fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Membuka Bisnis Fotografi Online

http://4.bp.blogspot.com/_4cF9DqXibLw/SuhIMUXk68I/AAAAAAAAADU/F9XnoRRtbRk/s320/kodak+1912.jpgFotografi merupakan sebuah bidang usaha baru yang cukup menjanjikan. Sekarang ini ada banyak fotografer pemula yang rupanya memiliki bakat yang luar biasa. Sebagai pemula, mungkin beberapa dari mereka tidak tahu bahwa dunia fotografi adalah bidang yang menjanjikan untuk bisnis. Usaha fotografi secara online tentu akan mempermudah para fotografer dalam memasarkan hasil karya mereka. Bisnis fotografi online dapat dilakukan sebagai sarana layanan yang dapat mempertemukan para fotografer dengan calon klien-nya secara langsung.

Fotografer biasanya dibutuhkan untuk mendokumentasikan acara. Salah satu acara yang memerlukan jasa fotografer adalah pernikahan dan pra-pernikahan (pre-wedding). Walaupun kegiatan ini terbilang kontroversial, namun bagi sebagian warga masyarakat, kegiatan ini menjadi semacam ‘kewajiban' sebelum pasangan mengucapkan janji setia. Jasa foto pre-wedding ternyata cukup menjanjikan. Bagi mereka yang hobi fotografi, hobi ini dapat mereka jadikan bisnis. Selain memiliki kamera sekelas DSLR, bisnis fotografi perlu didukung dengan kemampuan mengolah foto yang baik. Untuk itu, modal awal dari bisnis ini sebenarnya terbilang cukup besar. Kamera yang baik juga harus ditunjang dengan peralatan fotografi yang lain, seperti lampu, tripod, dan perangkat-perangkat fotografi profesional lainnya.

Selain itu, bisnis fotografi memerlukan ide kreatif yang harus sering di-upgrade. Pasalnya, ide kreatif diperlukan untuk menarik klien. Hal ini memiliki tantangan tersendiri. Bukan hanya untuk foto pre-wedding, kreativitas ide dalam bisnis fotografi juga diperlukan pada sektor acara yang lain, misalnya acara gathering perusahaan, organisasi perkumpulan, acara keluarga, atau foto buku tahunan siswa sekolah.

Dalam memotret, seorang fotografer tidak boleh melewatkan momen-momen yang perlu diabadikan. Dalam menjalankan bisnis ini, Anda harus memiliki ketelatenan dan kesabaran serta kepekaan untuk dapat menangkap momen-momen yang memorable. Selain kemampuan pribadi, komunikasi yang terbuka dan kemampuan menerima masukan dari klien, merupakan salah satu poin yang juga penting dalam bisnis ini.

Bagi pemula, tawar-menawar harga mungkin jadi masalah. Skill yang terbatas membuat mereka tidak tahu cara menaksir harga berdasarkan kualitas yang mereka miliki. Namun, semua tawar-menawar hendaknya dikembalikan pada dana yang dimiliki oleh para klien. Kalau mereka memiliki dana pas-pasan, sebaiknya peluang tersebut jangan ditolak, karena ini justru akan menjadi lahan belajar yang sangat baik. Hasil fotonya pun dapat menambah portfolio Anda. Walaupun demikian, kualitas hasil yang didapat harus tetap dijaga. Jangan sampai klien Anda kecewa. Usahakan untuk memberikan pelayanan yang prima, karena masa depan usaha ini ditentukan dari kepuasan pelanggan Anda di awal-awal. Untuk itu, kreativitas dan negosiasi menjadi kuncinya.

Terus teranglah mengenai biaya yang dibutuhkan seorang fotografer. Anda tidak perlu menyatakan bahwa Anda baru memulai bisnis ini atau bahwa Anda masih amatiran. Walaupun memang demikian, Anda tetap perlu memasang harga standar, yakni mencakup ongkos jasa foto, hasil foto, bingkai (jika dibutuhkan), make-up dan stylish (untuk foto shooting di studio), akomodasi apabila lokasinya cukup jauh, hingga penyediaan kostum bila diperlukan.

Untuk tarif paket rata-rata, Anda bisa mematok harga antara Rp2 juta hingga 10 juta. Tapi Anda bisa juga menyediakan paket hemat di bawah Rp1 juta, tergantung biaya-biaya yang diperlukan.

Secara umum, bisnis ini cukup menjanjikan. Tapi yang mungkin menjadi hambatan adalah penyediaan alat-alat fotografinya, karena memang cukup mahal. Selain itu Anda harus siap dengan persaingan dengan pengusaha-pengusaha lain di bidang ini yang memang cukup banyak. Untuk memulai usaha ini, tentu Anda memerlukan persiapan yang cukup matang, seperti halnya memulai usaha yang lain. Yang terpenting adalah jangan cepat menyerah dalam memulai sesuatu yang baru.

Nilam/ciputraentrepreneurship.com/dari berbagai sumber