pustaka.png.orig
basmalah.png


15 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 25 Juni 2021

Nikmati Pengorbanan Dalam Mengejar Impian

http://3.bp.blogspot.com/_WY5K1Gkk8sc/SwC1NkXufUI/AAAAAAAAAVo/U-r5GP3AYhU/s320/Award+backlink.jpg

Bagi banyak orang, kata "pengorbanan" memiliki konotasi yang negatif. Mereka hanya memahami setengah dari arti pengorbanan, yaitu melepaskan sesuatu yang diinginkan. Setengah arti berikutnya dari kata "pengorbanan", yang tidak diketahui oleh banyak orang adalah : "untuk mendapatkan sasaran, tujuan, atau impian yang tinggi atau sesuatu yang bahkan lebih berharga". Sebagai contoh : bila Anda seorang pegawai, dan ingin memperoleh penghasilan tambahan dengan kerja part time ditempat lain atau memulai bisnis sampingan sendiri, maka tentunya Anda harus meninggalkan zona nyaman Anda kalau memang ingin berhasil. Anda harus mengorbankan waktu nonton TV tiap malam, mengorbankan nonton sepak bola di akhir pekan, mengurangi jadwal nongkrong di cafe bersama teman teman, dan kegiatan tidak produktif lainnya.
Pada awalnya mungkin Anda akan merasa berat, namun jika telah dijalani beberapa waktu, Anda akan memperoleh beberapa keuntungan, diantaranya :

Anda akan menemukan bahwa dengan mengorbankan kegiatan yang tidak berarti, Anda akan lebih menyukai diri sendiri. Anda akan menemukan bahwa Anda telah bertanggung jawab atas masa depan Anda sendiri.

Keuangan Anda akan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, dan lain sebagainya.

Ketika Anda belajar menerapkan kata "pengorbanan" dalam arti yang sesungguhnya, maka biasanya percaya diri, nilai diri, dan citra diri Anda akan meningkat, demikian pula dengan penghasilan Anda.

A.P. Goutley pernah menulis : "Untuk memperoleh keuntungan tanpa resiko, pengalaman tanpa bahaya, dan hadiah tanpa kerja, adalah sama mustahilnya dengan hidup tanpa dilahirkan"


Selamat berkorban demi impian !! Sukses dimulai dari sebuah impian. Tak seorang pun dari kita yang dapat merubah masa lalu. Namun kita dapat mengubah masa depan kita melalui impian yang jelas, dan tindakan yang terarah dan konsisten untuk meraihnya.


Di dunia ini, hanya sedikit orang yang meraih keberhasilan yang cemerlang dalam meraih penghasilan baik dalam bisnis maupun karier di dunia korporasi. Mengapa ? Para minoritas ini, memiliki beragam latar belakang, ada yang hanya lulusan Sekolah dasar, ada yang lulusan perguruan tinggi, memiliki beragam suku bangsa dan strata sosial, namun mereka semua memiliki satu kesamaan, yaitu memiliki dan mengembangkan impian yang jelas.

Untuk dapat memiliki dan mengembangkan impian, Anda harus menyingkirkan enam keyakinan yang menghancurkan impian orang kebanyakan.


Berikut beberapa keyakinan yang dapat menghancurkan impian seseorang :


1. Tidak memiliki cukup pendidikan
.

Pendidikan sampai titik tertentu memang bermanfaat dalam sebagian besar pekerjaan. Namun, mempercayai bahwa pendidikan formal merupakan satu-satunya jaminan keberhasilan, kesuksesan, kedamaian pikiran adalah hal yang bodoh. Saat, ini banyak lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Sementara itu, banyak orang yang tidak pernah mengikuti pendidikan akademi, memiliki beberapa bisnis besar, dan menggaji ratusan karyawan yang memiliki gelar sarjana !!
Banyak jurnalis dan penulis yang berhasil walaupun tidak belajar menulis melalui pendidikan formal. Demikian pula pelukis, aktor seni peran dan sebagainya. Pertimbangkan dua kali bila seseorang menyarankan Anda untuk "kembali ke sekolah dan belajar lagi"

2. Tidak memiliki cukup modal untuk memulai bisnis sendiri
.

Tidak memiliki cukup modal merupakan alasan yang seringkali dilontarkan oleh orang-orang yang tidak memiliki impian yang kuat dan kurang daya kreatifitas. Maindset pengusaha justru kebalikannya, bagaimana memanfaatkan potensi di sekitarnya tanpa banyak keluar modal, bila perlu tidak keluar modal sama sekali. Cukup gunakan modal orang - orang disekitarnya.

Hidup di dunia ini, seharusnya realistis, bukan menjadi pemimpi. Seringkali kita takut dengan reaksi orang yang menganggap kita adalah pemimpi. Cobalah Anda renungkan sejenak. Segala pencapaian manusia yang menakjubkan, selalu berawal dari sebuah impian. Semua bisnis, pesawat terbang, televisi, roket ke bulan, gedung pencakar langit, dan semua pencapaian lainnya, adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.


Neil Amstrong tidak akan menjejakkan kakinya di bulan, seandainya Wernher Von Braun, mendengarkan orang-orang yang menertawakan ambisinya untuk mendaratkan manusia di bulan.

3. Bidang yang sedang saya tekuni sudah penuh sesak dan terlalu banyak kompetitor
.

Di setiap bidang pekerjaan atau usaha apapun, selalu ada orang yang sukses, yang berhasil mengumpulkan banyak uang. Keberhasilan bukan ditentukan oleh bidang yang Anda tekuni. Namun, lebih karena kemampuan Anda untuk menjadi yang terbaik di bidang yang Anda tekuni. Dan, untuk menjadi yang terbaik di suatu bidang tertentu, Anda harus mencintai apa yang Anda lakukan. Jadi, dalam menekuni suatu usaha, tidak perlu melihat tingkat kompetisinya. Yang lebih penting adalah apakah Anda menyukainya atau tidak...

4. Saya tidak punya cukup waktu
.

Setiap orang mempunyai waktu yang sama tiap harinya. Ya, siapa pun, dan darimana pun, Anda hanya punya waktu 24 jam. Ada yang berhasil, dan sukses dengan memanfaatkan 24 jam. Dan, ada orang yang gagal atau hidupnya biasa biasa saja, dan merasa masih kekurangan waktu. Ketersediaan waktu hanyalah keadaan pikiran. Bila Anda mau berpikir bagaimana saya dapat mengerjakan lebih banyak hal, maka otomatis Anda akan mulai memanfaatkan waktu dengan lebih effisien dan efektif.

Berikut tips mendapatkan waktu tambahan ekstra tiap harinya :

- Batasi nonton TV maksimal hanya 30 menit tiap hari.
- Hentikan langganan koran.
- Abaikan obrolan teman-teman yang hanya mengeluh tentang betapa buruknya dunia ini.
- Setiap orang hidup tepat 1.440 menit setiap 24 jam. Masing-masing dari kita memutuskan apakah akan menggunakannya lebih efektif dan produktif, atau hanya menyia-nyiakannya saja. (fn/i2d)

Sumber: suaramedia.com