11 Rajab 1444  |  Kamis 02 Februari 2023

basmalah.png

Jebakan Profesi

Jebakan Profesi

Fiqhislam.com - Bila  Anda adalah lulusan terbaik dari perguruan tinggi terbaik di negeri ini, kemungkinan besarnya saat inipun Anda tidak kesulitan untuk mencari pekerjaan. Perusahaan-perusahaan besar yang mapan dengan senang hati akan berebut me-rekrut Anda untuk menjadi pegawainya. Perusahaan senang memperoleh tenaga muda yang cerdas dan penuh potensi, Anda-pun senang dengan segala gaji, fasilitas dan karir yang terbuka selagi Anda masih muda. Tapi inikah yang terbaik untuk Anda sendiri dan masyarakat dalam jangka panjang?

Untuk Anda sendiri dan dalam jangka pendek, jawabannya adalah hampir pasti “Ya”. Di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan, di tengah berjibunnya pengangguran – Anda memiliki pekerjaan di perusahaan yang mapan dan dengan gaji yang jauh dari Upah Minimum Regional (UMR).

Tapi bayangkan kondisi Anda 10, 20 dan 30 tahun dari sekarang, tidak sulit untuk membayangkan ini. Lihat orang-orang sekeliling dan di atas Anda, berapa lama mereka masing-masing menempati posisinya? Kemudian gali informasi orang-orang yang sudah pensiun dari perusahaan tempat Anda bekerja. Di mana mereka sekarang? Apa yang mereka kerjakan?

Lalu bertanyalah kepada diri Anda sendiri, itukah masa depan yang Anda bayangkan? Bila jawabannya “Ya”.

Maka selamat, Anda telah menentukan pilihan Anda sendiri dengan sadar seperti apa kiranya akhir dari pencapaian cita-cita Anda. Tidak ada yang salah untuk ini karena ini baik untuk Anda dan juga baik untuk perusahaan atau institusi dimana Anda bekerja.

Tetapi bayangkan di luar sana, berjuta orang tidak memiliki pekerjaan. Siapa yang akan membangunkan lapangan pekerjaan untuk mereka?

Pemerintahkah? Tentu pemerintah dari waktu ke waktu harus berusaha menciptakan lapangan pekerjaan. Tetapi ini tugas normatif yang sulit terkwantifisir secara riil dari waktu ke waktu.

Tugas para konglomerat kah? Betul bisa jadi mereka menciptakan pekerjaan. Tetapi lagi-lagi apa yang mereka lakukan juga belum cukup untuk menyelesaikan masalah dengan bukti adanya tingkat pengangguran yang masih tinggi tersebut. Juga ketika mereka menciptakan pekerjaan untuk kepentingan kelompok atau group mereka sendiri – inikah yang Anda inginkan? Rasanya bukan juga!

Lantas tugas siapa? Inilah sebenarnya tugas orang-orang cerdas seperti Anda!

Membangun sesuatu yang menciptakan lapangan pekerjaan adalah tugas yang sangat sulit, tidak bisadipecahkan oleh kebanyakan orang. Sama seperti ketika ada ujian di sekolah atau di kampus Anda dahulu.

Ujian-ujian yang sulit tidak bisa dipecahkan oleh teman-teman seangkatan Anda yang biasa-biasa saja, siswa atau mahasiswa cerdas seperti Andalah yang bisa memecahkannya.

Nah sekarang ujian-ujian yang sama sulitnya atau bahkan lebih sulit sedang dihadapi oleh ‘teman-teman’ Anda se negara. Anda yang seharusnya bisa menyelesaikan ujiannya dengan membangun sesuatu yang menciptakan lapangan kerja untuk mereka – tetapi Anda tidak ada – karena Anda sedang sibuk membangun karir Anda sendiri, membangun profesi Anda sendiri.

Maka inilah jebakan profesi itu – yaitu ketika orang-orang cerdas berhasil membangun profesinya sendiri dan menciptakan kerja yang sangat baik tetapi hanya untuk dirinya sendiri.

Lagi-lagi tidak ada yang salah dengan ini, hanya saja saya ingin membuka wawasan lain untuk Anda. Bila memilih jalur bekerja, Anda dengan mudah mengetahui kira-kira seperti apa jenjang karir Anda sampai pensiun itu.

Bila memilih jalur berwirausaha untuk membangun sesuatu yang menciptakan lapangan kerja, resiko tentu sangat besar dan tidak lebih mudah bagi Anda untuk membayangkan masa depan itu akan seperti apa.

Tetapi bayangkan bila Anda tidak hanya bisa menciptakan lapangan kerja untuk diri Anda sendiri, Anda juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitar Anda. Ketika Anda pensiun, mereka tetap bisa bekerja. Bahkan ketika Anda sudah tidak ada-pun, orang-orang tetap bekerja dan menginspirasi generasi selanjutnya untuk terus bekerja.

Tentu ini tidak mudah dan bukan tugas semua orang, ini hanyalah tugas segelintir orang-orang cerdas seperti Anda – bila Anda tidak terjebak dalam jebakan profesi Anda.

Oleh Muhaimin Iqbal
yy/hidayatullah.com