fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Syawal 1442  |  Jumat 14 Mei 2021

Inilah martabak mini yang untungnya tidak mini

Inilah martabak mini yang untungnya tidak miniUsaha kemitraan martabak mini tidak ada habisnya. Meski pemain martabak mini sudah banyak, tidak menyurutkan semangat pemain baru ikut mengembangkan pasar. Untuk menggaet mitra, para pemain martabak mini itu menawarkan investasi yang terjangkau. Seperti yang ditawarkan oleh dua kemitraan berikut ini:

• Martabak Africa Waka-Waka

Martabak Mini Africa Waka-Waka berdiri sejak medio 2008 lalu. Perusahaan yang bermarkas di Cilandak, Jakarta, itu menawarkan kemitraan sejak Juni 2011. Dalam dua bulan, martabak Mini Africa Waka-Waka mengklaim sudah menjaring 14 mitra.

Poma Indrajaya, pemilik Kemitraan Martabak Mini Africa Waka-Waka, menawarkan paket investasi kemitraan senilai Rp 9,7 juta.

Dengan investasi sebesar itu, mitra akan mendapatkan booth dan peralatan kerja. Sampai awal Agustus ini, Poma mengaku ada enam tambahan mitra yang akan bergabung. "Peminatnya banyak, ada yang dari Medan dan Batam," terang Poma.

Dengan asumsi penjualan 150 martabak atau sekitar 45 kotak per hari, Poma yakin mitra bisa balik modal bisa dalam waktu dua bulan. Setiap kotak martabak dijual Rp 10.000 dengan isi 3 martabak mini berdiameter 8 cm. "Kalau penjualan bagus, balik modal lebih cepat," klaim Poma.

Dalam menawarkan kemitraan, Poma membebaskan mitra berkreasi rasa atau bentuk. "Jika berhasil, kreasi mereka nanti bisa direkomendasikan untuk mitra lain," kata Poma yang menargetkan punya 100 mitra sampai akhir tahun.

Meski pemain martabak mini sudah banyak, Poma yakin usaha martabak tetap berkembang di Indonesia. Karena martabak adalah kudapan yang mudah akrab di lidah orang Indonesia.

• Martabak Mini De'Java

Martabak Mini De'Java baru berdiri pada November 2010 di Cikarang, Jawa Barat. Namun, pemilik martabak, Haerul Umam, membuka paket kemitraan karena pada Januari lalu ada pihak yang ingin bergabung menjadi mitra. "Sejak itulah, saya buka kesempatan menjadi mitra," kata lelaki berusia 32 tahun itu.

Haerul menawarkan dua jenis paket kemitraan ke publik dengan harga Rp 7,5 juta (untuk booth kayu) dan Rp 8,5 juta (untuk booth aluminium). Dengan paket investasi itu, ia mensimulasikan mitra bisa balik modal paling lambat pada bulan ketiga.

Dalam simulasi usaha itu, Haerul mensyaratkan mitra memperoleh omzet Rp 300.000 per hari dengan harga jual martabak Rp 2.000-Rp 4.000 per potong. "Sehari setidaknya menjual 120-150 martabak," kata Haerul yang memiliki 20 ragam varian rasa itu.

Antusias mitra untuk menjajal bisnis ini cukup besar. Sebab, dalam kurun waktu tujuh bulan saja, Haerul sudah berhasil menggandeng 12 mitra yang tersebar Cikarang dan Bekasi. "Saya targetkan sampai akhir tahun bisa menjadi 50 mitra," ujar Haerul meski mengakui persaingan ketat dalam bisnis martabak mini.

Namun begitu, Haerul yakin usaha martabak bisa berkembang karena martabak adalah jajanan populer di Indonesia. "Walaupun bisnis makanan ramai, masih ada ruang untuk martabak," terang Haerul yakin.


Martabak Mini
Africa Waka- Waka
Jl. Banjarsari XV No. 15
Cilandak Barat,
Jakarta Selatan
Hp: 085250263639

Martabak Mini De'Java
Buni Asih Permai,
Jl. Delima C3 No. 1,
Cikarang
Telp. 021-93098208

kontan.co.id