18 Safar 1443  |  Minggu 26 September 2021

basmalah.png

Bersahabat Dengan Kritik

http://3.bp.blogspot.com/_IQNzvK57ByQ/SYqwd4UD1LI/AAAAAAAAAN4/dVME8gko6aM/s400/Critic.gif

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tak akan lepas dari kritik. Berfungsi sebagai apa pun dalam masyarakat, kritik akan tetap menjadi bagian hidup kita. Dalam kritik, ada dua hal yang selalu menjadi perhatian, yakni isi dan cara penyampaiannya. Ada yang isinya benar dan cara penyampaiannya baik. Ada pula isinya benar tetapi cara penyampaiannya kurang tepat. Atau, isi kritik salah meskipun cara penyampaiannya baik. Yang paling celaka kalau isi kritik salah, cara penyampaiannya pun tidak baik.

Agar kritik tidak menjadi momok, kiat berikut bisa dicoba:

  • Memahami makna kritik. Sebaiknya, kita menganggap kritik sebagai masukan untuk memperbaiki diri, bukan sebagai ancaman harga diri. Dengan pemahaman seperti itu, akan tercipta sikap positif sewaktu menghadapi kritik.
  • Mencari kritik. Apabila dianggap sebagai hal bermanfaat, carilah dan mintalah kritik dari orang di sekitar kita. Dengan begitu, dapatlah diperoleh gambaran mengenai pribadi kita.
  • Menerima kritik. Terimalah kritik dengan lapang dada. Jangan menyikapinya dengan emosional. Sebaliknya, hadapilah dengan perasaan tenang dan pikiran jernih.
  • Evaluasi diri. Setelah kritik diterima, langkah selanjutnya adalah memilah dan memilihnya. Mana yang isinya benar menurut pandangan objektif, dan mana yang salah. Berdasarkan penilaian itu, kita dapat mengevaluasi dan menilai diri sendiri secara objektif pula.
  • Perbaiki diri. Apabila pribadi kita kurang baik, sudah sepatutnya kalau kita memperbaiki diri. Dalam hal ini, kritik dapat dijadikan sebagai titik tolak dalam pengembangan pribadi. Jadi, dengan kritik dapat diketahui sisi yang menjadi kelemahan kita dan harus segera diperbaiki, sehingga terbentuk pribadi yang baik. (Artikelpintar.com)