fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


10 Ramadhan 1442  |  Kamis 22 April 2021

Pemancing yang Sabar

http://gemaniasbarat.files.wordpress.com/2010/02/tangga-sukses.jpgDikisahkan, ada orang tua yang sering mengunjungi sebuah sungai kecil untuk memancing. Setiap ada waktu luang, ia selalu menghabiskan waktunya untuk hobi yang satu ini.

Sampai suatu hari, ada seorang pemuda yang juga memancing di sungai itu dan kebetulan duduk di sampingnya.

Akhirnya mereka berdua pun memancing dan menunggu. Orang tua tersebut melempar kail ke tengah sungai dan mengencangkan tali pancingan dan setelah itu menunggu dengan sabar sampai ada ikan yang memakan umpannya.

Lain halnya dengan pemuda yang duduk di sampingnya. Ketika ia melempar kail ke tengah sungai, ia terus menarik, memutar dan menggulung tali pancingannya. Setelah menggulung habis, ia melempar lagi kailnya dan terus menerus melakukan hal yang sama berulang kali.

Ketika orang tua tersebut sudah mendapatkan ikan yang lumayan banyak, pemuda itu masih belum mendapatkan satu ikan pun. Akhirnya ia frustrasi.

Orang tua yang melihat pemuda tersebut berkata, "Anak muda, tahukah kamu apa kesalahanmu sehingga kamu tidak mendapatkan satu ikan pun?"

Pemuda tersebut menggeleng-gelengkan kepala dan menjawab, "Tidak tahu, Pak"


Dengan tersenyum, orang tua itu menjawab, "Anak muda, inti dari memancing adalah kesabaran. Untuk mendapatkan seekor ikan, kamu harus bersabar untuk menunggu sampai ikan tersebut memakan umpanmu. Yang kamu lakukan adalah melempar kail, menarik, dan menggulung kail, begitu seterusnya."

Ia meneruskan, "Yang perlu kamu lakukan adalah melempar kail, mengencangkan tali pancingan dan menunggu dengan sabar. Setelah talinya bergerak dan bergoyang, itulah saatnya kamu harus menarik pancingannya dengan cepat begitu ada kesempatan. Jika ikannya berhasil memakan umpanmu, kamu tinggal menarik dan menggulung talinya."

Setelah berhenti sejenak, ia berkata lagi, "Jika kamu tidak sabar, maka kamu akan sulit sekali mendapatkan ikan. Memancing berarti melatih kesabaran sampai mendapatkan apa yang kamu inginkan."

Pemuda tersebut sadar dan berterima kasih kepada orang tua tersebut karena telah mendapatkan pelajaran yang amat berharga.

***

Banyak sekali orang yang tidak berhasil mewujudkan mimpi mereka hanya karena mereka TIDAK SABAR. Mereka ingin sukses dalam waktu yang singkat dan cepat. Mereka tidak sabar jika harus melewati proses yang sangat panjang dan berliku untuk meraih apa yang mereka inginkan.

Seperti yang kita ketahui, bahwa untuk meraih sukses dibutuhkan perjuangan yang besar dan kadang-kadang membuat diri kita melambaikan kain putih pertanda menyerah. Kemauan kita seolah-olah diuji sampai batas yang kadang-kadang tidak bisa kita tahan.

Tapi, sesulit apa pun perjuangan dan perjalanan menuju sukses, tetap ada orang yang berhasil mencapai garis akhir tidak peduli seberapa besarnya rintangan yang menghalangi.

Mereka berhasil meraih kesuksesan besar karena SABAR. Mereka sabar dalam menghadapi tantangan, rintangan, masalah dan kegagalan. Mereka tidak pernah menyerah karena mereka memiliki kesabaran yang luar biasa.

Ketika mereka menemui kegagalan, mereka tidak berhenti. Mereka percaya suatu hari nanti mereka pasti akan meraih sukses yang mereka inginkan. Sikap inilah yang membuat mereka dengan sabar terus berjuang dan menunggu sampai akhirnya mencapai tujuan akhir.


Di sisi lain, orang gagal selalu tidak sabar. Ketika mereka mendapatkan hasil yang mengecewakan, mereka tidak sabar. Akibatnya mereka berhenti dan menghakimi diri sendiri bahwa kesuksesan bukanlah takdir mereka.

Ingat, orang sukses selalu sabar dalam usaha meraih sukses. Mereka sabar dalam menghadapi cobaan dan mereka tetap sabar menunggu sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

 

oleh Suhardi

E-mail: csd_suhardi@yahoo.com

Andriewongso.com

Tags: Sabar