18 Safar 1443  |  Minggu 26 September 2021

basmalah.png

Ayo Menanam Jamur dengan Kardus

http://1.bp.blogspot.com/_d-xqgoE_IRA/SDFkqoxnh6I/AAAAAAAAAKU/5923us9pKZM/s200/Jamur%252BMerang.jpgNama “jamur kardus” mungkin masih asing di telinga banyak orang. Jamur kardus sebenarnya adalah jamur merang yang ditanam dengan media dari olahan kardus. Sebenarnya, jamur merang dapat ditanam dengan media lainnya, seperti jerami, kompos, eceng gondok, alang-alang, daun pisang kering, ampas tebu, ampas aren, sisa tanaman kedelai, dan kertas puntung rokok.

Namun, jamur merang dari media kardus ini ternyata memiliki keistimewaan tersendiri dibanding jamur merang yang ditanam di media lain. Cara pengolahannya singkat, hanya dengan disobek-sobek dan direndam dengan air kapur selama 5 hari. Jamur pun tidak perlu dikomposkan seperti penanaman jamur dengan media jerami, melainkan hanya perlu disimpan di rak. Produksi rata-ratanya bisa mencapai 6–7 kg, bahkan lebih. Jamur yang dihasilkan lebih kenyal, aromanya wangi, warna lebih putih.

Keistimewaannya antara lain sebagai berikut:

1. Lebih kenyal. Beberapa konsumen mengaku jamur merang yang dihasilkan dari media kardus berbeda dengan jamur lainnya. Soal rasa memang relatif, tergantung cara pengolahan dan bumbu yang digunakan. Namun, soal kekenyalan sepertinya memang tidak diragukan lagi.

2. Warnanya lebih putih. Warna jamur merang dari media kardus memang lebih putih, berbeda dengan warna jamur yang ditanam di media jerami yang cenderung kecokelatan. Warna ini memang tidak memengaruhi rasa secara langsung, tetapi setidaknya jamur yang berwarna putih terlihat lebih segar dan menarik jika dihidangkan, baik dalam bentuk basah maupun kering. Selain itu, jamur masih terlihat segar walaupun sudah dipanen lebih dari sehari.

3. Aromanya wangi. Keunggulan jamur kardus lainnya adalah baunya lebih wangi dan tidak apek sehingga bisa langsung diolah. Hal ini dipengaruhi oleh tambahan kacang buncis, kangkung, bonggol pisang, dan bekatul pada media. Campuran media inilah yang membuat aroma jamur menjadi khas dan sangat berbeda dengan jamur dengan media jerami. Berbeda dengan jamur merang yang biasanya berbau apek.

Enjo Suharjo adalah salah satu petani jamur yang mengunakan media kardus. Pria asal Cirebon ini mengembangkan jamur pada rak-rak di lahan tidur milik instansi militer di Kota Cirebon. Jamur kardus cocok tumbuh di Cirebon yang memiliki suhu panas. Jamur ini tumbuh optimal pada suhu 28 hingga 32 derajat Celsius.

Dia mengatakan jamur kardus bukanlah teknologi baru. Pada 1985, ketika masih berdinas sebagai penyuluh pertanian, Enjo menemukan sekelompok petani di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, telah membudidayakan komoditas ini. Namun mereka tidak menggunakan media kardus, melainkan kertas bekas puntung rokok. Dia lalu mencoba merubah media jamur dengan kertas kardus dan berhasil.

Kardus berkapasitas satu kwintal, menghasilkan minimal 50kg–60 kg jamur per bulan. Bahkan jika sistemnya bagus, 1 kwintal media jamur bisa menghasilkan lebih dari 1 kuintal jamur. Ia biasa memasok hasil produksinya pada rumah makan di Cirebon. Namun tentu akan lebih menguntungkan jika dipasok ke pasar swalayan bukan? Anda tertarik?

Nilam | ciputraentrepreneurship.com