20 Safar 1443  |  Selasa 28 September 2021

basmalah.png

Lancar laba bisnis bengkel panggilan

Lancar laba bisnis bengkel panggilan

lama menunggu antrean di bengkel tentu tak menyenangkan. Namun, sekarang itu sudah ada jalan keluarnya. Kalau Anda malas mengantre telepon saja CATS dan O-Beng. CATS dan O-Beng adalah bengkel panggilan yang siap melayani Anda yang tinggal di Jakarta.

Jumlah sepeda motor maupun mobil yang kian meningkat, membuat usaha bengkel panggilan kian berkembang. Mereka ini siap dipanggil sewaktu-waktu dan di mana saja ada kerusakan kendaraan. Itulah prinsip dalam menggeluti bisnis ini.

Salah satu perusahaan yang melirik bisnis ini adalah PT Rema Tip Top Indonesia. Melalui bengkel berjalan bernama CATS, Rema mengusung konsep one stop service, CATS mengerjakan berbagai keluhan konsumen mengenai kendaraan mereka. "Semua kita kerjakan layaknya bengkel station," ujar Stevanus Pasanto Kurniawan, Marketing Promotion PT Rema Tip Top Indonesia.

Selain mengutak-atik mesin, CATS juga siap menambal ban, cuci dan salon mobil. Menurut Stevanus, 60% pelanggannya, selain perbaikan kendaraan, selalu minta layanan cuci dan salon. Untuk cuci komplet, pelanggan cukup membayar Rp 40.000. Sedangkan biaya salon Rp 250.000-Rp 500.000, dan tambal ban Rp 50.000 - Rp 200.000. Menurut Stevanus, biaya tambal cukup mahal karena Rema mengadopsi teknologi Jerman.

Adapun servis mesin, biaya tergantung kapasitas mesin mobil. "Kalau hanya tune up saja, biayanya antara Rp 100.000 sampai Rp 200.000, di luar pembelian spare part," katanya. Selain biaya itu, pelanggan juga harus membayar biaya transportasi mekanik sebesar Rp 25.000.

Stevanus mengklaim, tarif segitu masih jauh di bawah harga standar bengkel Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). "Perbandingannya bisa lebih 50%," katanya.

Dengan tarif bersaing, dalam sebulan rata-rata CATS bisa melayani sekitar 10 sampai 20 mobil. Jumlah itu cukup banyak, sebab CATS hanya melayani pelanggan sekitar Jabodetabek.

Bengkel O-Beng asal Tangerang di bawah usaha PT Ulise Sentosa Abadi juga menggeluti bisnis bengkel panggilan ini. Hanya, O-Beng fokus pada pelayanan perbaikan dan perawatan mobil-mobil Jepang. "Kita ada untuk lebih memudahkan konsumen," jelas Imanuel Kristianto, staf administrasi Bengkel O-Beng.

Usaha ini tercetus melihat antrean panjang bengkel yang menyita waktu berjam-jam.Dengan O-Beng, pelanggan tinggal telepon dan semua sudah bisa diatasi.

Didukung tiga tim dengan 10 mekanik, setiap tim dilengkapi peralatan pendukung layaknya bengkel tetap. "Kita ada armada khusus," kata Kris.

Kris juga mengklaim pelayanannya lebih murah dibanding bengkel resmi atau umum. Untuk jasa pelayanan perbaikan mulai Rp 250.000 sampai Rp 450.000 di luar pembelian suku cadang. O-Beng saat ini juga hanya melayani pelanggan di sekitar Jabodetabek saja.

Menurut Kris, permintaan layanan bengkel panggilannya meningkat 50% saat Ramadan. Jika pada hari-hari normal jumlah pelanggan yang memanfaatkan jasa layanan Bengkel O-Beng berkisar 10 unit mobil, ketika mendekati Lebaran jumlahnya naik menjadi 15 unit mobil per hari.

Permintaan layanan tidak terbatas kendaraan pribadi, namun juga perusahaan dan rental mobil. "Namun sebanyak 75% untuk mobil keluarga," jelas Kris.

Seiring dengan makin prospektifnya bisnis home service ini, baik Bengkel CATS ataupun O-Beng dalam waktu dekat berencana untuk mewaralabakan bisnis ini ke masyarakat.

kontan.co.id