fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Sya'ban 1442  |  Minggu 11 April 2021

Gaya Hidup 'Bahaya' Si Gila Kerja

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:mWvKTBkyDM5H2M:http://kopidingin.files.wordpress.com/2008/06/stress2.jpg&t=1

Banyak orang seringkali tak sadar tumbuh menjadi workaholic atau gila kerja. Tak jarang urusan kantor masuk ke area privat. Tanda yang kerap muncul adalah tetap sibuk dengan urusan kantor saat di rumah atau sedang berlibur.

Itu mungkin Anda lakukan tanpa sadar demi meraih puncak karier impian. Tapi ingat, terlalu ambisius dalam bekerja bisa membahayakan kesehatan. Sejumlah penyakit yang berhubungan dengan stres menjadi ancaman.

Kala itu terjadi, hasil jerih payah yang Anda kumpulkan selama bertahun-tahun bisa habis seketika untuk membiayai pengobatan. Jangan remehkan ancaman ini. Sebab, orang yang terlalu gila kerja cenderung memiliki gaya hidup tak sehat.

"Banyak orang merasa mereka harus bekerja keras demi keberhasilan finansial. Tapi tekanan tinggi pekerjaan dan jam kerja yang panjang secara nyata bisa mengancam kesehatan dalam jangka panjang," kata George Griffing, MD, profesor penyakit dalam di Saint Louis University seperti dikutip laman Times of India.

Si gila kerja seringkali menerapkan gaya hidup negatif yang membuat kesehatan memburuk dari hari ke hari. Berikut adalah tujuh kebiasaan terburuk dari si gila yang harus segera dihilangkan.

1. Lupa bersantai
Ini bisa menyebabkan stres. Padahal jika meluangkan waktu untuk bersantai sejenak bisa membuat Anda lebih waspada dan termotivasi. Terlalu banyak tekanan atau stres kronis tak hanya membuat seseorang tidak produktif, tapi juga memicu penyakit kardiovaskuler.

2. Makan di perjalanan
Di sela-sela rapat dan kesibukan kerja, si gila kerja seringkali melupakan ritual makan siang yang tenang. Makan dalam kondisi terburu-buru sambil memikirkan pekerjaan tidak baik untuk metabolisme tubuh.

Suasana tenang saat makan siang penting agar kandungan gizi dari makanan yang mudah diserap tubuh. Penyerapan gizi yang baik akan menjadikan seseorang lebih produktif, terutama untuk menciptakan ide cemerlang demi keberhasilan kerja.

3. Menunda tidur
Seorang profesional yang supersibuk tetap butuh istirahat tidur 7-9 jam setiap malam. Kehilangan waktu tidur dapat menyebabkan iritabilitas, kesulitan berkonsentrasi, dan masalah memori. Ini juga dikaitkan dengan obesitas.

4. Olahraga
Dengan alasan sibuk, si gila kerja biasanya menjadi malas melakukan olahraga. Mereka berpikir olahraga hanya akan menambah lelah setelah seharian bekerja. Sesibuk apapun, seseorang harus tetap meluangkan waktu untuk olahraga minimal 30 menit per hari demi kesehatan jangka panjang.

5. Bekerja ketika sakit
Banyak orang datang ke kantor untuk bekerja walaupun sedang sakit. Tetapi ada tiga alasan penting saat sakit Anda perlu tetap di rumah. Tak seorang pun ingin Anda menjadi penyebar kuman dan penyakit mewabah di kantor, Anda akan kurang produktif dan Anda perlu istirahat agar bekerja lebih baik.

6. Kurang minum
Dengan kesibukan tinggi, si gila kerja biasanya sering lupa minum. Selain konsumsi air putih yang sedikit, mereka umumnya juga suka menahan buang air kecil hingga pekerjaan selesai. Ini tak baik bagi kesehatan ginjal dan saluran kemih.

7. Pemeriksaan kesehatan rutin
Orang sibuk cenderung abai dengan kesehatannya. Alasan sibuk pula membuat mereka merasa tak terlalu penting melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Padahal, ini penting untuk deteksi dini penyakit serius. (Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti | VIVAnews.com)