fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


28 Sya'ban 1442  |  Sabtu 10 April 2021

Produktif Tidak Selalu Melelahkan

Produktif Tidak Selalu MelelahkanDetik.com - Uyung Pramudiarja - Jakarta, Bekerja keras sepanjang hari bisa membuat lelah jiwa dan raga, sehingga mudah terserang stres maupun berbagai macam penyakit. Asal tahu kuncinya, siapapun tetap bisa produktif tanpa harus menyiksa diri.

Ketua Dewan Pelatihan Kerja Nasional, M. Moedjiman menyampaikan hal itu saat tampil di acara pencanangan 'Aksi Semangat Indonesia' di Marios Place, Jakarta, Rabu (19/5/2010) yang diadakan oleh PT Kalbe Farma Tbk.

Moedjiman menilai, pendapat bahwa produktivitas harus dicapai melalui kerja keras adalah pandangan yang salah. Menurutnya, kerja cerdik akan membuahkan hasil yang lebih memuaskan dibandingkan sekedar kerja keras.

"Ada yang sudah bekerja mati-matian tapi hasilnya tetap tidak sesuai target. Yang seperti itu tidak bisa dibilang produktif. Sebab produktivitas itu meliputi 3 unsur yakni efisiensi, efektivitas dan kualitas," kata Moedjiman.

Efisiensi menunjukkan bahwa kerasnya usaha sebanding dengan hasil yang diraih. Efektivitas dilihat dari kesesuaian target dengan realisasi, baik dari sisi waktu maupun kualitas. Kualitas hasil itu sendiri diukur berdasarkan syarat atau spesifikasi yang sudah ditentukan sebelumnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh pengusaha muda Agung Nugroho Susanto (25 tahun), pemilik usaha franchise laundry kiloan Simply Fresh. Menurutnya, untuk mencapai sukses butuh lebih dari sekedar kerja keras.

Sukses memerlukan kerja cerdas, yang berarti butuh strategi. Selain itu juga butuh kerja ikhlas, yakni bekerja dengan hati. Tidak mengeluh, dan mensyukuri hasil apapun yang diraih. Jika telah memiliki ketiganya, pekerjaan seberat apapun tidak akan terasa melelahkan.

Berbekal prinsip tersebut, kini Agung sanggup mengelola lebih dari 100 outlet tanpa harus jatuh sakit karena kelelahan. Tak hanya itu, kini Agung juga menjalankan beberapa usaha lain termasuk bisnis properti dengan omset sekitar Rp 2 miliar per bulan.

Memang, tidak semua faktor yang menentukan produktivitas datang dari dalam diri seseorang. Faktor luar sering tidak diperhitungkan, kemudian menghalangi sukses yang seharusnya dapat diraih.

Sebagai contoh ketika motivasi sudah ada dan strategi sudah dirancang begitu matang, ternyata terjebak macet sehingga terlambat datang ke kantor. Hal-hal seperti ini bagi sebagian orang terutama di Jakarta sering tak terhindarkan.

"Tidak boleh menyerah, semua bisa disiasati. Sepanjang karir saya, Alhamdulillah belum pernah terlambat karena macet. Sebelum jalannya macet, saya harus sudah di kantor," kata Abdul Wahab Bangkona, PLT Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Abdul Wahab mengaku tidak pernah mendapat kesulitan untuk selalu bangun pagi, karena memang sudah menjadi kebiasaanya sejak kecil. Kini kebiasaan tersebut ia ajarkan kepada anak-anaknya.

Meski selalu bangun subuh, Abdul Wahab tidak pernah mengantuk ataupun kelelahan karena kurang tidur. Sebab jika tidak sedang ada pekerjaan yang menuntutnya untuk lembur, ia tidak pernah tidur di atas pukul 10 malam.
(up/ir)