21 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 31 Juli 2021

basmalah.png

Pemuda Kreatif Ubah Pekarangan Jadi Lahan Duit

Fiqhislam.com - Ada begitu banyak anak muda Indonesia yang sukses dengan entrepreneurship. Alvia Al-Hadi merupakan salah satu di antara banyak anak muda tersebut yang menjadi salah satu pusat perhatian publik dalam event megah Wirausaha Mandiri 2011. Pemuda 21 tahun ini tengah naik daun berkat usahanya mengolah tanaman keladi tikus. Tanaman bernama Latin, Typhonium Flagelliforme yang banyak diteliti dan dibuktikan secara ilmiah dapat memerangi pertumbuhan sel-sel kanker.

Adapun ciri-ciri tanaman keladi tikus ialah golongan rerumputan, menyerupai talas. Keladi tikus juga cenderung tumbuh berumpun. Tanaman keladi tikus yang baru tumbuh memiliki daun yang biasanya berbentuk bulat sedikit lonjong. Keladi tikus yang sudah tua daunnya hijau halus berujung runcing menyerupai anak panah.

Adi-begitu pemuda ini disapa- ialah seorang mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak yang semula belum mengetahui khasiat medis keladi tikus. Minatnya kepada tanaman sejenis talas tersebut berawal dari rasa ingin tahunya setelah mendengar dari temannya bahwa tanaman ini menjadi fokus penelitian pengobatan kanker beberapa ilmuwan. Salah satu negara asal ilmuwan yang pernah meneliti khasiat anti kanker keladi tikus ini ialah Malaysia. Seorang warga Indonesia bernama Drs. Patoppoi Pasau diketahui telah mengadakan penelitian tentang keladi tikus yang pertama (1995) dan hasilnya mampu membantu banyak penderita kanker untuk bertahan hidup.


Begitu mengetahui khasiat keladi tikus yang dahsyat, Adi tak ragu untuk menjadikannya sebagai sebuah peluang bisnis emas. Bekerjasama dengan UKM yang menghasilkan obat-obatan berbahan dasar tanaman berkhasiat tersebut, Adi membudidayakan keladi tikus. Perguruan tinggi tempat Adi menuntut ilmu pun seolah tak mau berpangku tangan membiarkan mahasiswa kreatifnya ini berusaha sendiri. Politeknik Negeri Pontianak memberikan Adi bimbingan dan bantuan keuangan yang memungkinkan usaha skala kecil tersebut dapat berkembang lebih besar.

Perjalanan Adi mengeksplorasi dunia bisnis keladi tikus cukup berliku-liku. Ia harus menemukan cara yang aman dan sehat untuk mengkonsumsi keladi tikus. Ia pun harus berjuang menemukan beberapa mitra untuk usaha produksi dan pengemasan keladi tikus menjadi bentuk kapsul.

Usaha distribusi menjadi fokus berikutnya setelah usaha produksinya cukup mapan. Adi bekerja keras mendapatkan penyalur kapsul-kapsul keladi tikus produksinya ke pasar yang seluas-luasnya. Berkat kegigihannya, produk keladi tikus buatannya telah menembus seuruh provinsi di tanah air.

Alvia Al-Hadi menjadi salah satu teladan bagi generasi muda kita untuk sedapat mungkin mengolah potensi alam yang melimpah ruah. Dengan usahanya tersebut, Adi tak hanya memenuhi kebutuhan finansialnya sendiri sebagai seorang mahasiswa secara Mandiri tetapi juga mendapat peluang untuk membuktikan bahwa anak muda meski masih minim pengalaman dan pengetahuan yang bisa menekuni bahkan mencetak prestasi di dunia entrepreneurship sejak dini.

Berkat idenya yang mampu mengolah tanaman menjadi obatkanker Alvia Alhadi kini eksis menjadi entrepreneur muda.

Pria kelahiran Pontianak, 5 November 989 itu menciptakan ramuan herbal tanaman Keladi Tikus yang dapat digunakan untuk pengobatan alternatif. Bagaimana kisahnya?

Semula tanpa sengaja Alvia Alhadi menemukan tanaman Keladi Tikus yang tumbuh di pekarangan rumah. Ia mendapat informasi dari temannya bahwa tanaman itu berkhasiat untuk mengobati kanker.

Menurutnya, pengusaha itu tidak harus selalu mencari sendiri ide-ide dan penemuan. Namun juga bisa memanfaatkan ide dan penemuan yang tersebar itu menjadi peluang bisnis menguntungkan.

Keladi Tikus, kata Adi, juga bisa diolah menjadi minuman jus dengan campuran madu. Diramu menjadi makanan campuran roti atau pisang. "Bisa dikonsumsi sebanyak tiga kali sehari." ucapnya.

Sedangkan untuk pengobatan bisa juga menyembuhkan kanker paru-paru, liver, prostat, tenggorokan, leher rahim, otak, tulang. Selain itu leukimia, empedu dan hepatitis. "Bisnis Keladi Tikus juga berkembang pesat di berbagai negara seperti Malaysia." katanya.

Keladi Tikus mampu menghambat ekstrak air dan etanol terhadap akifits lirosin kinase. En-zin tirosin kinase mempengaruhi perkembangan sel-sel kanker di tubuh manusia. Selain itu kandungan ekstrak natrium klorida mengandung Rihososm Inactivating Proteins IRIPs). Tidak itu saja, ekstrak umbi dan daun keladi tikus terhadap aktifitas sitotoksik pada sel leukimia. Banyak riset yang menemukan khasiat tanaman itu." jelasnya.

Tentunya ide kreatif dibutuhkan inovasi untuk memudahkan tanaman bisa dikonsumsi. Adi mencari mitra kerjasama dan beberapa tenaga kesehatan untuk memproduksi Keladi Tikus. "Serbuk dimasukan ke dalam kapsul agar mudah diminum," katanya.

Naluri bisnisnya tidak henti di produksi saja, namun Adi harus banyak belajar dan memutar otak agar penyebaran lebih luas, dirinya menggandeng distributor untuk memasarkannya di masyarakat. Beberapa bulan pertama, memang produknya masih belum dikenal masyarakat, masyarakat masih belum percaya dengan khasiat produknya. Lama-lama, kegigihan Adi dan tekadnya untuk membantu masyarakat agar sembuh dari kanker memacunya untuk kerja keras. Bahkan hingga kini produk herbalnya itu mampu menjangkau setiap provinsi di Indonesia.

Tanah subur dengan kekayaan tanaman yang melimpah, kata Adi, dimiliki Indonesia. Namun, ketidaktahuan dan minimnya pengalaman kekayaan alam dibiarkan percuma tanpa dimanfaatkan. Padahal tanaman Keladi Tikus sangat mudah tumbuh di area lahan rawa. Bisa juga hidup di daerah dingin yang suhunya tidak begitu panas. "Kemauan segera memulai usaha sejak kuliah lebih baik." pesannya.

fn/cp/bv/suaramedia.com

Tags: Kreatif