16 Dzulhijjah 1442  |  Senin 26 Juli 2021

basmalah.png

Potensi Industri Minyak Kelapa

Potensi Industri Minyak Kelapa Minyak kelapa sebagai produk olahan hasil perkebunan mempunyai ciri umum berwarna lebih bening dan beraroma harum. Dalam industri minyak goreng, minyak kelapa dianggap paling sehat dibandingkan dengan minyak nabati lain seperti minyak jagung, minyak kedelai, minyak canola serta minyak dari bunga matahari. Dengan sejumlah khasiat bagi kesehatan, potensi minyak kelapa sangat menjanjikan dan bermarket luas.

Pangsa pasar minyak kelapa Indonesia masih didominasi oleh pasar internasional, seperti Amerika Serikat, Eropa serta Asia. Luasnya market menjadi peluang bisnis yang prospektif dan patut dikembangkan dengan mengacu pada beberapa alasan berikut :

  • Langkanya pasokan minyak kelapa tradisional di tengah-tengah permintaan yang semakin meningkat.
  • Kecenderungan preferensi konsumen yang semakin tinggi terhadap minyak goreng yang bebas dari bahan pengawet.
  • Masih tingginya permintaan yang datang dari luar daerah maupun dari luar negeri.

Mengacu pada gaya hidup sehat, tren pengonsumsian minyak kelapa ditaksir masih akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Khasiat minyak kelapa yang begitu diminati konsumen menjadi daya tarik tersendiri. Seperti misalnya tidak meningkatkan tingkat kolesterol dalam darah sehingga tak menunjang terjadinya penggumpalan dalam darah, tidak menimbulkan kegemukan pada tubuh, berfungsi sebagai antioksidan, meningkatkan fungsi pencernaan dan penyerapan bahan gizi, dll.

Selain pangsa pasar luas, demand tinggi, khasiat jitu bagi kesehatan, potensi industri pengelolaan minyak kelapa yang dinilai cerah ini juga ditunjang oleh persediaan bahan baku yang sangat mencukupi. Dari data Bank Indonesia tahun 2000, perkebunan kelapa di tanah air yang sebagian besar perkebunan rakyat memiliki luas sekitar 3,697 juta ha. Perkembangan areal perkebunan kelapa yang tercatat dari tahun 1968, yakni sekitar 1,595 juta ha hingga menjadi 3,697 juta ha pada tahun 2000 mengalami peningkatan dengan prosentase 4 persen per tahunnya. Untuk produksi, peningkatan terjadi dengan rata-rata 5 persen per tahunnya, dari 1.133 juta ton  (1968) menjadi 3,048 juta ton (2000).

Melihat produktifitas kelapa di tanah air, pelaku bisnis tak perlu mencemaskan bahan baku. Daging kelapa, baik yang kering atau basah, sebagai bahan baku industri minyak kelapa bisa ditemui di negeri yang kaya akan sumber daya alam ini, terlebih Indonesia dikenal sebagai produsen buah kelapa terbesar kedua di dunia setelah Filipina.

Bagi yang tertarik terjun dalam bisnis penyediaan minyak kelapa, pengelolaan industri ini bisa dilakukan dalam skala rumah tangga yakni dengan kapasitas produksi 0 - 2 ton. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan antara lain :

  1. Tanah dan bangunan berukuran 200 – 300 meter persegi untuk pabrik pengolahan.
  2. Mesin giling untuk menggiling atau memarut daging kelapa segar.
  3. Mesin peras untuk mengepres bungkil kelapa yang masih mengandung minyak.
  4. Mesin penggerak untuk menggerakkan mesin pengepres.
  5. Tungku dan alat penggorengan ukuran 1,5x3 meter untuk memisahkan air dan minyak kelapa dari daging kelapa yang sudah dicacah halus.
  6. Skop dan drum untuk memindahkan potongan daging kelapa panas yang digoreng secara manual dari wajan ke mesin peras.
  7. Sejumlah tangki dengan pipa penghubung untuk menampung dan mengendapkan minyak kelapa yang telah dihasilkan.

ciputraentrepreneurship.com