5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Bisnis Obat Alternatif Untungnya Puluhan Juta

http://4.bp.blogspot.com/_4smz8ewivFs/S3UeKh8y7hI/AAAAAAAAAUU/uIeYd9_Bqlc/s400/herbal-remedies-12.jpgIndustri herbal berbasis rumah tangga memang telah memiliki ruang tersendiri di masyarakat Indonesia. Khasiatnya telah dipercaya masyarakat sebagai obat alternatif, membuat peluang bisnis di industri ini terus menjadi lahan bisnis yang menggiurkan.

“Kami sudah dua puluh tahunan menekuni usaha ini. Sekilas, usaha kami memang biasa tetapi sebenarnya berbeda. Coba dicermati lagi, usaha minuman herbal tradisional kebanyakan dibuat serbuk, bukan sirup seperti kami,” ujar Cyprine A Dewayani Marketting Intan Kendedes Herbal ketika ditemui okezone di sela-sela ajang Agro and Food Expo 2011.

Usahanya ini tergolong unik dan menarik karena ia menjual berbagai macam olahan tanaman herbal seperti beras kencur, kunir asam, kunyit, jahe merah yang telah diolah dengan gula batu menjadi sirup.

“Kami juga menjual sirup belimbing wuluh dan jeruk purut yang sangat bermanfaat untuk menurunkan kolesterol” lanjutnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa omset usahanya sekira Rp15-20 juta per bulan. Dari usahanya ini, dia bisa mendapatkan keuntungan sebesar 50 persen.

Mengenai bahan baku, usaha yang berbasis di Menteng, ini mengungkapkan bahwa dalam memenuhi kebutuhan bahan bakunya ia mempunyai supplyer khusus untuk memenuhi produksinya.

“Kita ada supplyer khusus karena kalau kita ambil langsung dari pasar, biasanya sering gak ada kalau dalam jumlah banyak. Selain itu, ongkosnya juga lebih mahal,” lanjutnya lagi.

Meskipun masih berskala industri rumah tangga, dia yakin bahwa kualitas barang dagangannya tidak kalah dengan produk Sido Muncul. Bahkan, produk herbal olahannya telah lima tahun ini mengikuti jamuan kenegaraan setiap tanggal 17 Agustus.

“Agustus mendatang, ini adalah kali keenam. Selain itu, kami juga pernah ikut acara-acara pameran  makanan yang diselenggarakan di Singapura, Malasyia, dan Brunei”

Usaha jenis rumah tangga yang  mempekerjakan ibu rumah tangga sekira sepuluh pekerja ini menargetkan untuk memperoleh izin IPRT  dari pemerintah agar dapat mensupply hasil produksinya ke supermarket.
(nia)

Gina Nur Maftuhah - Okezone