fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Waralaba Lebih Cocok untuk Perempuan

http://2.bp.blogspot.com/_TlC73CWd3pE/TIV7tsi89RI/AAAAAAAAB-w/OgQd7jAPKQo/s1600/waralaba+franchising.jpg

Jika dulu hanya segelintir orang yang berbisnis waralaba karena bisnis ini kebanyakan berasal dari luar negeri dan membutuhkan dana sangat besar, maka kini bisnis waralaba justru berkembang pesat.

Menurut Fauziah Arsiyanti, SE, MM, Dip IFP, advisor lembaga keuangan First Principal Financial Singapura, hal ini disebabkan oleh orang yang membeli waralaba, yang disebut pewaralaba atau franchisee, tak perlu memulai usahanya dari nol. Setelah membeli, pewaralaba tinggal menjalankan usahanya berdasarkan manajemen dan peraturan yang ditentukan pemiliknya.

Di Indonesia, modal untuk membeli waralaba lebih kecil dibandingkan di luar negeri, yaitu Rp 10 - 400 juta. Uang itu sudah termasuk antara lain initial fee, renovasi, suplai, inventori, deposit biaya sebelum memulai bisnis, dan biaya pelatihan tenaga kerja. Setelah usaha berjalan, ada pula biaya royalti (royalty fee), yang besarnya 2-15 persen dari penjualan.

Anda yang sedang mempertimbangkan untuk berbisnis, mungkin bisa mengawali dari waralaba. Apalagi, perempuan terbukti lebih sukses berwaralaba dibanding pria. Mengapa bisa begitu?

"Perempuan 'terlahir' sebagai ahli bermanajemen, termasuk mengatur pembantu, keluarga, keuangan, dan lainnya. Jadi, saat terjun ke bisnis, dia juga ahli. Selain itu, dia punya insting bagus, cenderung hati-hati mengambil langkah, dan patuh peraturan," jawab Zizi.

Sebelum membeli waralaba, teliti dulu terwaralaba atau pihak yang menjual waralaba, yang disebut juga franchisor, yang Anda inginkan. Bandingkan dengan terwaralaba lain yang sejenis. Jangan membeli usaha dari terwaralaba yang tak jelas identitasnya. Jika perlu, cek ke lembaga waralaba yang ada di Indonesia. Jika memang terwaralaba tersebut resmi dan bagus, maka ia bisa dipastikan akan terdaftar di sana. Bila memang suka, barulah berunding untuk mendapatkan kesepakatan.

Tak ada salahnya mengecek usaha terwaralaba yang Anda inginkan ke orang yang sudah lebih dulu menjadi pewaralabanya, baik yang masih berjualan maupun yang tidak. Tanya pendapat mereka. Meski satu sama lain belum tentu punya kepuasan yang sama, setidaknya Anda mendapat gambaran lebih.

Jika Anda tak suka risiko tinggi dan kurang berjiwa bisnis, pilih terwaralaba yang sudah lama berjalan setidaknya lima tahun, memiliki sistem kuat (misalnya memiliki banyak cabang dan manajemen bagus), dan bermodal besar. Usaha yang masih baru belumlah cukup teruji menghadapi siklus roda bisnis.

Bagaimana ciri-ciri terwaralaba yang bagus? Berikut hal-hal yang bisa Anda jadikan pedoman:
1. Memiliki sistem kuat dan bermodal besar.

2. Punya laporan keuangan yang rapi, mudah dibaca, dan tak dibuat berdasarkan karangan. Akan lebih baik bila dibuat oleh akuntan publik.

3. Tak sekadar menjual bisnisnya. Tak pelit membagi pengalaman selama menggeluti usahanya, memberikan saran pada pewaralaba soal lokasi yang bagus, ada standar pelayanan dan kontrol kualitas.

4. Menyediakan pelatihan sampai tenaga kerja yang bersangkutan mahir melakukan tugasnya.

5. Menyediakan alat-alat yang dibutuhkan, sehingga pewaralaba tidak perlu membeli alat yang mahal.

6. Menyuplai makanan atau bahannya, sehingga kualitas di semua pewaralaba tetap terjaga.

7. Jujur pada pewaralaba mengenai manajemen dan kondisi keuangan waralaba miliknya.

Tabloid Nova/Hasuna Daylailatu | Kompas.com