fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Syawal 1442  |  Jumat 14 Mei 2021

Menjalin bunga kering kegemaran kaum elite

Menjalin bunga kering kegemaran kaum eliteBagi telinga masyarakat kita, mungkin oshibana masih asing terdengar. Maklum, belum banyak orang yang memperkenalkan seni merangkai bunga dari Jepang ini. Padahal sebenarnya, seni ini sangat digandrungi kaum elite. Saking digemari, beberapa pehobi bahkan terbang ke Negeri Sakura untuk mempelajari oshibana.

Dalam bahasa Jepang, oshibana berasal dari kata oshi yang berarti tekan dan bana yang berarti bunga. Jadi, oshibana bisa diartikan sebagai seni merangkai bunga yang sudah dikeringkan dengan cara ditekan.

Mutia H. Prasodjo, seorang pehobi sekaligus penulis buku Aneka Desain Cantik Bunga Kering, mengatakan, seni ini baru hadir di Indonesia pada tahun 2002. “Sensei (guru) saya di Jepang pernah bilang bahwa oshibana adalah kesenian kaum elite," tutur Mutia.

Menjalin bunga kering kegemaran kaum eliteMenurut dia, oshibana sebetulnya bukanlah hobi mahal. Karena, peralatan dan bahan baku yang dibutuhkan bisa diperoleh dengan mudah. Namun, menurut Mutia, hobi ini digemari kaum elite karena membutuhkan ketelatenan, kesabaran, serta waktu luang yang panjang.

Mutia bercerita, kaum elite menggemari seni ini lantaran kepingin menghadirkan bunga ke dalam rumah sepanjang tahun. Maklumlah, di negeri asalnya, Jepang, bunga hanya dinikmati saat musim semi.

Dalam melakukan oshibana, Mutia kerap melukis dengan bunga dan dedaunan kering. Selain itu, ia pun kerap menyusun bunga kering seperti bentuknya semula. Tak jarang Mutia pun membentuk bunga dan daun kering menjadi bentuk lain seperti manusia atau hewan.

Harus telaten

Menjalin bunga kering kegemaran kaum eliteMenjalin bunga kering kegemaran kaum eliteSeorang pehobi lainnya, Ani Sawaki, mengaku jatuh cinta pada seni oshibana setelah Mutia memperkenalkan seni ini, Juni lalu. Pehobi asal Manokwari, Papua Barat, ini hobi merangkai bunga kering lantaran seni ini tergolong murah-meriah.

“Tadinya saya hobi kerajinan manik-manik. Tapi setelah mengenal oshibana, saya tertarik karena bahannya ada di sekitar, lebih hemat dan mudah,” kata wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai pegawai negeri sipil itu.

Untuk mendapatkan pasokan bunga, Ani cukup memintanya dari tetangga. Bunga ini kemudian ia keringkan dengan menggunakan kertas buram, kertas minyak, busa tipis, pinset, dan plastik kedap udara. Bunga yang sudah dibalut ini lalu ditempatkan di antara dua bilah papan kayu, baru kemudian ditindih batu.

Ani menuturkan, proses pengeringan bunga ini bisa mencapai sepuluh hari. “Tapi tergantung daerahnya. Seperti di Papua, karena kering, lima hingga sepuluh hari juga sudah selesai,” tutur Ani.

Dalam rentang waktu itu, bunga harus disetrika berulang kali. Menurut Ani, kegiatan pengeringan ini membutuhkan ketelitian yang tinggi. Sebab, bila caranya salah, bunga bisa rusak dan jadi kecokelatan.

Bagi Ani, oshibana sangat bermanfaat sebagai kegiatan alternatif mengisi waktu luang bersama teman-teman dan keluarga di akhir pekan. Ani pun kerap melakukan oshibana untuk melepas penat setelah seminggu bekerja.

lifestyle.kontan.co.id

 

{mooblock=Peluang Usaha Kreasi Unik Kerajinan Bunga Kering}


Apakah Anda hobi memelihara tanaman hias, tapi tidak ada waktu untuk merawatnya?

Menambahkan hiasan rumah dengan aneka macam bunga merupakan hal yang sering dilakukan orang. Tidak hanya menambah keindahan tetapi juga menambah nuansa asri pada rumah kita. Akan tetapi bagi sebagian orang yang tidak suka merawat tanaman tentu menjadi permasalahan tersendiri, belum lagi jika hiasan bunga tersebut berada dalam ruangan, tentu semakin sering kita perlu membersihkan dan merawatnya agar tetap indah.

Keunggulan Peluang Bisnis Kreasi Bunga Kering

Dengan latar belakang diatas, jika anda jeli melihat peluang usaha. Sebenarnya anda bisa memberikan sebuah alternatif lain untuk menghiasi rumah selain dengan tanaman bunga, yaitu dengan Aneka Kreasi hiasan bunga kering. Kerajinan Kreasi hiasan Bunga kering sudah cukup populer dibuat oleh banyak pengrajin di berbagai tempat.

Saat pertama kali mendengar kata bunga kering yang terbesit di pikiran kebanyakan orang mengarah kepada bunga alami yang dikeringkan. Namun tahukah Anda, jika bunga kering ternyata merupakan salah satu kerajinan yang tidak menggunakan bunga alami sebagai bahan bakunya. Bahan-bahan alam seperti daun lontar, klobot jagung, serutan kayu, sawo kecik, dll menjadi pengganti bunga alami untuk diolah menjadi produk kerajinan bunga kering yang cantik. Diantara Keunggulan Peluang Usaha Bisnis Kreasi Bunga Kering:

  1. Membuat kerajinan bunga kering tidaklah hal yang sulit, yang diperlukan adalah ketelatenan dan ketelitian dalam merangkainya.
  2. Dengan beberapa peralatan pembantu yang cukup sederhana misalnya gunting, cutter, lem dan beberapa peralatan sederhana lainnya bisa menghasilkan hasil, kerajinan tangan yang bermutu tinggi.
  3. Proses yang tidak terlalu rumit dan membutuhkan peralatan yang mahal.
  4. Usaha kerajinan bunga kering mudah diaplikasikan pada skala usaha kecil dan menengah (UKM).

Di dalam video “Bisnis Kerajinan Bunga Kering”ini berisi:

  1. Kreasi bunga kering
  2. Bunga dari kelobot jagung
    • Bunga gelung
    • Bunga nanas
    • Bunga kipas
    • Bunga ekor kuda
    • Bunga lampion
    • Bunga melati
  3. Bunga dari daun lontar
    • Bunga bintang tangkai 1
    • Bunga bintang tangkai 2
    • Bunga lili
    • Bunga matahari
    • Bunga mawar
  4. Bros
  5. Merangkai bunga
  6. Pasar dan pemasaran
  7. Interview dengan perajin bunga kering

studiobisnis.com
{/mooblock}