fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


28 Sya'ban 1442  |  Sabtu 10 April 2021

Tips Cetak Pemimpin Penyegar Perusahaan Yang "Kembang Kempis"

http://2.bp.blogspot.com/_JX0FzGo-gMQ/SQ-nUjWqEuI/AAAAAAAAARs/Sk9jeVrMHFc/s400/pemimpin.jpgMengelola bisnis tidak melulu berhubungan dengan pengelolaan keuangan, distribusi, atau marketing, dan sebagainya. Seorang entrepreneur sukses dengan bisnis yang profitable harus juga mengerti mengenai bagaimana memimpin dengan baik dan efisien karena sejatinya mengelola sebuah bisnis itu diperlukan prinsip dan nilai kepemimpinan.

Sudah banyak contoh kasus yang menunjukkan kepada kita bagaimana sebuah perusahaan menjadi bangkrut setelah kendali dipegang oleh CEO yang kepemimpinannya kurang berkualitas. Atau sebuah perusahaan yang semula kembang kempis, menjadi segar bugar dan mencetak keuntungan berkali-kali lipat setelah seorang pimpinan baru datang.

Tidak peduli Anda adalah seorang pemimpin di perusahaan, atau hendak memilih seseorang untuk mengepalai sebuah departemen di perusahaan Anda, atau Anda sedang menjalankan usaha seorang diri, pengetahuan kepemimpinan diperlukan untuk dapat menjalankan usaha dengan efektif dan efisien.

Berikut ini tips bagaimana mencetak pemimpin yang andal bagi bisnis Anda, yang diadaptasi dari tulisan John Adair dalam bukunya “The Seven Key Principles of Effective Development” (2005) mengenai bagaimana cara menumbuhkan pemimpin:

* Pilih orang dengan potensi alamiah untuk bisa memainkan peran generik pemimpin. Jika Anda ingin memimpin bisnis yang Anda miliki sendirian, tentu Anda harus yakin dengan bakat kepemimpinan Anda. Bagi yang belum yakin, tentu belum terlambat untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan Anda.

Seperti bermain musik, Anda membutuhkan bakat dan kemauan untuk mempelajari. Bagi orang yang berbakat dan punya kemauan tentu bukan masalah besar. Namun bagi yang memiliki kemauan tanpa bakat yang besar, tentunya dibutuhkan usaha dan kerja keras yang lebih intensif untuk menjadi seorang pemimpin yang berkualitas unggul.

* Periksa kultur perusahaan Anda. Apakah kultur itu kondusif untuk memupuk kepemimpinan yang lebih baik atau justru memperburuk yang sudah ada? Kultur berperan penting dalam hal ini karena menjadi sebuah media tumbuh kembang seorang pemimpin. Ibarat sebuah tunas tanaman yang sedang tumbuh, dengan media tumbuh yang subur, seorang pemimpin dapat mempraktikkan kepemimpinannya dengan lebih baik.

* Berinvestasilah dalam diri orang, jika Anda mendapatkan orang yang sangat baik orang itu akan menjadi pemimpin yang sangat baik pula di masa mendatang. Dan seperti sebuah investasi, keuntungan tidak bisa dinikmati secara instan. Anda harus bersabar. Begitu juga jika Anda ingin menjadi pemimpin, luangkan waktu dan tenaga ekstra untuk belajar dan praktik kepemimpinan.

* Berikan kepada pemimpin beragam tantangan dan kesempatan. Tantangan dan kesempatan yang diberikan berguna untuk menguji kualitas kepemimpinan seseorang. Semakin banyak menyelesaikan tantangan dan kesempatan, semakin banyak pula pengalaman dan pengetahuan yang bisa memperkaya seorang pemimpin.

* Berikan waktu kepada pemimpin untuk berpikir, merenung, dan menyelesaikan masalah. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, ini bukanlah sesuatu yang instan. Pemimpin bukan seorang penyihir yang sanggup menyelesaikan masalah perusahaan hanya dengan mengayunkan tongkat ajaib atau merapal mantra. Berikan batas waktu yang wajar sehingga pemimpin bisa bekerja dengan maksimal.

* Apa yang menjadi ruang ekologi si pemimpin? Di mana mereka akan tumbuh dengan baik? Amati dengan seksama wilayah di mana pemimpin tersebut bisa bertumbuh menjadi lebih unggul. Meski sangat jarang seorang pemimpin bisa menguasai dan berkembang di berbagai bidang, tidak mustahil ia dapat memberikan solusi di bidang lainnya.

* Buanglah praktik-praktik dan ide-ide yang membuat tidak produktif dan kembalilah ke akar masalah. Intinya adalah penyederhanaan di segala aspek. Perampingan akan membuat pengelolaan bisnis menjadi jauh lebih mudah dan terfokus.

* Biarkan akarnya tumbuh jauh ke dalam tanah. Air inspirasi terletak jauh di bawah tanah. Pohon yang tumbuh dan berbuah tiap tahun mempunyai akar yang dalam. Begitu seorang pemimpin yang baik berhasil ditemukan atau dicetak, maka berikanlah kesempatan baginya untuk menginspirasi semua orang yang ada di sekitarnya, memberikan lebih banyak kesempatan untuk bisa membuat orang lain menaati dan menghormatinya secara sukarela.

Lalu setelah pemimpin yang baik sudah ada, berikut standar yang bisa dijadikan patokan untuk mengukur kinerja seorang pemimpin sehingga bisa disebut sukses:
* Mengkomunikasikan visi, arah, dan peran yang jelas.
* Memengaruhi orang lain dengan terencana dan mengajak orang lain bekerja.
* Membina hubungan.
* Menantang pemikiran dan mendorong fleksibilitas dan inovasi.
* Mengembangkan, memberikan kesempatan, dan mendorong orang lain.
* Memberi dorongan bagi tercapainya hasil dan perbaikan.
* Mempraktikkan kecerdikan politis.
* Memperlihatkan kesadaran diri.
* Berkomitmen dengan rasa cinta yang mendalam terhadap nilai dan misi.
* Memperlihatkan penguasaan kecakapan manajemen.

Sumber ciputraentrepreneurship | suaramedia.com