fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


4 Syawal 1442  |  Minggu 16 Mei 2021

5 Karyawan Layak PHK

5 Karyawan Layak PHK  Fiqhislam.com - Menciptakan iklim perusahaan yang baik bukan perkara mudah. Ada banyak tipe karyawan yang terkadang merugikan tujuan tersebut. Para peneliti telah bekerja dengan berbagai tipe karyawan untuk tujuan tersebut.

Mereka menyebutkan lima jenis karyawan yang dianggap tak mendukung terciptanya iklim perusahaan yang baik bagi pengusaha dan pemilik bisnis. Berikut lima jenis karyawan yang disarankan di-PHK versi Time.

1. Si Troublemaker
PHK bisa dilakukan terhadap seorang karyawan yang menciptakan lebih banyak masalah daripada kebaikan bagi perusahaan. Namun, pemberhentian bisa dilakukan ketika orang tersebut membuat kesalahan fatal.

2. Si Overpromise dan underdeliver
Beberapa orang terlalu meningkatkan citra diri untuk mendapat perhatian atasannya. Mereka mengumbar janji besar untuk membuat perubahan perusahaan. Namun, perilaku yang ia lakukan tidak mencerminkan janji–janji itu. Itu merupakan kesalahan fatal. Segeralah Anda mencopot karyawan tersebut.

3. Si acuh kepada pelanggan atau klien
Pelanggan atau klien adalah raja. Mengacuhkan atau bersikap buruk terhadap mereka jelas dapat membuat perusahaan merugi. Karyawan tersebut harus segera mendapatkan pelatihan terbaik. Cuma kalau ia benar-benar tak bisa berubah, PHK menjadi solusinya.

4. Yang tidak dapat diandalkan  
Saat Anda menyewa dan membayar orang untuk bekerja, tugas Anda adalah memberikan mereka alat-alat dan pelatihan yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan kantor. Namun, ketika mereka berulang kali tidak dapat diandalkan dan meninggalkan tugasnya hingga pekerjaannya menumpuk, itu merupakan ciri bahwa Anda harus segera mencopotnya.

5. Si Pesimis
Ketika ada karyawan perusahaan yang tidak memiliki kepercayaan diri dalam menyelesaikan pekerjaannya dan karyawan seringkali jatuh ke lubang yang sama pada kesalahannya, panggil karyawan tersebut. Pada dasarnya orang-orang selalu mengeluh dan stres tentang pekerjaan dari atasannya di kantor. Faktanya, tidak ada yang lebih stres daripada harus berurusan dengan karyawan yang tidak dapat diandalkan.

[yy/tempo.co]