kesuksesan. Dan cara itu tidak hanya ditentukan oleh kecukupan modal semata, sebab tanpa dibarengi dengan kerja keras dan bertindak sedikit revolusioner, maka kesuksesan justru akan menjauh.

Bertindak revolusioner atau selalu ingin tampil beda sepertinya telah mengendap dalam sanubari seorang Sujak Widodo. Tidak ada satu orangpun akan menyangka bila seorang bocah yang dulunya dianggap remeh oleh teman-temannya kini telah menjadi pemimpin sebuah bengkel pengecatan mobil paling dikenal di Batam, Sujak Motor.

Perjalanan karir Sujak dimulai di Jakarta pada saat memasuki usia 17 tahun. Dengan berbekal mimpi menjadi seorang manajer, dia berusaha bertarung melawan kerasnya kehidupan di Ibukota.

"Dengan modal ijazah SD bukan halangan bagi saya untuk mencari ilmu dan belajar. Sebab proses belajar mendapatkan ilmu tidak mesti dari bangku sekolah," ujar Sujak.

Pada 1992, dia melamar kerja di sebuah bengkel pengecatan mobil di kawasan Buncit Raya. Spesialisasi bidang pengecatan dia geluti dengan asumsi bila berkutat pada bidang karoseri akan sulit berkembang apalagi dengan teknologi press body yang butuh modal besar.

Kegemarannya membaca buku-buku manajemen, semakin mengobarkan semangatnya untuk menjadi pemimpin. Dengan penuh keyakinan, pria berperawakan kecil ini menawarkan diri untuk diberi kesempatan membenahi sistem manajemen di bengkel itu.

Ternyata, tawaran itu direspon oleh pimpinan di bengkel dan jadilah Sujak diserahi sebuah bengkel baru di kawasan Kali Malang dengan target lima bulan harus balik modal. Sekali lagi, bakat alam mengantarkan kesuksesan Sujak dalam mengelola bengkel itu.

Kendati telah berhasil mengelola bengkel baru tapi menimbulkan rasa iri di kalangan karyawan lama di bengkel itu.

Merasa cukup memiliki kemampuan untuk mengelola bengkel sendiri, akhirnya dia memilih keluar dan hijrah ke Batam sebagai tempat baru yang diyakininya akan memberikan peruntungan meraih impiannya selama ini.

Desember 1994, Sujak menginjakkan kaki ke Batam dengan sisa uang dikantongnya saat itu hanya Rp7.500. Saat-saat kritis itu sepertinya tidak akan pernah dia lupakan sebagai masa peralihan bagi dirinya untuk membuktikan janji saat meninggalkan Jakarta.

Sujak Motor mulai dibangun pada tahun 1997 dengan modal sebesar Rp250 juta dari PT Sarana Riau Ventura Batam. Sesuai keahliannya di bidang body repair, dia mulai mengembangkan usahanya secara bertahap hingga akhirnya menjadi salah satu bengkel pengecatan mobil yang tidak pernah sepi dari pelanggan.

Apalagi kondisi Batam yang mulai ramai dipadati oleh kendaraan roda empat eks Singapura, tentunya menjadi pangsa pasar tersendiri bagi kelangsungan usaha Sujak Motor.

Keberhasilan tidak serta merta hadir di samping Sujak dalam merintis usahanya. Pada tahun pertama dia menjalankan bengkel sendiri, dia pernah dibelit utang yang mencapai Rp970 juta.

Sepertinya keuletan, kerja keras, dibarengi dengan keinginan untuk mewujudkan mimpi sejak kecil sangat berperan bagi Sujak untuk keluar dari kemelut usahanya dan akhirnya mulai menapak menjadi bengkel pengecatan mobil terbaik dan berkualitas di Batam.

Ketertarikannya pada dunia manajemen pulalah yang menjadikannya sebagai pemimpin yang mengerti keinginan bawahan. Menurut dia, setiap karyawan itu memiliki peluang sama untuk mengembangkan diri.

"Pendekatan kepada para karyawan menjadi prinsip untuk membangun loyalitas dan kreativitas dari para karyawan ," ujarnya

Pada 1998, Sujak Motor pindah ke sebuah kawasan industri di daerah Batu Ampar Batam dan saat itu dia merupakan satu-satunya pengusaha UKM pribumi yang membuka usaha dalam kawasan industri.

Kerasnya perjuangan Sujak Motor sebagai bagian dari usaha kecil menengah di Batam, telah membangkitkan motivasinya untuk memberikan kepedulian kepada UKM yang memiliki kesulitan dalam merintis usaha.

Melalui PT SRV, Sujak sering kali memfasilitasi pengucuran kredit mikro UKM yang berkisar antara Rp10 juta-30 juta kepada usaha kecil yang tersebar di Batam. Selain itu juga Sujak juga telah berupaya menumbuhkan minat berusaha bagi para pengangguran yang jumlahnya tidak sedikit di daerah ini.

Kepeduliannya yang besar bagi UKM, menempatkannya sebagai Ketua Forum Komunikasi UKM Batam yang beranggotakan sekitar 300 usaha kecil. Menurut Sujak, salah satu kendala yang menghambat perkembangan UKM di Batam ini adalah jaringan usaha yang mendukung akses pasar dan permodalan.

"Untuk mengatasi itu semua, para prinsipnya kita tidak bisa berpangku tangan mengandalkan pemerintah saja tapi juga harus dimulai dari keinginan keras dari si pelaku UKM itu sendiri," tandasnya.

Dia juga sering mengikuti pendidikan dan pelatihan manajemen baik di dalam dan luar negeri. Diklat yang paling berkesan bagi pria kelahiran 1959 ini, adalah ketika bergabung dalam Yayasan Dana Bhakti Astra.

Namanya tercatat di halaman pertama dalam buku rangkuman perjalanan YDBA sebagai salah satu usahawan ulet yang tengah menuju keberhasilan.

Saat ini PT Surya Sejahtera-pemilik Sujak Motor, telah memiliki aset sebesar Rp1,2 miliar , omzet rata-rata per bulannya sekitar Rp170 juta dan jumlah karyawan 35 orang di beberapa divisi usaha.

Seperti yang dijanjikannya dulu saat meninggalkan Jakarta, yaitu bisa punya perusahaan dan karyawan yang loyal, rumah, mobil, dan istri, rasanya Sujak sudah mencapai apa yang dicita-citakannya saat kecil dulu.

CBN/ciputraentrepreneurship.com