fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


26 Ramadhan 1442  |  Sabtu 08 Mei 2021

Jurus Strategi Perusahaan Besar Terus Berjaya

http://1.bp.blogspot.com/_WU97XB8AsxM/SZ7Cg_zFGWI/AAAAAAAAAEc/sS4peyFeROI/s200/Way+to+success+with+blogger.jpg

Apa sebenarnya yang membuat Microsoft terus berjaya? Lalu mengapaNokia mampu menjadi produk cell phone yang paling banyak dicintai para konsumen? Dan apa yang membuat BMW selama puluhan tahun terus menjadi ikon kemakmuran yang terus diburu orang? Belajar dari kisah sukses perusahaan-perusahaan berskala global terkemuka dalam melayani pelanggan, tampaknya ada sejumlah wisdom yang bisa dipetik.

Pelajaran utama yang bisa diambil adalah ini: bahwa proses melayani pelanggan ternyata mesti diawali dengan pilihan strategi yang benar. Dengan kata lain, proses melayani kebutuhan pelanggan ternyata tidak sekonyong-konyong muncul dari langit, namun mesti diselaraskan dengan pilihan strategi perusahaan (corporate strategy) yang telah diputuskan.

Dalam konteks ini terdapat tiga jurus strategi yang acapkali diaplikasikan oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia. Jurus yang pertama adalah pilihan strategi yang berorientasi pada product leadership (keunggulan produk). Perusahaan pada kategori ini selalu berupaya menciptakan produk-produk dengan kualitas premium, dan selalu one step ahead dibanding produk kompetitor. Mereka tak segan-segan mengeluarkan dana besar untuk bagian R & D-nya demi terciptanya produk yang ciamik.

Intel yang terkenal dengan seri Pentium-nya mungkin contoh yang paling sempurna untuk kategori ini. Atau juga perusahaan-perusahaan adibusana seperti Louis Vuitton yang tenar dengan produk tas-nya. Dan tentu saja, kita mesti menunjuk BMW dan Ferarri, dua produsen otomotif yang selalu menciptakan produk-produk legendaris nan menawan.

Jurus strategi yang kedua adalah pilihan yang berorientasi pada operational excellence (keunggulan operasional). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun proses bisnis yang super efisien. Harapannya, dengan efisiensi proses ini, mereka mampu menekan ongkos produksi, dan ujung-ujungnya bakal mampu menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif.

Dell, perusahaan komputer asal Texas itu, merupakan sampel yang layak disebut dalam kategori ini. Dengan model dan proses bisnis yang amat efisien, mereka mampu menciptakan produk-produk desktop dengan harga yang lebih komptetitif dibanding para pesaingnya, semacam IBM dan HP.

Jurus yang terakhir adalah pilihan strategi yang mengacu pada customer intimacy (keintiman dengan pelanggan). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya; dengan harapan akan tercipta relasi yang langgeng. Banyak perusahaan di bidang perhotelan dan juga penerbangan yang melakoni strategi ini demi membangun loyalitas para pelangggannya.

Harley Davidson juga amat terkenal memiliki hubungan yang luar biasa intim dengan para pemakainya; sehingga mereka bisa membangun fanatisme yang amat intens dengan jutaan penggemarnya di seluruh jagat. Tentu saja, banyak perusahaan yang juga mengkombinasikan beragam jurus itu, dan tidak hanya berfokus pada satu jurus.

Honda misalnya, selain dikenal memiliki produk-produk yang unggul, juga dikenal memiliki proses bisnis yang amat efisien. Demikian juga, Singapore Airline. Selain memiliki produk penerbangan yang ciamik, mereka juga memiliki keahlian dalam membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya.

Demikianlah, tiga jurus strategi bisnis yang layak dikedepankan. Deretan jurus yang bila dipentaskan dengan presisi yang tinggi dijamin akan menghantarkan sang pemainnya dalam bahtera keunggulan. Adalah terjadi dalam keseharian, seorang anak mewarisi gen orang tuanya sendiri. Itu samar..tidak semuanya, seorang anak pun mempunyai kekhususan.

Strategi bisnis dijabarkan ke dalam strategi unit bisnis. Akan tetapi strategi unit bisnis mengandung campuran bersama kekhususan yang dimiliki atau menyertainya. Strategi disini merupakan sarana bisnis mencapai tujuan. Jadi, tersirat konsep manajemen dari cakupan bisnis, misi, dan tujuan.

Ruang lingkup bisnis mendasari pernyataan misi. Misi mendeskripsikan karakteristik fondasi yang tampak kinerjanya dalam tujuan. Andai diambil keputusan menggeser bisnis, maka cara ekspansi dan atau diversifikasi menempati kepentingan untuk dilakukan. Hal demikian, disertai studi keunggulan situasi setiap unit bisnis. Seperti diklasifikasikan berdasarkan strategi generik, yaitu, situasi mengembangkan, situasi memantapkan, situasi merubah, dan situasi memungut hasil.

Strategi generik menempatkan fokus strategi kepada pengembangan aktifitas khusus. Sedangkan diagnosis dan identifikasi aktifitas mendatang mengambil manfaat dari analisis dampak profit terhadap pemasaran. Pendek kata, strategi unit bisnis mewarisi gen strategi bisnis yang tersentuh sifat spesial warna dan aroma tubuhnya sendiri. (fn/bi/id/suaramedia.com)