fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Ramadhan 1442  |  Selasa 11 Mei 2021

Kisah Jadikan Rasa Takut Sebagai Pemacu Kesuksesan

http://galihgumelar.files.wordpress.com/2009/08/gelisah.jpg

SuaraMedia News - Berikut kisah seseorang yang mengawali kesuksesan dari rasa takut. Sekitar bulan November akhir tahun lalu saya sempat pergi ke Bengkulu menggunakan taxi travel yang berisikan 8 orang penumpang. Lewat tengah malam saat mobil kami baru memasuki daerah tebing tinggi kira-kira pukul 1 subuh tiba-tiba terdengar letusan yang ternyata ban mobil kami meletus. Sang sopir tidak langsung berhenti tetapi terus melarikan mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi sejauh 3 kilometer sebelum ban benar-benar kempes.

Kami masih berada di tengah hutan dan menurut sang sopir di daerah ini sering sekali terjadi begal dimana para penjahat melakukan aksinya dengan cara menaruh paku-paku di jalanan sehingga mobil yang melintas akan pecah ban dan berhenti. Pada saat mobil berhenti para penjahat langsung keluar dari semak-semak dan merampok mobil tersebut, itulah alasan mengapa sang sopir tidak langsung berhenti ketika terdengar letusan ban.

Dari delapan orang penumpang tidak satu pun ada yang mau turun dan menolong sang sopir, hanya saya bersama sopir yang menurunkan ban serap dan mengganti ban yang bocor. Sekitar tiga puluh menit kemudian ban bocor berhasil kami ganti.

Setelah kami melanjutkan perjalanan salah seorang penumpang bertanya kepada saya

“Pak, apa anda tidak takut keluar dari mobil, khan disini banyak perampok?”

Saya hanya bisa terdiam dan tertawa dalam hati…bagaimana tidak tertawa saya pikir wajar saja untuk merasa takut karena dorongan saya untuk turun dan membantu sang sopir juga karena saya merasa takut untuk lama-lama berada di tengah hutan. Saya hanya ingin cepat selesai dan melanjutkan perjalanan sebelum para perampok datang, that’s it.

Ini merupakan salah satu contoh bahwa ketakutan terkadang bisa menghentikan seseorang untuk berpikir jernih. Hanya saya dan sopir yang mengambil resiko untuk turun dan mengganti ban mobil sedangkan seluruh penumpang lainnya duduk ketakutan sambil mengunci pintu dari dalam. Apa mereka pikir bila perampok datang maka hanya saya dan sopir saja yang akan dirampok sedangkan mereka yang mengunci pintu mobil dari dalam bisa selamat dari perampokan?.

Ketika saya mengajar, saya selalu menekankan kepada murid-murid saya untuk berpikir jernih, apabila tidak bisa berpikir jernih maka kita akan melakukan hal bodoh walaupun kita menganggapnya sebagai hal terbaik seperti halnya mengunci pintu mobil dan berpikir bahwa mereka aman di dalam mobil.

Untuk menjadi orang yang sukses anda harus bertindak tanpa dikendalikan oleh ketakutan, gunakan ketakutan anda sebagai pemacu kesuksesan dan bukannya menghambat dan menghentikan langkah anda karena jalan menuju sukses tidaklah pernah mulus melainkan penuh dengan jalan berlobang, terjal dan menukik. Tugas anda adalah melewatinya satu persatu hingga mencapai tujuan dengan selamat dan yakinlah bahwa anda lebih besar dari ketakutan anda. Sekarang saatnya untuk keluar dari bayang-bayang ketakutan dan bertindak untuk menjadi SUKSES. Just Do it!!

Kisah berikutnya datang dari seorang pengusaha sukses di bidang pertanian, Bob Sadino. Bob Sadino mengajak generasi muda untuk tidak takut mencoba sesuatu hal yang baru. "Ingin sukses, jangan takut mencoba," kata Bob di hadapan puluhan peserta acara Launching Program CSR "Go Entrepreneur" oleh Perum Pegadaian di Mall Botani Square.

Menurut Bob, kunci sukses adalah tidak mudah menyerah dan jangan takut untuk gagal. "Dengan kegagalan, kita bisa belajar bagaimana ke depan lebih baik lagi. Jadi, jangan pernah takut untuk gagal," kata entrepreneur sukses asli Indonesia ini.


Di hadapan ratusan pengunjung Mall Botani Square, Bob yang tampil dengan gaya khas baju kemeja putih kotak-kotak dipadu celana jins pendek menyampaikan beberapa pengalamannya tentang memulai sebuah usaha tanpa harus menggunakan modal besar. "Yang penting ada kemauan dan berani menerima kegagalan. Semua usaha jenis apa pun akan tetap jalan. Usaha yang paling bertahan lama ada agropreneur," kata Bob.


Ia berpendapat selama langit masih membentang, selama itu pula usaha perkebunan akan terus berjalan. Namun, lanjut Bob, tinggal sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya.


"Sumber daya alam terbentang luas. kita bersyukur Indonesia alamnya subur dan kaya, tapi SDM Indonesia yang kurang mampu memanfaatkannya," kata bapak dua orang putri ini.


Bob mengatakan, peluang bisnis pertanian cukup besar, tidak hanya pasar internasional saja, tetapi pasar dalam negeri Indonesia juga sangat menjanjikan untuk perkembangan bisnis pertanian tersebut. Bob mengatakan, semakin banyaknya minat generasi muda untuk berwirausaha dapat meningkatkan jumlah usahawan Indonesia yang saat ini hanya 1,8 persen dari total penduduk Indonesia.


Acara bincang-bincang selama satu jam lebih tersebut berlangsung cukup menarik. Sejumlah mahasiswa yang hadir dalam acara launching program CSR "Go Entrepreneur" oleh Perum Pegadaian sangat antusias bertanya kepada Bob. Dipandu oleh MC Shanaz Haque, suasana acara kian bermakna. Hal itu semakin semarak dengan jawaban nyeleneh Bob yang membuat gelak tawa peserta.


Bob merupakan tokoh entrepreneurship Indonesia yang mampu meretas batas kewajaran bahwa bisnis harus dijalankan dengan kegigihan dan kerja keras. Menurut Bob, usaha dijalankan dengan kesenangan bukan karena keterpaksaan. Tidak harus cerdas dan bekerja keras untuk menjadi pengusaha sukses. Menurutnya, seorang pengusaha harus bisa melihat peluang dan berani mengambil risiko.


Semua telah dibuktikan oleh Bob, entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket) ini pernah menjadi sopir taksi dan karyawan Unilever yang kemudian menjadi pengusaha sukses. (fn/km/bk)