fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Syawal 1442  |  Kamis 13 Mei 2021

Makna Perjalanan Hidup

http://jokeerz.files.wordpress.com/2010/06/brand_262.jpgSaat ini kita sedang mengalami euforia atas keberhasilan tim kesebelasan Indonesia menembus final Piala AFF 2010 yang akan diselenggarakan 26 dan 29 Desember mendatang. Sudah lama kita takmenyaksikan masyarakat begitu antusias menyambut kesebelasannya atau tim olahraganya seperti ini. Penonton mengantre tiket dan bahkan hampir tak peduli walaupun harganya naik. Stadion Gelora Bung Karno pun penuh dan yang tak kebagian tiket dengan sabar menontonnya di layar lebar di luar stadion atau tinggal di rumah menyaksikannya melalui televisi.

Meski hasil final belum diketahui dan peluang Indonesia masih fifty-fifty, tetapi kita semua sudah menikmati perjalanan prestasi tim nasional sejauh ini di kejuaraan tersebut setahap demi setahap. Menjelang setiap laga, kita cemas karena kegagalan pasti mendatangkan kekecewaan. Begitu menang, kita menyambutnya dengan suka-cita. Bertanding lagi, berdebar lagi. Menang lagi, gembira lagi.

Pada awalnya hanya penggemar sepak bola yang peduli. Lama-lama pencinta olahraga lain mulai bersimpati. Akhirnya semua lapisan masyarakat menumpahkan perhatiannya dengan aneka ragam caranya. Yel-yel menggema di mana-mana, bintang-bintang baru dipuja. Banyak yang ingin terlibat. Ada yang hanya ingin berfoto di sela-sela latihan tim, atau sekadar berbagi cerita mengenai bintang-bintang sepakbola kesayangannya melalui Facebook, Twitter, dan sebagainya. Bahkan ada pejabat politik yang mengundang seluruh tim ke rumahnya. Atau teman-teman mungkin punya cara sendiri mensyukuri prestasi kesebelasan kita seperti mengoleksi seragamnya, misalnya. Semua itu melahirkan warna-warni kehidupan yang menarik.

Saya melihat euforia ini terjadi karena kita menikmati perjalanannya setahap demi setahap. Akan sangat berbeda jika tim kita langsung berlaga di final. Hanya penggila sepak bola saja yang akan hadir di sana. Sementara orang awam tak akan peduli. Final itu akan hambar. Mungkin jadi juara juga malah terasa tak bermakna.

Seperti juga perjalanan tim kesebelasan kita, perjalanan hidup kita pun akan hambar jika kita kurang menikmati tahapan demi tahapannya. Kita bisa saja merasa bahwa belum saatnya gembira karenakemenangan demi kemenangan kemarin masih jauh untuk membawa kita jadi juara dunia, misalnya. Namun apapun namanya kemenangan adalah kemenangan yang layak untuk disyukuri.

Begitu pun dengan tujuan hidup kita. Kita mungkin menginginkan masa depan yang kaya-raya, makmur dan sentosa. Tapi belum tentu bahagia seandainya kita tiba-tiba diberi istana dan harta benda di dalamnya. Di manakah makna perjalanan hidup kita dengan kemakmuran yang diberikan dengan tiba-tiba? Makna hidup itu akan terasa jika kita mensyukuri proses pengumpulan rupiah demi rupiah yang kita jalani.

Penulis : Andrie Wongso | andriewongso.com