12 Jumadil-Awwal 1444  |  Selasa 06 Desember 2022

basmalah.png

Ciptakan Pribadi Pantang Menyerah Dalam Diri Kita

http://3.bp.blogspot.com/_PkYZWI9mYnc/Sq8Ix4Xu_0I/AAAAAAAAAFc/Tmv3e1aphJk/s400/tantangan.jpg

SuaraMedia.com - Siapa pun kita, tidak ada yang bebas dari tekanan hidup atau stres. Bagaimana kita menyikapi atau merespon stres, ternyata sangat membedakan kita satu sama lain. Ada orang yang mudah mengeluh dan mudah menyerah dalam menghadapi tekanan hidup.

Ada pula yang begitu tegar, optimistis, dan memandang tekanan hidup sebagai tantangan yang dapat dihadapi. Perbedaan ini dapat disebut perbedaan dalam ketabahan menghadapi stres. Ketabahan hati ternyata memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan fisik dan mental kita.

Ketabahan hati, keteguhan hati, atau hardiness, merupakan topik yang jarang dibicarakan dalam psikologi. Untunglah, hal tersebut masih menjadi perhatian sebagian kalangan psikologi, sehingga kita dapat memanfaatkan pengetahuan mengenai ketabahan hati untuk keperluan praktis dalam menghadapi persoalan hidup.

Dalam uraian ini kita akan menemukan pengertian, komponen-komponen, dan manfaat dari ketabahan hati.

Pengertian
Kobasa dkk. dalam Journal of Personality and Social Psychology (1982) menjelaskan ketabahan hati sebagai suatu konstelasi karakteristik kepribadian yang berfungsi sebagai sumber daya untuk menghadapi peristiwa-peristiwa hidup yang menimbulkan stres.

Tokoh lain, Cotton (1990), lebih jelas lagi mengartikan ketabahan hati sebagai komitmen yang kuat terhadap diri sendiri, sehingga dapat menciptakan tingkah laku yang aktif terhadap lingkungan dan perasaan bermakna yang menetralkan efek negatif stres.

Sementara Quick dkk. (1997) menyatakan ketabahan hati sebagai konstruksi kepribadian yang merefleksikan sebuah orientasi yang lebih optimistis terhadap hal-hal yang menyebabkan stres. Ini sesuai dengan pendapat Kobasa yang melihat ketabahan hati sebagai kecenderungan untuk mempersepsikan atau memandang peristiwa-peristiwa hidup yang potensial mendatangkan stres sebagai sesuatu yang tidak terlalu mengancam.

Orang yang memiliki ketabahan hati memiliki keberanian berkonfrontasi terhadap perubahan atau perbedaan dan menarik hikmah dari keadaan tersebut (Foster & Dion, 2004).


Nah, apa yang dapat Anda simpulkan mengenai ketabahan hati berdasarkan berbagai penjelasan tadi?


Komponen

Komponen atau aspek apa saja yang terdapat dalam ketabahan hati? Pengetahuan mengenai hal ini memberikan kejelasan kepada kita untuk dapat mewujudkan ketabahan dalam hidup kita.

Franken dalam bukunya Human Motivation (2002) menjelaskan adanya tiga komponen di dalam ketabahan hati. Ketiga komponen itu adalah:


1.    Kontrol

Komponen ini berisi keyakinan bahwa individu dapat memengaruhi atau mengendalikan apa saja yang terjadi dalam hidupnya. Individu percaya bahwa dirinya dapat menentukan terjadinya sesuatu dalam hidupnya, sehingga tidak mudah menyerah ketika sedang berada dalam keadaan tertekan.

Individu dengan  ketabahan hati yang tinggi memiliki pandangan bahwa semua kejadian dalam lingkungan dapat ditangani oleh dirinya sendiri dan ia bertanggung jawab terhadap apa yang harus dilakukan sebagai respon terhadap stres.


Seorang tokoh, DuDell, menjabarkan komponen ini menjadi empat, yaitu: (a) kerelaan dan keterampilan untuk membuat keputusan yang baik; (b) perasaan otonomi diri dan perasaan adanya suatu pilihan yang dapat diambil; (c) kemampuan untuk melihat peristiwa yang menyebabkan stres sebagai suatu bagian dari kehidupan; (d) motivasi untuk berprestasi sesuai dengan tujuan.

2.    Komitmen

Komponen ini berisi keyakinan bahwa hidup itu bermakna dan memiliki tujuan. Individu juga berkeyakinan teguh pada dirinya sendiri walau apa pun yang akan terjadi.

Individu dengan ketabahan hati yang tinggi percaya akan nilai-nilai kebenaran, kepentingan dan nilai-nilai yang menarik tentang siapakah dirinya dan apa yang mampu ia lakukan. Selain itu, individu dengan ketabahan hati yang tinggi juga percaya bahwa perubahan akan membantu dirinya berkembang dan mendapatkan kebijaksanaan serta belajar banyak dari pengalaman yang telah didapat.

DuDell menjabarkan komponen ini menjadi empat, yaitu: (a) ketertarikan dan keingintahuan tentang hidup; (b) keyakinan dan ketahanan diri; (c) kerelaan untuk mencari bantuan dan dukungan sosial; (d) kemampuan mengenali nilai-nilai pribadinya yang unik dan tujuannya sendiri.

3.    Tantangan

Komponen ini berupa pengertian bahwa hal-hal yang sulit dilakukan atau diwujudkan adalah sesuatu yang umum terjadi dalam kehidupan, yang pada akhirnya akan datang kesempatan untuk melakukan dan mewujudkan hal tersebut.

Dengan demikian individu akan secara ikhlas bersedia terlibat dalam segala perubahan dan melakukan segala aktivitas baru untuk bisa lebih maju. Individu seperti ini biasanya menilai perubahan sebagai sesuatu yang menyenangkan dan menantang daripada sesuatu yang sifatnya mengancam. Dengan pandangan yang terbuka dan fleksibel, tantangan dapat dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan harus dihadapi. Bahkan, tantangan dilihat sebagai kesempatan untuk belajar lebih banyak.


DuDell menjabarkan komponen ini menjadi empat, yaitu: (a) pendekatan yang fleksibel terhadap orang lain dan kondisi-kondisi tertentu; (b) memandang segala sesuatu secara positif dan optimis; (c) kerelaan untuk mengambil risiko yang membangun; (d) penghargaan serta penerimaan atas keunikan diri sendiri sebagai suatu berkah.


Tidak Mudah Jatuh Sakit

Orang yang tabah dapat memetik beberapa manfaat bagi dirinya. Wahyu Rahardjo dalam laporan penelitiannya mengenai ketabahan hati (2005) merangkum dari berbagai literatur, dan menuliskan adanya tujuh fungsi ketabahan hati ini.

1.    Membantu dalam proses adaptasi

Individu dengan ketabahan yang tinggi akan sangat terbantu dalam melakukan proses adaptasi terhadap hal-hal baru, sehingga stres yang ditimbulkan tidak banyak. Sebuah penelitian membuktikan bahwa etnis Cina Kanada yang tinggal di Toronto, yang memiliki ketabahan hati lebih tinggi, lebih mudah beradaptasi dan mengurangi efek kecemasan serta tetap memiliki harga diri yang tinggi ketika mengalami diskriminasi. Sebuah penelitian lain memiliki hasil yang senada, menunjukkan bahwa ketabahan hati dapat membantu penyesuaian diri remaja pria yang melakukan wajib militer.

2.    Lebih memiliki toleransi terhadap frustrasi

Sebuah penelitian terhadap dua kelompok mahasiswa, yaitu kelompok yang memiliki ketabahan hati tinggi dan yang rendah, menunjukkan bahwa mereka yang memiliki ketabahan hati tinggi menunjukkan tingkat frustrasi yang lebih rendah dibanding mereka yang ketabahan hatinya rendah.

Senada dengan hasil penelitian itu, penelitian lain menyimpulkan bahwa ketabahan hati dapat membantu mahasiswa untuk tidak berpikir akan melakukan bunuh diri ketika sedang stres dan putus asa.


3.    Mengurangi akibat buruk dari stres

Kobasa yang banyak meneliti ketabahan hati menyebutkan bahwa ketabahan hati sangat efektif berperan ketika terjadi periode stres dalam kehidupan seseorang. Demikian pula pernyataan beberapa tokoh lain. Hal ini dapat terjadi karena mereka tidak terlalu menganggap stres sebagai suatu ancaman.

4.    Mengurangi kemungkinan terjadinya burnout

Burnout, yaitu situasi kehilangan kontrol pribadi karena terlalu besarnya tekanan pekerjaan terhadap diri, sangat rentan dialami oleh pekerja-pekerja emergency seperti perawat dsb. yang memiliki beban kerja tinggi. Untuk individu yang memiliki beban kerja tinggi, ketabahan hati sangat dibutuhkan untuk mengurangi burnout yang sangat mungkin timbul. Sebuah penelitian memberikan hasil yang sesuai dengan pernyataan itu, yaitu perawat yang memiliki ketabahan hati tinggi, ternyata lebih sulit mengalami burnout dibanding perawat yang ketabahan hatinya rendah.

5.    Mengurangi penilaian negatif terhadap suatu kejadian atau keadaan yang dirasa mengancam dan meningkatkan pengharapan untuk melakukan coping yang berhasil

Coping adalah penyesuaian secara kognitif dan perilaku menuju keadaan yang lebih baik, bertoleransi terhadap tuntutan internal dan eksternal yang terdapat dalam situasi stres. Ketabahan hati membuat individu dapat melakukan coping yang cocok dengan masalah yang sedang dihadapi. Individu dengan ketabahan hati tinggi cenderung memandang situasi yang menyebabkan stres sebagai hal positif, dan karena itu mereka dapat lebih jernih dalam menentukan coping yang sesuai.

Pernyataan dari Schult & Schult (1994) tersebut didukung oleh sebuah penelitian terhadap perawat yang menunjukkan bahwa mereka yang memiliki ketabahan hati tinggi lebih baik dalam memilih coping yang sesuai dengan masalah yang dihadapi.


6.    Lebih sulit untuk jatuh sakit yang biasanya disebabkan oleh stres

Ketabahan hati dapat menjaga individu untuk tetap sehat walaupun mengalami kejadian-kejadian yang penuh stres (Smet, 1994). Karena lebih tahan terhadap stres, individu juga akan lebih sehat dan tidak mudah jatuh sakit karena caranya menghadapi stres lebih baik dibanding individu yang ketabahan hatinya rendah (Cooper dkk, 1998).

7.    Membantu individu untuk melihat kesempatan lebih jernih sebagai suatu latihan untuk mengambil keputusan

Kobasa & Pucetti (1983) menyatakan bahwa ketabahan hati dapat membantu individu untuk melihat kesempatan lebih jernih sebagai suatu latihan untuk mengambil keputusan, baik dalam keadaan stres ataupun tidak.

Menjadi seorang entrepreneur sejati, dibutuhkan kesabaran dan keuletan. Sifat pantang menyerah menjadi modal utama. Uang adalah modal kesekian.

Di bawah embusan hawa sejuk air conditioner (AC), diskusi mengalir hangat. Apalagi saat tiga pembicara menceritakan suka dukanya dalam membangun usaha. Mereka rata-rata berangkat dari bawah. Dirut Diva Sakinah Hj Irwati Slamet Irjan misalnya, juga mengawali kariernya dari asuransi.


Di perusahaannya, Irwati sudah menjadi karyawan tetap, dan sering mengikuti acara motivator Bambang Soengkono. Di situ dia menyimak bahwa orang yang sukses berangkat dari orang yang pantang menyerah.


Dia mencontohkan pada perusahaan asuransi. Menurutnya, lebih baik kita menangis di depan nasabah, dari pada ketika pulang ditangisi anak istri karena sakit tapi tak punya uang untuk berobat. "Ada banyak motivasi dalam diri saya untuk bisa sukses. Waktu kecil saya bercita-cita menjadi dosen. Saat itu, saya sudah menuliskan nama saya dengan gelar yang sangat panjang," ujarnya.


Irwati memiliki lima saudara, empat cewek dan satu cowok. Ayahnya mantan Kapolsek di Enrekang dan ibunya seorang guru. Sejak kecil, dirinya selalu berprestasi di sekolah. Bahkan pernah mendapat gelar siswa teladan dan memperoleh hadiah dari gubernur sebesar Rp 30 ribu (tahun 1980-an).


Saat duduk di SMA Enrekang, dia hanya terpaut tiga angka dengan siswa SMA dari Bone, sehingga gagal mewakili Sulsel ke tingkat nasional. Waktu mahasiswa, Irwati mulai belajar bisnis. Dia memperbanyak buku materi kuliah dengan fotokopi, kemudian menjual ke teman-temannya.


Dia juga pernah masuk ke lembaga penerbitan kampus Identitas, dan bercita-cita untuk menaklukkan dunia dengan menjadi wartawan. Dia juga berbisnis di kantin kampus, masuk berbagai multilevel marketing. "Alhamdulillah, orang tua tidak pernah membiayai kuliah saya, malah saya yang sering membiayai sekolah adik-adik saya," ujarnya.


Namun, dunia tiba-tiba berubah sewaktu ayah Irwati kena stroke pada 1990. Obatnya mahal, dan empat bulan di ICU. "Saya seperti dokter coas. Ada 56 infus botol yang sering dipasangkan ke ayah saya, dan sampai sekarang saya masih hafal nama-namanya," papar Irwati dengan suara serak. Dia terdiam sesaat, suasana hening. Ternyata, wanita berjilbab ini meneteskan air mata.


Sesaat kemudian, dia melanjutkan kisahnya. Berangkat dari itu, Irwati kemudian berprinsip bahwa dirinya tidak boleh menyerah. Dia kemudian salat hajat, dan berdoa kepada Allah agar Yang Maha Kuasa tidak memanggil ayahnya lebih dulu, karena dirinya belum siap.


Pasalnya adik-adiknya masih kecil. Agar ayahnya tetap sehat, ipar Irwati yang saat itu bekerja di Bank Indonesia menggunakan kartu jaminan kesehatannya untuk dipergunakan ayahnya.


Ayah Irwati termasuk salah seorang dai yang sering ceramah di masjid. Meski jaraknya sekira empat kilometer dari rumahnya di Enrekang, Irwati sering ikut dan tertidur di mimbar. Makanya Irwati tidak terlalu kesulitan waktu mendirikan Diva Sakinah, karena sudah terbiasa ke masjid.


Dia membuka biro haji, karena memang punya cita-cita bagaimana bisa keliling dunia. Menurutnya, untuk bisa sukses di sebuah usaha, seorang entrepreneur tidak boleh menyerah. "Never ever give up. Juga terapkan prinsip 3 T, yakni, Trans to company, Trans to product, dan Trans to leader," ujarnya.


Kisah pahit getir dalam membangun usaha juga dialami Direktur CV Lintas Media, Zainal Tahir. Menurutnya, untuk mencapai kesuksesan memang butuh usaha dari bawah. Orang tua Zainal, H Muh Tahir Dg Ngeppek, adalah seorang tukang kayu.


"Kalau tak ada kerjanya, rumah yang dibongkar-bongkar. Bapak saya dulu preman, dan baru sadar dari premannya waktu 1994, ketika saya mau sarjana," ujarnya.


Dia melanjutkan kisahnya. Zainal mengaku ayahnya dulu pemabuk, namun Zainal tetap kuliah. Dia pernah menjadi asisten tukang parkir waktu SMP, kemudian jadi tukang parkir, dan menjual air. Bahkan pada saat semester awal kuliah, mantan Ketua KPU Gowa ini pernah menjadi pencatat meteran (cater) PLN dengan gaji Rp 50 ribu per bulan.


Zainal kuliah di Fisipol, dan saat itu masuk sahabat pena dan sering melahirkan puisi dan cerpen. Bahkan, dia bertemu dengan istrinya gara-gara tertarik dengan cerpennya. "Untuk bisa sukses, pertama harus kreatif. Kreatif tidak bisa ada kalau kita tidak dalam keadaan terdesak. Banyak hal yang bisa dilakukan kalau kita terdesak," ujarnya.


Pada 2004, Zainal ingin berbisnis ruko. Ada lahan 1.300 meter di Sungguminasa, tepatnya di depan perumahan Andi Tonro. Dia tidak tahu siapa yang punya lahan, dan saat itu dia baru menjadi anggota KPU dengan gaji Rp 4,5 juta.


Dengan bermodal dua meter batang bambu dan sepotong tripleks, Zainal memasang papan dan mencantumkan nomor teleponnya. Malamnya, dia ditelepon seseorang yang mengaku mantan Camat Sombaopu yang ternyata dipercaya mencari penjual. Dia kemudian bermohon ke bank dengan jaminan sertifikat rumah, dan dia diberi pinjaman Rp 250 juta.


Tanah 1.300 meter itu, kemudian dia jadikan lima ruko, empat dijual dan satu dia miliki untuk kepentingan bisnisnya. Sukses di bisnis ruko, pada 2006, Zainal masuk di pasar modal. "Saya menjadi independen trader. Setiap hari saya punya keuntungan 1 persen. Satu hari saya pernah mendapat Rp 34 juta di perusahaan gas," ujarnya.


Pada 2008, Zainal bangkrut. Menurutnya, pada saat itu tidak ada pengusaha pasar modal yang tidak rugi, termasuk Abu Rizal Bakrie. "Pada 6 Oktober 2008, Rp 800 juta uang saya habis per hari, sehingga kerugian saya sekitar Rp 2miliar. Ada yang salah, saya kemudian membaca buku tentang investasi," katanya.


Selain kreatif, lanjut Zainal, seorang pengusaha harus berani, juga harus memiliki sifat-sifat spekulasi. Yang lainnya, kata dia, mesti punya impian. "Kemarin saya di mal jalan-jalan. Lihat Mercy M50. Saya naik, pegang-pegang setirnya, saya tepuk kursinya dan saya katakan, saya akan beli ini.


Saya akan pakai ini. Setiap lewat di Gelael, saya selalu bilang, saya akan beli ini," ungkapnya. Resep lainnya, kata Zainal, seorang pengusaha mesti membahagiakan orang tua, rajin bersedekah, serta jangan menghindari utang sepanjang yang menjadi agunan adalah properti.


Modal semangat pantang menyerah juga diungkapkan Yudi F Arsono atau yang akrab disapa Ondong. Menurutnya, ketika seorang pengusaha memulai usaha dari titik nol, maka dia akan kuat menghadapi cobaan.


Pemaparan tiga pembicara tersebut, disambut antusias peserta. Nursidah, salah seorang owner RM Ulu Juku menanyakan bagaimana komitmen awal ketiga pembicara sehingga bisa sukses, serta kiat menghadapi karyawan agar tidak jenuh dan santai dalam menjalankan usahanya.


Pasalnya, kata dia, karyawan adalah aset utama sebuah perusahaan. Demikian pula Rusdianto seorang mahasiswa Fakultas Hukum UMI yang menanyakan secara khusus kepada Zainal Tahir bagaimana bisa menjadi aktivis yang sukses. Pertanyaan senada juga disampaikan Jusman Ahmad (Mahasiswa Filsafat UIN) yang menanyakan tips mengatur usaha, sehingga ketiga pembicara bisa sukses.


Menjawab pertanyaan tersebut, Yudi mengatakan, sebuah produk yang bagus, tidak akan berarti apa-apa jika tidak ditunjang promosi dan kualitas penciptaan merek. Sejak awal, Yudi berusaha mencipta merek dulu.


"Saya mencoba membuat spanduk di sudut-sudut kota yang hanya bertuliskan Solthana. Orang kemudian penasaran, apa itu Solthana, akhirnya tercipta di otak kanan. Kalau sudah seperti itu, itu sudah merupakan keberhasilan," ujarnya.


Selain itu, karyawan harus diberikan kepercayaan penuh, sehingga usaha bisa gemuk dan berjalan by system. "Untuk sebuah usaha, menjadi pengusaha kita harus bermimpi. Ketika ada mimpi ada keinginan, dan ketika ada keinginan ada motivasi. Membaca succes story seseorang, juga bisa menciptakan naluri bisnis yang maksimal," bebernya.


Sementara itu, Irwati mengatakan, modal itu tidak perlu uang, tapi yang penting kreativitas dan jualan. Menurutnya, travel di Makassar ada ribuan, tapi hanya segelintir yang bisa menjual Al Aqsa, salah satunya adalah Diva Sakinah.


Zainal Tahir mengataan, dirinya dulu bercita-cita ingin membuka rumah makan. Menurutnya, untuk rumah makan, yang paling penting adalah kebersihan. Zainal tiga tahun mendalami Forex. Di pasar finansial maupun pasar modal, kata dia, ada 700 item yang bisa diperdagangkan.


Nilai yang diperdagangkan, bukan fisik. "Ada juga broker yang memainkan uangnya orang, tapi mesti punya ilmunya. Kalau ada teman-teman yang mau belajar, silakan sama saya," ajaknya.

Sikap pantang menyerah akan melahirkan pemenang. Sikap ini akan meroketkannya sampai ke puncak. Di tengah perjalanan, Anda pasti akan menemukan kendala dan hambatan. Orang yang kalah akan segera menyerah, dan seorang pemenang justru akan semakin Maju.

Pribadi pantang menyerah (tangguh) adalah tidak lain sebutan bagi pribadi yang tidak merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadinya menganggap sesuatu yang terjadi itu dari segi positifnya. Tidak berhasil menyelesaikan suatu permasalahan tidak membuat seseorang dikatakan gagal karena orang yang tidak berhasil untuk pertama kali bisa mencoba lagi untuk kedua kalinya, dan orang yang gagal kedua kali bisa mencoba lagi untuk ketiga kali, sampai ia berhasil. Tetapi patah semangat yang muncul karena tidak berhasil menyelesaikan suatu permasalahan bisa membuat seseorang Gagal.

Menjaga konsistensi kegigihan dan pantang menyerah sama artinya seperti Kita pergi mencari rahasia sukses dari orang - orang tersukses yang Kita kagumi. Hidup ini mengajarkan kepada kita semua untuk selalu melintasi semua medan perjalanan tanpa pernah mengeluh apa lagi putus asa terhadap situasi dan kondisi yang kita temukan di medan perjalanan tersebut. Konsistensi semangat juang harus selalu terpelihara dalam situasi dan kondisi apa pun, sebab hanya itu yang bisa membangkitkan Kita dari setiap keterpurukan yang Kita alami selama perjalanan hidup Kita dalam mencari mimpi, cita - cita, dan harapan.

Ada beberapa langkah yang harus kita lakukan Untuk Membangun Sikap Pantang Menyerah, diantaranya :

1. Kalau Anda mempunyai kecendrungan mudah menyerah, maka langkah pertama pertama yang paling penting adalah mengakui kelemahannya itu. Dengan menyadarinya, Anda akan lebih siap untuk memperbaikinya.

2. Motivasikanlah diri Anda untuk mengembangkan sikap pantang menyerah. Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Perhatikanlah artis, atlit, karyawan dapat menanjak karirnya karena berprestasi, mereka umumnya memperjuangkan apa yang ingin diraihnya dengan daya dan upaya yang optimal. Sebaliknya, orang-orang yang mudah menyerah, frustasi dan mudah putus asa adalah orang-orang yang gagal.

3. Berpikirlah bahwa Anda bisa dan akan berhasil meraih apa yang Anda inginkan. Keyakinan ini akan membuat Anda lebih efektif dibandingkan bila Anda terlalu mengantisipasi kemungkinan buruk. Menurut para ahli, orang yang optimis mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk berhasil dibanding orang yang pesimis. Mengapa ? Karena keyakinan yang positif akan mempengaruhi mental dan fisik secar signifikan untuk mendapatkan apa yang diyakininya.

4. Arahkan mata Anda pada tujuan, bukan pada hambatan. Bila Anda memandang pada tujuan, maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya, bila Anda terfokus pada hambatan , Anda akan mudah kehabisan daya juang.

5. Beranilah mengambil risiko namun dengan perhitungan yang mantap, hadapi dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yang benar bukan berarti seperti orang yang terjun bebas ke jurang, tapi seperti orang yang menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yang matang. Kalau Anda tidak berani mengambil resiko, tentu saja Anda berada pada tempat yang aman, namun Anda tidak akan berkembang.

6. Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian. Anggaplah tantangan sebagai “Sparring Pathner” yang akan membuat Anda semakin kuat, bukan sebagai raksasa yang menelan Anda. Semakin banyak tantangan, semakin berani menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yang kuat.

7. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda tidak akan berhasil bila pada usaha Anda mengalami kegagalan. Belajarlah dari kegagalan itu agar dieroleh gambaran yang lebih baik lagi.

8. Teruslah berusaha, terkamlah segala kesempatan yang ada, karena kesempatan itu tak datang untuk kedua kalinya !, tidak ada pendobrak kegagalan yang sekuat nilai “kegigihan”. Ingatlah filosofi air yang bisa melubangi batu dengan tetesan yang terus terus-menerus.

9. Imbangi kegigihan Anda dengan pemikiran yang kreatif. Bila perjalanan Anda terhalang oleh batu cadas, Anda tidak perlu membenturkan kepala Anda untuk membuktikan bahwa Anda pantang Menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah bagaimana cara mengatasinya. Carilah jalur alternatif !

10. Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan orang lain memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri. Dengan cara itru Anda menghemat banyak sekali waktu dan energi Anda yang sangat berharga. (fn/km/fj/rk)