14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Bermodal Rp90 Ribu, Manisan Ceremai Raup Untung Hingga Rp1 Juta

Fiqhislam.com - Siapa tak suka manisan, sudah enak, legit, dan bisa dijadikan kudapan dikala senggang. Apalagi bila buahnya manis dan segar, manisan pun bisa disimpan hingga lebih dari dua bulan.

Bermodal Rp90 Ribu, Manisan Ceremai Raup Untung Hingga Rp1 JutaNamun, tahukah Anda bila buah ceremai ternyata bisa dijadikan manisan. Terdorong oleh kebutuhan hidup dan sekadar membuat dapur ngebul, masyarakat di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, memanfaatkannya menjadi peluang usaha yang menguntungkan.

Sang pemilik usaha manisan buah ceremai, Indah, saat berbincang dengan okezone, mengatakan bila modal yang dikeluarkan untuk membuat manisan ini hanya sebesar Rp90 ribu. Usaha yang dijalankan selama setahun dua kali ini memang diakuinya musiman, namun keuntungannya bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Biasanya kami jual hanya dua kali dalam setahun. Sudah jadi tradisi ya, biar keuntungannya tipis, tapi lumayan lah buat bantu-bantu ngisi dapur. Modalnya juga enggak terlalu besar, tipis memang untungnya, tapi lumayan lah," ceritanya sembari melayani pengunjung.

Indah menceritakan, untuk membuat manisan ceremai tersebut, dirinya hanya membutuhkan bahan baku buah ceremai dan gula pasir. Dia membeli buah ceremai dari pulau seberang biasanya hingga tiga ember, di mana harga per embernya sebesar Rp15 ribu. Lalu dia akan membagi rejekinya kepada orang lain untuk menggiling buah tersebut yang jasanya dihargai Rp15 ribu.

"Saya bisa bikin sendiri sebenarnya, tapi saya mau bagi-bagi rejeki buat orang lain, jadi saya pakai jasa orang lain buat menggiling. Habis beli buah ceremai emberan, ya nanti baru digiling ramai-ramai," tukas wanita beranak dua ini.

Nantinya, usai buah ceremai digiling, barulah ditaruh di dalam boks, yang dijual sebesar Rp6.000. Adapun dalam sekali giling, dia bisa mendapatkan sebanyak 20 boks. Selanjutnya, dia menjelaskan, manisan buah ceremai yang sudah jadi dihargainya sebesar Rp8.000 per toples untuk dipasarkan, serta bisa bertahan hingga dua bulan.

"Harganya cuma Rp8.000 saja. Kalau sudah jadi, saya bisa sampai menjual ratusan toples. Dijualnya juga buat para wisatawan sama warga sekitar sini," tandas Indah.

Namun demikian, dia mengakui jika omzet penjualan manisan buah ceremai ini tidaklah besar. Dirinya pun bersyukur jika keuntungannya itu bisa menghidupi keluarganya, di samping dia sudah membuka toko kelontong sendiri.

"Yah, Rp90 ribu memang modalnya, tapi Alhamdullilah sudah bisa balik modal. Sekali bikin bisa dapat 20 boks, satu boksnya Rp6 ribu, untungannya bisa sampai Rp1 jutaan, kadang di bawah itu. Soalnya ini kan buah musiman," pungkasnya.

economy.okezone.com