21 Safar 1443  |  Rabu 29 September 2021

basmalah.png

Hidup adalah Proses Imitasi

Hidup adalah Proses ImitasiFiqhislam.com - Tanpa kita sadari, suka atau tidak suka, kita adalah produk lingkungan sekitar kita. Dari mulai kita lahir dan di ciptakan apa yang kita lakukan adalah proses tiru meniru lingkungan sekitarnya.

Ketika kita mulai belajar berjalan, berbicara sampai dengan cara kita berfikir sangat dipengaruhi oleh apa yang kita lihat, dengar dan rasakan.

Oleh karena hidup itu adalah perjalanan tiru-meniru, maka sebaiknya hanya meniru yang baik-baik saja. Ketika anda ingin sukses maka tiru lah apa yang di lakukan orang-orang sukses, jika anda ingin jadi orang pintar maka lakukanlah apa yang dilakukan oleh orang pintar. Dan ketika anda bergaul dengan orang-orang yang di sekitarnya dipenuhi oleh orang-orang yang negatif, maka jangan harap anda akan menjadi orang yang positif, karena cara berfikir anda akan terpengaruh oleh orang-orang di sekitar anda yang dominan tersebut.

Nah, jika anda ingin menjadi sesuatu yang anda inginkan jangan ragu untuk meniru apa yang sudah terbukti menjadi sesuatu tersebut, misalnya anda ingin menjadi pengusaha dengan omzet yang tinggi, anda bisa meniru dan belajar dari mereka yang sudah lebih dulu mencapai nya.

Jika kita analogikan proses meniru itu seperti misalnya, anda akan memasuki sebuah hutan atau gurun pasir yang dipenuhi dengan ranjau-ranjau, anda bisa meniru jejak langkah orang yang pernah memasukinya dan selamat kembali pulang, jika anda coba-coba mungkin anda akan kembali tinggal namanya saja.

Jadi proses meniru itu adalah diperlukan dan sangat di butuhkan dengan catatan yang di tirunya itu adalah baik dan sudah terbukti keberhasilanya.

febriyanis.blogspot.com