fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


26 Ramadhan 1442  |  Sabtu 08 Mei 2021

Kesuksesan itu Tidak Gratis

Kesuksesan itu Tidak Gratis

Fiqhislam.com - Jika setiap orang ditanya apakah mereka ingin sukses, semuanya pasti menjawab “Ya”. Namun jika ditanya apakah siap untuk membayar kesuksesannya, tidak semua menjawab “Ya”.

Aneh sekali, setiap orang ingin berhasil. Ingin impiannya terwujud. Namun mereka tidak ingin membayar kesuksesan tersebut. Kesuksesan itu harus dibayar. Tidak ada yang gratis di dunia ini. Ke toilet saja bayar, apalagi untuk kesuksesan.

Apa yang harus dibayar untuk sebuah kesuksesan?. Kita harus mau kerja keras. Impian tanpa kerja keras adalah mimpi saat kita tidur. Setiap impian yang kita ingin capai pastilah harus melewati tahap kerja keras. Jadi, siapkah untuk kerja keras?

Kesuksesan yang diraih karena kerja keras akan mendapatkan kepuasan tersendiri. Kerja keras adalah nagian dari proses yang harus kita lewati. Nah, proses inilah yang nantinya akan memberikan pelajaran berharga bagi kita.

Kesuksesan tidak bisa dicapai dengan waktu singkat. Sebuah proses harus kita jalani agar kita menjadi orang yang pantas untuk sukses. Pernahkah kita mendengar sebuah kegagalan? Ya, jika kita ingin sukses maka harus siap gagal.
Gagal bukanlah sebuah kehinaan. Sehingga kita malu akhirnya membuat kita berhenti untuk mencapai impian kita. seperti yang sudah dikatakan bahwa dalam kegagalan terdapat pembelajaran.

Tahukah perbedaan antara kehidupan dan sekolah? Jika di sekolah, kita belajar dahulu kemudian mengikuti ujian. Tetapi dalam kehidupan, kita diuji terlebih dahulu baru kita belajar. Peajaran dalam kehidupan ternyata penting dan itu tidak pernah diajarkan di bangku sekolah.

Kegagalan merupakan ujian dalam proses pencapaian impian. Jika saat gagal kita berhenti dan tidak mawas diri, berarti saat itulah anda telah gagal. Namun jika kita terus berusaha, memperbaiki diri, dan terus belajar, maka pencapaian impian hanya masalah waktu saja.

Seseorang harus punya keinginan sukses. Harus punya impian. Karena impian adalah cita-cita. Cita-cita bisa diartikan sebagai niat. Bukankah niat itu berpahala? Tentunya impian yang dibarengi kerja keras. Jika tidak mau kerja keras itu namanya angan-angan. Dan kita dilarang untuk mempunyai angan-angan.

Allah senantiasa mengawasi hamba Nya. Tidak ada satu orang pun yang luput dari pengawasannya. Begitu juga saat kita memiliki impian, hal pertama yang harus dilakukan adalah meminta izin dan memohon kepada Allah agar mengizinkan impian tersebut terwujud. Kita tidak ada apa-apanya jika tidak ada izin dari Allah. Maka jika kita punya impian, dan ingin sukses. [yy/islampos.com]