fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


4 Syawal 1442  |  Minggu 16 Mei 2021

Cara Pandang Beban Hidup Tentukan Kesuksesan Kita

http://handez.files.wordpress.com/2009/12/gelisah.jpg

SuaraMedia News - Bisnis, biasanya dimulai dengan coba-coba, kadang malah asal-asalan. Dimulai dengan modal seadanya, tempat seadanya, dengan orang yang sama-sama belajar dari nol. Saya kira, dari memulai yang serba kekurangan inilah yang akan membuat kita semakin cerdas dalam berbisnis. Proses bisnis ini akan memberikan pengalaman bisnis yang semakin hari mencerdaskan kita.

Belajar dari pengalaman bisnis setiap hari dan kebutuhan akan kemajuan bisnis kita, mulailah kita memberikan sentuhan manajemen, walaupun itu masih sangat sederhana. Sudah ada bagi-bagi pekerjaan atau bagi-bagi fungsi. Ada yang pegang keuangan, ada yang sudah mulai jadi pemasaran.

Ada yang bagian produksi, ada juga yang ngurusi karyawan. Malah terkadang ada beberapa pekerjaan masih dirangkap satu orang. Ini adalah proses menuju bisnis yang sesungguhnya. Artinya, bisnis yang memiliki sistem yang baik. Dengan sudah adanya sistem, kita sebagai pengusaha cenderung mengelola perusahaan dengan full time. Kini, setelah ada sistem, cukup dengan part time.

Oleh karena itu, menurut saya, jika perusahaan kita sudah memiliki sistem yang baik, dan bisnis kita relatif berkembang, maka kesempatan kita untuk mengembangkan bisnis sangat terbuka luas, termasuk membuka bisnis baru. Berdasarkan pengalaman saya, lebih mudah membangun bisnisnya yang ke-2, ke-3, dan seterusnya, daripada ketika memulai bisnis yang pertama.

Karena, disaat memulai bisnis yang pertama kita belum mempunyai apa-apa. Sementara, membangun bisnis yang ke-2, ke-3, dan seterusnya lebih mudah karena bisnis kita yang pertama sudah memiliki sistem yang baik. Saya kira, perlu dipertimbangkan matang-matang  jika kita ingin mencoba membangun bisnis yang ke-2, seharusnya bisnis kita yang pertama sudah memiliki sistem yang baik.

Dengan aktifitas kita yang sebelumnya full time, dan sebagai entrepreneur menjadi part time, dimungkinkan kita memiliki banyak waktu luang. Banyaknya waktu luang itu, membuat kita sebagai entrepreneur akan lebih fokus dalam menciptakan bisnis-bisnis baru. Menciptakan bisnis baru itu berarti kita telah menciptakan sumber penghasilan baru. Jika perusahaan kita memiliki sistem yang baik, maka manajer dan karyawan akan bekerja sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sehingga, banyak pekerjaan yang sudah terbagi habis oleh para professional di lingkungan bisnis kita. Dalam konteks inilah, entrepreneur tidak harus fokus. Justru yang harus fokus adalah orang-orang yang mengelola bisnis kita. Hanya mungkin, kita harus ikut fokus di awal berdirinya bisnis tersebut. Setelah bisnis kita kelihatan jalan, yah cari fokus yang lain.

Sebagai entrepreneur, sebaiknya kita tidak hanya memiliki satu sumber penghasilan saja. Tetapi bagaimana, kita dapat menciptakan banyak sumber penghasilan. Ibarat kita punya telur sepuluh menetas Sembilan, itu lebih baik dari pada hanya mempunyai satu telur yang menetas. Dengan kita membuat bisnis yang ke-2, ke-3, dan seterusnya, kita berharap mendapatkan penghasilan yang ke-2, ke-3, dan seterusnya. Sehingga, dengan kita memiliki sumber penghasilan, maka kita sebagai pengusaha mempunyai peluang untuk memiliki kebebasan financial.

Semangat kita menciptakan bisnis ke-2, ke-3, dan seterusnya akan punya dampak sosial, yaitu menciptakan lapangan kerja, membagi-bagi keuntungan, dan lain-lain. Artinya, kita sebagai entrepreneur memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Dear Friends, dalam menjalani rutinitas hidup kita sehari-hari, pasti banyak tugas yang harus kita selesaikan, tantangan yang harus kita hadapi, yang sering kali kita anggap sebagai beban hidup kita, lantas bagaimana kita menyikapinya dan menjalankannya, sehingga tetap bisa menikmati hidup yang hanya satu kali ini saja? Simak cerita singkat berikut ini :

Cara Pandang VS Beban Hidup

Bukan beban berat yang membuat kita stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut. Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut Anda kira-kira segelas air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200gr sampai 500gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” Lanjut Covey “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.

Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan Anda hari ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak Anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Sahabat yang terkasih, Hidup ini singkat, jadi belajarlah untuk menikmati dan memanfaatkannya dengan baik. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tidak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Banyak orang yang memulai bisnis dengan coba-coba, sedikit di antaranya berhasil, namun lebih banyak yang gagal dan akhirnya gulung tikar. Akibatnya, banyak orang termasuk lulusan perguruan tinggi yang lebih memilih menjadi karyawan ketimbang berwirausaha.

Sebenarnya apa saja yang dibutuhkan saat akan memulai berbisnis. Berikut beberapa tipsnya yang dirangkum dari berbagai sumber:

Informasi

Kumpulkan informasi mengenai bidang yang akan anda tekuni, baik dari berbagai buku, koran, maupun internet. Melakukan observasi langsung ke usaha sejenis untuk mendapat gambaran langsung juga sangat bagus dilakukan.

Cintai Bisnis yang Akan Anda Pilih

Jika anda sudah menentukan bisnis apa yang akan ditekuni, maka anda harus benar-benar melebur ke dalam bisnis itu. Jika anda mencintai bisnis anda, etos kerja akan meningkat dan tidak gampang menyerah meskipun beberapa kali mendapat kendala.

Berani Ambil Resiko

Berani mengambil resiko sangat penting untuk pengembangan usaha ke depan dengan catatan resiko tersebut sudah diperhitungan dan tidak gegabah.

Menyiapkan Modal

Menyiapkan modal awal sangat penting, apakah berasal dari modal perseorangan, join, maupun berasal dari pinjaman. Jika modal berasal dari pinjaman, usahakan bunganya tidak memberatkan dan masih bisa dibayar dengan laba yang akan didapat.

Perizinan

Sebelum memulai usaha, pelajari seluk beluk perizinan serta badan hukum. Setelah itu urus izin sesuai prosedur.

Pemasaran

Anda harus mempelajari kemana saja pasar produk anda, teknik memasarkannya, kiat promosi dan strateginya.

Membangun Brand yang Kuat

Membangun brand yang kuat harus dilakukan sedari awal oleh seorang usahawan. Brand yang kuat relatif lebih mampu bertahan lama.

Ahli marketing Hermawan Kertajaya dalam sebuah seminarnya pernah mengatakan, dalam membangun brand, perusahaan tidak boleh hanya mengandalkan iklan. Karena itu Hermawan mengatakan, cara membangun brand adalah dengan membentuk bisnis yang dicintai oleh karyawan perusahaan, masyarakat, dan pemilik modal.

Kembangkan Jaringan

Carilah jaringan seluas-luasnya terutama yang berkaitan dengan bisnis anda. Siapa tahu dari mereka, anda akan mendapat banyak masukan dan pemasaran baru.

Jangan Takut Gagal

Menghadapi kegagalan di masa-masa awal adalah hal biasa dalam berbisnis. Jangan pernah takut dan jangan cepat menyerah. Pelajari penyebab kegagalan, lakukan evaluasi dan segera melakukan perbaikan.

Semoga cerita singkat ini bisa memberikan inspirasi buat kita semua untuk bisa lebih menikmati hidup, bersyukur, dan lebih produktif setiap hari. (fn/b2k/pk)