fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Ramadhan 1442  |  Selasa 11 Mei 2021

Menghadapi Orang yang Selalu Merasa Benar

Menghadapi Orang yang Selalu Merasa Benar


Fiqhislam.com - Setiap orang memiliki sifat dan karakternya masing-masing. Terkadang tidak semuanya bisa diterima oleh orang lain. Tak bisa dipungkiri, kita pasti pernah merasa risih dengan orang lain, bahkan sampai berselisih paham. Sebut saja dengan orang-orang yang sering merasa dirinya selalu benar.

Orang dengan sifat demikian biasanya selalu bersikeras untuk menjadi benar dan menegaskan sudut pandangnya meskipun dirinya salah. Tak menutup kemungkinan mereka mencoba untuk mengalahkan orang lain dengan argumennya. Berdasarkan hasil penelitian terbaru tentang kecerdasan emosional dan gangguan kepribadian, mereka yang kerap merasa benar cenderung tidak memiliki kesadaran interpersonal yang diperlukan untuk mengendalikan impuls over-controlnya.

Tingkat kecerdasan emosional sangat bergantung dalam sikap seseorang. Dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Fairleigh Dickson, kecerdasan emosional yang rendah dapat membuat seseorang tidak melihat sudut pandang orang lain. Oleh karenanya, terlibat dalam perdebatan tanpa akhir dengan mereka bisa saja membuat frustrasi. Lantas bagaimana cara menghadapi orang seperti itu?

Melansir Psychology Today, berikut cara-cara untuk menghadapi orang tersebut :

Jangan terlalu cepat menilai seseorang mengalami gangguan kepribadian

Seseorang dengan sifat narsistik kerap melihat kehidupan dari sudut pandangnya sendiri sehingga memiliki kepribadian argumentatif dan egois. Tapi perlu diingat, bisa jadi perselisihan Anda dengan seseorang yang dianggap selalu merasa benar bukan karena gangguan kepribadian. Mungkin ada hal lain lain yang membuat Anda dan dirinya kerap berselisih paham seperti dendam di masa lalu.

Memahami kecerdasan emosional

Dalam hubungan interpersonal, memahami kecerdasan emosional adalah langkah pertama untuk berurusan dengan orang lain. Bila sudah paham, akan menjadi mudah bagi seseorang untuk menerima sifat orang lain yang merasa benar. Bahkan kalau diperlukan, katakanlah bila Anda tidak suka dengan sifatnya daripada harus memendam emosi.

Jangan goyah

Saat bertemu dengan orang yang merasa benar, Anda harus tetap mempertahankan sudut pandang dan preferensi diri sendiri. Cobalah untuk menunjukkan diri Anda lebih cerdas secara emosional dengan mengendalikan reaksi terhadap sifatnya. Dengan begitu Anda dapat memberikan contoh yang baik.

Intropeksi diri

Tidak menutup kemungkinan seseorang menjadi defensif saat harus berurusan dengan orang lain yang merasa benar. Bisa saja dirinya juga terus menyalahkan sifat orang tersebut. Oleh karenanya, jangan lupa untuk berintropeksi diri. Sebab bisa jadi hal yang disampaikan olehnya memang benar dan perlu Anda ubah.

Jaga agar jalur komunikasi tetap terbuka

Mungkin beberapa orang memilih untuk menghindar dari orang lain yang selalu merasa benar. Tapi tidak seharusnya Anda melakukan hal demikian. Cobalah untuk menemukan kesamaan dengannya. Bisa jadi dalam beberapa hal Anda memiliki pemikiran dan sudut pandang yang sama. Dengan begitu kalian bisa berdiskusi lebih baik. [yy/okezone]