fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Syawal 1442  |  Jumat 14 Mei 2021

Padu Padan Kain Perca, Peluang Bisnis Ekspor Ibu Rumah Tangga

http://1.bp.blogspot.com/_LqOQ821VxfU/TCnORok3ScI/AAAAAAAAALI/U6Kia6CB6_M/s1600/133511large.jpgKain perca adalah kain sisa. Ketika seseorang menggunting dan menjahit baju, sisa-sisa kain yang tidak terpakai itulah yang dinamakan kain perca. Kain perca selama ini sering dianggap sebagai limbah. Limbah kain perca banyak dihasilkan oleh penjahit ataupun industri pakaian jadi. Padahal dengan sedikit kreatifitas, kain perca dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan unik.

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat kerajinan tangan unik kain perca tidak sulit. Anda hanya memerlukan potongan-potongan kain perca dan alat-alat jahit seperti gunting, benang, jarum pentul, meteran kain dan mesin jahit jika perlu.


Membuatnya pun tidak sulit. Hanya diperlukan ketekunan dan ketelitian. Masalah ide pembuatan dan disain, Anda dapat memperolehnya dari berbagai buku keterampilan maupun dari internet.


Peluang Usaha Ibu Rumah Tangga


Kerajinan tangan unik dari kain perca dapat dijadikan suatu peluang usaha bagi seorang ibu rumah tangga. Apalagi jika sang ibu memang penggemar jahit menjahit. Tentu ini menjadi kegiatan yang menyenangkan, sekaligus menambah pemasukan.


Banyak contoh pengusaha kain perca yang sukses mendulang rupiah dari rumah mereka. Tanpa harus keluar rumah, mereka juga dapat memiliki penghasilan sendiri. Keuntungan lainnya tentu saja adalah usaha ini dapat dijalankan sambil melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya.


Pemasaran Produk


Sebagai produk hand made, kerajinan tangan unik kain perca berpotensi bagus. Syaratnya tentu saja unik, rapi dan menarik. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memasarkan produk kerajinan kain perca. Beberapa di antaranya antara lain:

  • Pameran kerajinan atau bazar. Karena itu, usahakan cari info sebanyak-banyaknya tentang waktu dan tempat diselenggarakannya suatu pameran atau bazar.
  • Arisan dan perkumpulan. Anda dapat membawa hasil kerajinan tangan unik ciptaan sendiri ke arisan atau perkumpulan, seperti pengajian, pertemuan orangtua di sekolah, dan lain-lain.
  • Menitipkan di toko kerajinan maupun di butik-butik. Biasanya sistem yang berlaku adalah konsinyasi alias titip jual. Jadi barang akan dibayar jika sudah laku.
  • Penjualan melalui internet. Media ini sekarang banyak diminati karena terbukti sangat efektif dalam memasarkan produk. Anda bisa mencoba menjual melalui blog atau bahkan di situs jaring sosial seperti facebook. Ambil gambar hasil kerajinan tangan unik tersebut dan upload ke facebook. Mungkin tidak langsung ada yang membeli. Masih banyak yang hanya sekedar bertanya. Anda tidak perlu kecil hati. Yakinlah suatu ketika orang pasti akan tertarik. Syaratnya barang tersebut unik, disain menarik dan rapi.

Ada kisah seorang pengrajin kain perca. Ritmis suara dua buah mesin jahit manual terdengar dari ruang tengah sebuah rumah sederhana di Blok E-8 Perumahan Cipageran Asri, Cimahi Utara. Di dalam, suasana lebih ramai lagi. Suara mesin berpadu dengan suara sayatan gunting yang dipakai beberapa wanita memotong lembar kain perca.

Belasan wanita muda warga sekitar komplek mengolah kain perca tersebut menjadi aneka kriya tekstil. Di antaranya selimut, bed cover, sarung bantal, sarung guling, hiasan dinding, penutup piano, karpet kecil, taplak meja, dan produk lain.

Jelas bukan pekerjaan mudah. Sebab membuat kriya tekstil dari kain perca tidak semudah membuat pakaian biasa. Tidak jarang pembuat kerajinan kain perca harus menjahit kain yang lebarnya tak lebih dari 2 x 2 cm.

Kadang ada bagian tertentu dijahit menggunakan mesin atau jahit tangan. Satu persatu potongan kain perca yang dipotong sesuai motif tertentu dijalin selama berhari-hari. Bahkan untuk membuat selembar bed cover butuh waktu lebih dari sebulan.

"Jadi tidak cukup hanya memiliki keterampilan jahit. Orang yang mengerjakan harus bisa bekerja detail, tekun, dan memiliki kesabaran ekstra. Makanya, sebelum membuat satu model utuh, ibu-ibu dan remaja putri di sini saya latih dulu selama tiga bulan," ungkap Ny Cordina (42), pemilik Wahana Pemberdayaan Masyarakat Quiltsmania!.

Luar biasanya, kerajinan kain perca buatan para ibu dan remaja putri tadi, sudah menembus pasar Korea, Jepang, Taiwan, Amerika Serikat, Kanada, Australia, serta beberapa negara lain yang mengalami musim dingin.

Untuk penghangat tubuh di musim dingin, beberapa produk kerajinan kain perca seperti bed cover diisi serat dakron. Ada pula pemilik yang mengisi selimut antidingin tersebut dengan bulu angsa.

"Di sana kerajinan kain perca seperti ini dianggap barang eksklusif. Asli handmade, artistik, dan hanya diproduksi dalam jumlah terbatas. Ini yang membuat harga kerajinan kain perca di luar negeri bisa mencapai tiga kali harga jual di Indonesia," ungkap Dina dengan nada serius.

Unit kerajinan kain perca Quiltsmania di Kota Cimahi, baru setahun dirintis pasangan Ny Cordina-Dowal Sihol Simanungkalit. Tapi di Kota Bandung, Garut, Bali, dan Jakarta, usaha kerajinan kain perca sudah dijalani sejak tahun 1992.

Waktu itu Dina yang masih bekerja di sebuah instansi, tergerak menolong seorang pria tunakarya. Meski begitu ia bisa menjahit. Dina ingin memberinya pekerjaan menjahit sebuah model kain perca. Ternyata hasil ujicoba ini bagus dan bisa dikembangkan.

Dina bersama rekan bisnisnya pernah membuka gerai kerajinan kain perca di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dan Bali. Dua daerah itu terkenal sebagai tempat santai favorit para ekspatriat maupun wisatawan mancanegara.

"Seringkali pesanan konsumen tidak bisa kami penuhi karena beberapa kendala. Sehingga delapan tahun terakhir kami putuskan untuk fokus bekerjasama dengan seorang pengusaha Korea. Alhamdulillah, selama ini usaha kami berjalan lancar tanpa khawatir terimbas krisis ekonomi global," ujar Dina.

Kerajinan kain perca produksi Quiltsmania juga pernah ditampilkan melalui pameran kriya tekstil di Singapura dan beberapa negara lain. Semua barang yang dibawa Dina dari tanah air habis dibeli hanya dalam hitungan jam.

Dari berbagai pengalaman tersebut, Dina melihat potensi pasar mancanegara yang terbuka begitu besar. "Makanya saya bercita-cita mengangkat kerajinan kain perca, menjadi produk unggulan di Indonesia," ungkap wanita berkerudung ini sambil tersenyum.

Beda Negara Beda Selera

Pada awalnya, kerajinan kain perca yang dijalani Dina memang menggunakan kain sisa produksi. Buat memenuhi permintaan pasar mancanegara, ibu empat anak inipun harus menggunakan kain utuh yang dimanfaatkan hingga potongan terkecil.

Ny Cordina mencari aneka motif kain tidak hanya di seputaran Kota Bandung. Tapi juga Jakarta, Jogjakarta, Cirebon, Pekalongan, dan beberapa daerah lain. Sementara referensi model seringkali dikirim rekan bisnis dari luar negeri.

"Permintaan pasar sangat beragam. Orang Amerika dan Australia lebih senang warna kain perca yang cerah dan beragam. Sedangkan orang Jepang masih senang diberi motif batik. Konsumen Korea justru agak susah, karena mereka fanatik memakai katun produksi Korea dan Jepang dengan motif yang cukup detail," ungkap Dina.

Beberapa bed cover kain perca dipesan secara khusus dengan motif tokoh kartun favorit anak-anak. Ada pula pemesan yang ingin agar motif kain perca di bed cover dibuat layaknya cerita bergambar seperti pada buku cerita klasik anak-anak.

Kerja Melibatkan Orang Banyak
Kerja menjalin bahan-bahan tekstil, pada awalnya dikenalkan suku Indian. Mereka menyambung bahan tekstil dari kulit kayu atau kulit binatang untuk dibuat tenda dan pakaian. Termasuk kostum pada upacara adat atau ritual keagamaan.

Kini kerajinan kain perca sudah mendunia dan dikembangkan para hobiis di berbagai negara. Sayangnya di Indonesia yang dikenal sebagai negara pengekspor tekstil, kerajinan kain perca masih kurang populer.

Pemilik Quiltsmania, Ny Cordina, mengungkap bila dikaji lebih jauh, kerajinan kain perca tidak hanya menguntungkan dari sisi bisnis. Tapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi jumlah pengangguran.

"Kita bisa kembangkan unit-unit usaha kain perca seperti dilakukan beberapa negara. Ada kelompok masyarakat yang mengembangkan kualitas SDM melalui workshop. Kelompok lain membuat kayu pajangan, membuat bukunya, mengelola kunjungan wisatawan, dan lainnya," terang Dina.

Kerajinan Perca Quiltsmania!
Komplek Cipageran Asri Blok E-8 No. 4
RT 04/18 Cimahi Utara, Kota Cimahi
Jawa Barat 40511
(022) 6627766
08112225467

Kisaran Harga Bed Cover (tergantung model)

Ukuran Single Rp 850.000 - Rp 3 juta
Ukuran Double Rp 1,25 juta - Rp 3,5 juta
King Size Rp 1,5 juta ke atas
(fn/aa/tj)

suaramedia.com