21 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 31 Juli 2021

basmalah.png

Bukti Mengapa Karyawan Senior Lebih Produktif

http://www.empxtrack.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/employee-training-a-management-perspective.jpgSelama ini, masa muda barangkali dinilai sebagai momen paling produktif dalam kehidupan manusia. Tapi, para ilmuwan ternyata memiliki pendapat sebaliknya.

Menurut sejumlah peneliti, karyawan yang lebih tua juga lebih produktif dibandingkan rekan-rekannya yang lebih muda. Anggota staf yang lebih senior mungkin lebih lemah dan kurang gesit dibandingkan rekan-rekan juniornya. Tapi, mereka menebus kekurangan itu dengan memiliki pengalaman yang lebih banyak, kemampuan untuk bekerja sama di dalam tim, serta berhasil bertahan di tengah kondisi sulit.


''Meski pun pekerja yang lebih tua membuat lebih banyak kesalahan, barangkali karena atribut fisiknya, mereka hampir tidak pernah membuat kesalahan yang parah, mungkin karena lebih berpengalaman. Pengalaman mencegah kesalahan parah,'' ujar para peneliti seperti dikutip situs dailymail.co.uk.


Para ilmuwan yang mempelajari lini produksi di sebuah pabrik truk Mercedes-Benz di Jerman selatan juga menemukan bahwa pekerja yang lebih muda dan berpendidikan lebih tinggi, kurang produktif dibandingkan mereka yang memiliki kualifikasi lebih rendah. Fenomena itu barangkali disebabkan karena pekerja berpendidikan tinggi lebih mudah merasa bosan.


''Di banyak negara, produktivitas yang lebih rendah di antara para pekerja yang lebih tua digunakan sebagai alasan untuk kebijakan pensiun dini. Jika hal ini benar, populasi menua di banyak negara maju akan memiliki efek negatif terhadap keseluruhan produktivitas. Hasil penelitian ini memperlihatkan keraguan terhadap keyakinan seperti itu,'' tulis para peneliti dari University of Mannheim.


Para peneliti berpendapat, pada sektor-sektor di mana kekuatan fisik tidak begitu penting dibandingkan pada bidang manufaktur, seperti di sektor jasa misalnya, ada kemungkinan bahwa pekerja yang lebih tua bahkan lebih produktif.


Para peneliti juga menemukan, proporsi perempuan yang lebih tinggi dalam angkatan kerja berdampak buruk bagi produktivitas dalam tim muda. Sebaliknya, hal itu justru berdampak baik dalam tim tua.


Menurut mereka, kaum perempuan membuat lebih sedikit kesalahan. Tetapi, pekerja lelaki muda mudah teralihkan perhatiannya, sehingga cenderung lebih mudah membuat kesalahan jika perempuan berada di dalam tim.

yulia permatasari | mediaindonesia.com