fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


10 Ramadhan 1442  |  Kamis 22 April 2021

Bergembiralah Saat Bekerja

Bergembiralah Saat BekerjaFiqhislam.com - Apakah Anda jenuh, letih, kesal, dan lagi tidak bergairah untuk bekerja? Orang yang tidak peduli mungkin bergumam, “Ah, itu urusan kamu!” Sayangnya, Anda adalah bagian dari tim pemasaran, mungkin juga Anda wakil kepala proyek, atau orang yang diserahi tanggungjawab menulis laporan. Pendeknya, Anda tidak bekerja seorang diri. Yang berarti, kejenuhan, keletihan, kekesalan, dan ketidakbergairahan Anda dapat memengaruhi orang-orang di sekeliling Anda, terutama yang bekerja sama dalam satu tim.

Jadi mesti bagaimana?

Bergembiralah, itulah nasihat yang disampaikan oleh orang-orang sukses yang senantiasa bersikap optimistis dalam hidup mereka. Mereka meyakini bahwa persoalan akan selalu ada, tapi mereka juga memercayai bahwa jalan keluar akan senantiasa tersedia bila kita sanggup menjaga pikiran tetap positif. Memelihara pikiran agar tetap jernih memang tidak mudah, tapi setidaknya jangan sampai keruh sama sekali.

Bob Seelert, Chairman Saatchi & Saatchi, sebuah perusahaan periklanan kelas dunia, berbagi filosofinya yang menarik tentang “Bergembira saat bekerja”. Bob menyebutnya filosofi, sebab ini menjadi fondasi baginya dalam bekerja.

Mengapa filosofi ini penting baginya? Pertama, filosofi ini membuat tantangan sehari-hari dalam pekerjaan menjadi jauh lebih dapat dinikmati. “Filosofi ini membuat saya tetap bersemangat dan optimistis sebagai seorang manusia,” ujar Bob. Dengan jujur Bob mengatakan bahwa ia belum pernah memiliki satu hari pun ketika ia tidak menunggu-nunggu saat untuk pergi bekerja.

Alasan kedua yang dikemukakan Bob ialah bahwa filosofi ini telah membantunya untuk lebih produktif dan sukses dalam karier karena efek positifnya terhadap semua orang yang bekerja bersama dengannya. Jika orang senang bekerja dalam organisasi Anda dan bekerja bersama Anda dalam semua rapat dan sesi perencanaan, mereka semua akan lebih termotivasi untuk bekerja keras dan berkontribusi dengan senang hati.

Bayangkanlah jika Anda bekerja dengan rasa marah. Orang-orang di sekitar Anda pun akan terkena imbas aura kemarahan Anda. Apakah mereka rekan-rekan satu tim, dan apa lagi bila mereka bawahan atau staf Anda, hawa panas yang Anda lepaskan akan mengembus ke semangat kerja mereka. Motivasi mereka dalam bekerja akan terganggu oleh suasana batin Anda yang sedang kusam.

Apakah untuk bergembira, Anda perlu membuat lelucon? Tidak harus. Yang terpenting adalah Anda harus berusaha menjaga segala sesuatunya tetap terasa ringan. Nah, bagian yang berperan besar dalam hal ini adalah nada suara Anda dan bagaimana Anda menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Bila suara Anda tetap tenang, raut muka Anda tidak cemberut atau tegang, tim Anda akan menangkap dan merasakan aura optimistis Anda yang terjaga. Aura ini akan meniupkan semangat dan kegembiraan kepada rekan-rekan kerja Anda.

Di samping filosofi ala Bob Seelert tadi, hal-hal yang lebih praktis barangkali dapat membantu Anda untuk tetap bisa bergembira saat bekerja. Di antaranya, indetifikasilah tujuan pribadi Anda dalam jangka panjang. Tulislah pernyataan misi pribadi dan sering-seringlah menengok pernyataan misi ini agar Anda tetap berjalan di rel yang semestinya. Setiap membaca ulang, Anda bisa memperbarui semangat Anda.

Anda juga perlu mencocokkan tujuan pribadi Anda dengan tujuan perusahaan, apakah selaras (aligned)? Bila ya jawabannya, ini lebih mudah dibandingkan jika tujuan itu tidak seiring. Bila tak seiring, bisa jadi Anda bekerja dengan terpaksa, sebab pekerjaan Anda tidak sesuai dengan passion Anda. Situasi ini tidak akan menunjang pencapaian karier Anda. Alih-alih merasa gembira dalam mengerjakan suatu tugas yang diberikan manajemen, merasa terlibat (engaged) pun tidak.

Bagaimana bila ada permintaan atau tuntutan untuk mengerjakan ini dan itu, padahal dalam penilaian Anda semua itu tidak memberikan kontribusi bagi tercapainya sasaran Anda? Pilihannya: berunding. Anda bisa meminta agar beban pekerjaan dikurangi, atau anggota tim ditambah, apapun yang kira-kira dapat menyederhankan tugas Anda. Karena Anda bekerja di sebuah perusahaan, Anda harus tetap melakukan pekerjaan itu agar Anda tetap memiliki pekerjaan.

Bila Anda merasa nyaman bekerja di perusahaan yang sekarang, Anda dapat berperan layaknya entrepreneur. Sekalipun Anda belum memulai bisnis sendiri saat ini, bayangkanlah Anda memulai suatu proyek yang akan memperbaiki pekerjaan Anda sekarang, tempat kerja Anda, atau komunitas Anda. Berbicara secara informal dengan orang lain yang mempunyai pikiran serupa akan meringankan beban Anda, membuat Anda merasakan adanya dukungan dari rekan. Bahkan, mencari atasan yang bisa membantu mewujudkan gagasan Anda merupakan langkah yang bagus.

Menemukan dukungan untuk setiap tugas, betapapun kecilnya, akan sangat bermanfaat. Mendapatkan dukungan akan lebih mudah apabila Anda juga memperlihatkan bahwa Anda bekerja demi tujuan mereka pula. Anda bisa memperluas lingkaran orang-orang di sekeliling, libatkan mereka yang biasanya tidak terlibat dalam pekerjaan Anda.

Agar tekanan pekerjaan tidak terlampau membebani Anda, merayakan setiap momen kecil keberhasilan akan membantu meringankan dan membuat Anda gembira. Makan bersama rekan-rekan satu tim akan mempererat kimiawi dalam satu tim. Nah, jika Anda tetap gembira dalam bekerja, Anda dan tim akan menjadi lebih produktif dan sukses dari hari ke hari dan bahkan dalam jangka panjang.

Jika Anda gembira, kinerja perusahaan niscaya akan terus meningkat. Pemilik saham yang baik akan dengan senang hati berbagi keuntungan dengan Anda yang telah bekerja keras membesarkan perusahaan mereka. Dan yang terpenting, bersikap tetap gembira merupakan obat penawar bagi kelelahan yang Anda rasakan di saat dan sesudah bekerja.  [yy/tempo.co]

Dian R. Basuki