fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Sya'ban 1442  |  Minggu 11 April 2021

Trik Jitu Pancing Kembali Semangat Yang Hilang

http://wishbeukhti.files.wordpress.com/2010/07/star.jpg?w=232&h=245Apa yang kita pikirkan akan mendefinisikan semangat kita. Itu mengapa sangat penting untuk selalu membuat diri termotivasi dan menanamkan dalam pikiran bahwa kita mampu memberikan hasil terbaik.

Berbeda dengan pemahaman banyak orang selama ini yang menyebutkan bahwa semangat bisa habis dan harus diisi kembali dengan mengambil jeda, para ahli dari Stanford University berusaha membuktikan bahwa pendapat tersebut kurang tepat. Menurut mereka, semangat yang layu lebih disebabkan karena faktor mindset belaka.

Dari hasil penelitian mereka, diketahui kesanggupan seseorang untuk terus bekerja atau bersemangat sangat ditentukan oleh seberapa besar dan sebatas apa mereka mampu melakukannya.

"Bila Anda merasa semangat itu ada batasnya, maka Anda juga akan mudah lelah jika melakukan pekerjaan yang sulit. Tapi jika Anda merasa tekad dan semangat adalah sesuatu yang tak mudah habis, Anda bisa terus dan terus," kata Veronika Job, peneliti dari Stanford University.

Dalam penelitiannya, Job dan timnya melakukan serangkaian eksperimen untuk menguji para mahasiswa tentang kegigihan mereka. Setelah mengerjakan tugas-tugas kuliah yang melelahkan, mahasiswa yang yakin bahwa semangat itu terbatas, memiliki hasil ujian konsenstrasi yang buruk dibanding dengan mereka yang yakin bahwa semangat adalah sesuatu yang bisa dikendalikan.

"Mahasiswa yang diberikan pengaruh bahwa konsentrasi mereka ada batasnya harus mengambil jeda beberapa saat sebelum melakukan tugas berikutnya. Namun keyakinan bahwa semangat adalah sesuatu yang tidak terbatas membuat mahasiswa lainnya lebih kuat dalam menghadapi tantangan tugas sulit," kata para peneliti.


Dalam jurnal Psychological Science, para peneliti mengatakan bahwa kuat tidaknya seseorang menghadapi godaan sangat ditentukan oleh kekuatan pikiran. Mereka mengatakan, hasil penelitian ini bisa menjadi landasan keyakinan bagi para pecandu untuk mengatasi masalahnya atau para pekerja yang sering kehilangan motivasi bekerja.


Awalnya Anda merasa senang bekerja di tempat kerja sekarang. Namun, entah mengapa, lama-kelamaan kerjaan makin banyak, Anda pun sulit bergerak bebas. Bagaimana mengatasi masalah seperti ini?

sebagai Menurut Donna Turner, praktisi sumber daya manusia Experd, bisa jadi hal tersebut adalah kondisi yang dinamakan job burnout. Merriam-Webster's Collegiate Dictionary mendefinisikan job burnoutexhaustion of physical or emotional strength or motivation usually as a result of prolonged stress or frustation. Sederhananya, job burnout merupakan kepenatan fisik, keletihan emosi, penurunan motivasi, sebagai akibat dari stres atau frustrasi berkepanjangan yang dirasakan seseorang.


Indikasi seseorang yang mengalami job burnout, antara lain: tidak semangat saat mengawali kerja, cenderung menghitung waktu kerja, dan menunggu jam kerja segera berakhir; kehilangan antusiasme dalam menuntaskan tugas/ proyek kerja; tidak lagi bersemangat saat bergaul, sosialisasi dengan rekan kerja dan klien. Juga merasa mudah sakit, letih, sakit kepala, otot-otot tubuh tegang dan kaku, sulit tidur; mudah tersinggung, dan merasa tertekan dengan kelakuan/ perkataan rekan kerja/ atasan. Atasi dengan langkah-langkah berikut ini:

1. Konseling karier dan perencanaan karier
Bila sesungguhnya Anda masih menyenangi pekerjaan, sebaiknya lakukan konseling karier. Evaluasi kembali apa goal pekerjaan Anda. Kaji apakah sudah tercapai, atau sudah melebihi target, atau justru masih jauh.

Diskusikan perencanaan karier Anda dengan atasan. Letih dan jenuh bisa saja mereda begitu Anda mendapat gambaran arah karier ke depan. Pertimbangkan kemungkinan mutasi ke bagian lain, yang lebih membutuhkan kapabilitas Anda, sehingga menjadi tantangan baru. Kejenuhan bisa juga disebabkan Anda sudah overqualified di posisi saat ini.

Perlukan Anda mempelajari skills dan knowledge baru. Anda bisa juga mengajukan diri untuk diikutkan dalam workshop/ seminar/ training relevan dengan yang Anda perlukan.

2. Kelola waktu Anda lebih efektif

a. Evaluasi kembali bagaimana pemanfaatan waktu Anda
Catat detail kegiatan 24 jam selama 7 hari berturut-turut. Temukan kebiasaan kecil yang cenderung buang waktu. Temukan kegiatan mana saja yang dapat dilaksanakan secara bijak. Misal: daripada fokus kerja terganggu akibat spontan membalas e-mail yang masuk, sisihkan waktu khusus dalam 1 hari untuk membalas e-mail secara rutin.

b. Fokus pada tujuan kerja yang utama, batasi godaan
Blokir waktu Anda beberapa jam dalam satu hari untuk mengkhususkan diri pada tugas bermakna/ proyek utama. Singkirkan godaan melakukan aktivitas yang tidak memberi nilai tambah pada tujuan kerja/ hidup Anda. Misal: browsing belanja online, melakukan personal chatting, dan sebagainya.

c. Manfaatkan tools manajemen waktu
Gunakan program / software paling sesuai untuk memudahkan Anda mengelola kegiatan (Outlook dan sejenisnya) dan membantu mencatat/ mengingatkan event penting yang akan berlangsung.

d. Pastikan sistem kerja Anda selalu efisien dan efektif
Organisasikan sistem manajemen files di komputer secara sistematis agar lebih hemat waktu dalam melacaknya. Terapkan cara set-up sistem files dan penanganan data yang efisien.

e. "Tega" menentukan prioritas kegiatan
Dari 10 tugas yang diberikan dalam 1 hari, prioritaskan mana yang paling penting digarap, paling sesuai dengan tujuan utama kerja Anda. Untuk jenis tugas yang sudah biasa dituntaskan dengan sempurna, sudah saatnya didelegasikan pada rekan junior di bawah supervisi Anda.

f. Komunikasikan dengan asertif
Ketika Anda sudah overload, tapi masih dibebani proyek-proyek baru, sampaikan penolakan secara asertif. Sampaikan usulan alternatif solusi Anda pada pemberi proyek/ atasan. Usulkan atasan memakai tenaga outsourcing/ freelance/ part time ke bagian HR agar pekerjaan tertangani.

g. Habituasi gaya hidup sehat
Agar vitalitas fisik dan antusiasme kerja terjaga, ikuti gaya hidup bugar dan sehat. Mulai lagi mendisiplinkan diri untuk berolahraga sesuai kondisi fisik Anda, setelah berkonsultasi dengan pakarnya. (fn/k3m/suaramedia.com)