15 Safar 1443  |  Kamis 23 September 2021

basmalah.png

Manfaatkan Lingkungan Sekitar, Usaha Rumahan Kebanjiran Order

http://4.bp.blogspot.com/_dtBpxBC5eHQ/S85fIowtgLI/AAAAAAAAAhQ/l8E0u4h4odE/s1600/0601_kertas_daur_ulang.jpgTahun baru sudah tiba. Sudahkah Anda memiliki kalender 2011, kalender bermotif personal tentunya. Di Surabaya, Jawa Timur, sekelompok ibu rumah tangga kebanjiran order membuat kalender bermotif personel serta menggunakan bahan daur ulang ramah lingkungan. Mereka memanfaatkan keindahan bunga dan daun kering.

Menurut Hanna Vandayani, Ketua Yayasan Pondok Kasih, desain tanggalan yang dibuat sengaja disesuaikan dengan bunga-bunga yang ada di sekitar lingkungan mereka. Hal ini agar kelompoknya tak kesukaran dalam menentukan bahan baku yang akan dipakai. Meski demikian, komposisi dan warnanya dipilih dengan sangat hati-hati. "Sehingga produk ini menjadi suatu karya seni," kata Hanna, baru-baru ini.


Hanna menambahkan, tanggalan ini bisa disesuaikan dengan pesanan konsumen. "Terutama bagi perusahaan yang tengah menggalakkan green campain," ucapnya. Pesanan bisa dilakukan perorangan sesuai dengan jumlah dan desain yang diinginkan.


Untuk membuat tanggalan ini tidak sulit. Langkah pertama, jelas Hanna, adalah memilih bahan-bahannya, seperti bunga dan daun. Bunga dan daun itu disusun rapi di sebuah kertas. Setelah itu dilipat dan dimasukkan di sela-sela halaman sebuah majalah guna dikeringkan.

Setelah satu hari dikeringkan, bunga dan daun-daun itu disetrika. Setelah kering sempurna, bunga-bunga serta daun-daun kering tersebut dipilah-pilah dan disesuaikan dengan warnanya. Kemudian, tempelkan bunga-bunga dan daun-daun tersebut dalam lembaran tanggalan yang sudah berpola.

Elizabeth Rantepadang, ketua komunitas, mengaku senang dengan pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga. "Dengan kegiatan ini, bisa meningkatkan keuangan ibu-ibu," ujar Elizabeth.


Senada dengan Elizabeth. Hanna juga berharap semua ibu rumah tangga bisa menjadi produktif sehingga dapat meningkatkan ekonomi mereka. "Dan yang lebih penting, usaha mereka di sini bisa ditularkan kepada yang lain dengan mengajari untuk melakukan usaha serupa," ucap Hanna.


Ketika kreativitas bertemu dengan seni maka akan tercipta suatu produk yang mempunyai nilai seni tinggi. Contohnya Diana Herawanti, pendiri sekaligus pemilik Spinifex ini bisa membuat produk kerajinan yang patut diacungi jempol. Dalam membuat kerajinan, gadis kelahiran tahun 1974 tersebut memanfaatkan kertas bekas, kulit telur, serat nanas dan sebagainya.

Spinifex didirikan pada tahun 2002. Awal mulanya Diana iseng-iseng mendaur ulang kertas bekas dicampur dengan serat nanas kemudian diolah menjadi pigura dan pembatas buku. Gadis kelahiran Kediri ini juga memanfaatkan cangkang/ kulit telur yang kemudian dicat dan diisi dengan lilin. Setelah jadi temannya menjualkan ke toko souvenir di Yogyakarta, ternyata barang kerajinannya laku keras. Dan mulai saat itulah Spinifex memproduksi barang kerajinan dari kertas daur ulang dan aneka souvenir lilin. Barang yang diproduksi sebagai berikut: pigura, kotak perhiasan, tempat pensil, pembatas buku, lilin gelas, lilin apung, keranjang lilin, lilin kaktus, dan lilin es krim. Bisa dikatakan produk Spinifex termasuk ramah lingkungan. Harganya bervariasi tergantung besar kecil dan modelnya. Yang termurah Rp 550, sedang Rp 1.500, mahal Rp 20.000.


Untuk pengadaan bahan baku tidak banyak kesulitan karena di dekat tempat usahanya terdapat penjual kertas-kertas bekas dan toko yang menjual lilin. Tiap bulannya Spinifex bisa menghabiskan kurang lebih 50 kg kertas dan 20 kg lilin. Sampai saat ini home industri yang membuat aneka macam souvenir tersebut mempunyai 3 pegawai tetap, 2 di bagian produksi dan yang satu orang sebagai marketing. Dalam hal pemasaran, Spinifex menjual barang kerajinannya di toko souvenir dan supermarket di Yogyakarta. Ada juga pembeli yang berasal dari India datang ke rumah dan memborong produk Spinifex untuk dijual lagi ke negara asalnya.


Kapasitas produksi Spinifex mencapai 500-1000 buah untuk produk kertas daur ulang dan 300-700 buah untuk produk dari lilin tiap bulannya. Kalau di nominal sekitar Rp 2 juta perbulannya. “Kami juga menerima pesanan, modelnya bisa lihat dari showroom atau bisa juga dari pemesan. Jumlah pesanan minimal 100 buah”, tutur Diana.

Showroom Spinifex terdapat di Perumahan Taman Griya Indah G/185 Kelurahan Ngestiharjo Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55182 , Phone: (0274) 581395 / 0818276273 terdapat sekitar 100 model kerajinan yang sudah siap dipasarkan.

fn/lp/bb/suaramedia.com

Klik video dari Kantor Berita Liputan 6)