pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Manajemen Buruk, Karyawan Cabut

http://www.nevermindthemanager.com/wp-content/uploads/2009/06/bad_management.jpgPernah pindah kerja? Apa alasan Anda? Gaji rendah, tak ada kemungkinan peningkatan karier, pindah tempat tinggal, atau lainnya? Banyak alasan seseorang untuk berhenti kerja. Salah satunya yang cukup besar dalam membuat seorang pegawai memutuskan berhenti kerja adalah atasannya.

Sebuah survei yang diterbitkan dalam Colourful Lives Report oleh Future Foundation mengatakan, 28 persen pekerja memutuskan untuk berhenti bekerja dan mencari tempat baru karena mereka ingin mencari seseorang yang bisa memotivasi mereka dengan cara yang lebih baik.

Lebih dari 1 banding 10 orang yang berhenti bekerja karena atasan yang buruk, bahkan mencari karier yang sangat berbeda. Sementara 1 dari 20 orang memutuskan untuk memulai bisnis sendiri untuk menghindari manajemen yang buruk.

Memang, seperti apa sih menurut para karyawan ini sosokĀ atasan yang baik dan ideal? Menurut mereka, 83 persen mengatakan harus memiliki keterbukaan, seorang komunikator andal (82 persen), suportif (81 persen), pemimpin yang bagus (80 persen), dan seseorang yang menghormati staf sebagai individu yang berbeda (76 persen).

Manajemen atau atasan yang buruk juga berdampak buruk terhadap bisnis perusahaan tersebut. Sebab, ketika bekerja di bawah bos yang payah, karyawan melaporkan kehilangan motivasi (47 persen), penurunan produktivitas (28 persen), dan sering mengajukan izin sakit untuk menghindari kerja (18 persen).

Lebih dari tiga perempat pekerja ini (sekitar 77 persen) berpikir bahwa bos mereka tidak membuat mereka merasa tertarik untuk mengeluarkan ide-ide baru, atau memberikannya kesempatan untuk mengekspresikan diri. Menghargai kemampuan pekerja sebagai individu dan memeluk kreativitas mereka bisa membuat perbedaan yang amat baik dan berbuah pada hasil kerja yang baik.

Nadia Felicia /dailymail/female.kompas.com