13 Rabiul-Awal 1443  |  Rabu 20 Oktober 2021

basmalah.png

Pentingnya Penerapan Efisiensi Biaya

http://3.bp.blogspot.com/_O71vT3xLs0c/S9EPP1yYKpI/AAAAAAAAAHg/FoaawEd3oGQ/s1600/AG00021_.GIFDi masa persaingan global yang semakin kompetitif saat ini setiap perusahaan bersaing untuk menjadikan produknya lebih unggul dari produk yang dihasilkan oleh pesaing, baik dalam hal mutu, harga maupun bagian pasar yang dikuasai. Manajemen  harus melakukan berbagai macam usaha untuk meminimumkan biaya yang dibutuhkan agar dapat menghasilkan dan mencapai manfaat untuk saat ini dan masa yang akan datang. Mengurangi biaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan berarti perusahaan akan menjadi efisien.

Efisiensi merupakan suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya sumber/biaya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan.

Pengertian efisiensi menurut Mulyamah (1987;3) yaitu: “Efisiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan rencana penggunaan masukan dengan penggunaan yang direalisasikan atau perkataam lain penggunaan yang sebenarnya”

Sedangkan pengertian efisiensi menurut SP. Hasibuan (1984;233-4) yang mengutip pernyataan H. Emerson adalah: “Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas. Dengan kata lain hubungan antara apa yang telah diselesaikan.”

Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk melaksanakan efisiensi biaya adalah sebagai berikut:

1. Melakukan efisiensi biaya produksi.
Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam melaksanakan proses produksi. Perlu direncanakan secara matang dan dikendalikan sebaik-baiknya, karena walaupun proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan baik namun apabila tidak didukung dengan usaha untuk dapat menekan biaya produksi serendah–serendahnya akan berakibat naiknya biaya produksi.

Kondisi tersebut dapat dicapai dengan berusahamengendalikan biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan, terutama biaya yang berkenaan langsung dengan produksi karena dengan mengendalikan biaya produksi seefisien mungkin, maka akan dihasilkan harga pokok produksi yang lebih rendah, di mana dengan harga pokok produksi yang lebih rendah itu perusahaan akan mampu bersaing di pasaran, sehingga perusahaan dapat memperoleh laba yang optimal.

Perusahaan harus benar-benar mempertimbangkan dengan baik pembelian material ataupun alat produksi lainnya, diantaranya mengenai harga, kualitas, biaya angkut, penyimpanan, pemeliharaan, dan diskon. Usahakan untuk bekerja sama dengan rekanan yang mampu menyediakan material ataupun alat produksi lainnya yang diperlukan dengan harga dan kualitas yang baik, sehingga akan mengurangi resiko kerusakan produk yang dapat mengakibatkan pemborosan.

2. Meningkatkan efisiensi dan kinerja karyawan.
Pemimpin perusahaan harus mampu meningkatkan produktivitas dan mendorong pekerjanya untuk lebih efektif dalam bekerja. Meningkatkan produktivitas dapat dilakukan dengan mengembangkan kompetensi pegawai dan mengurangi biaya pada pos-pos yang kurang penting.

Selain itu pekerjaan benar-benar harus diawasi dan dilaksanakan seefektif mungkin, sehingga perusahaan mampu meningkatkan mutu produk, meminimalisasi kerusakan produk, mengurangi pemborosan, baik waktu maupun biaya, tanpa harus mengurangi jumlah karyawan, dan juga tetap menjaga kepuasan pelanggan.

3. Menetapkan biaya standar.
Menetapkan biaya standar sangat penting untuk memberikan pedoman kepada manajemen berapa biaya yang seharusnya boleh terjadi dalam melaksanakan kegiatan produksi, sehingga memungkinkan manajemen untuk mengevaluasi apakah efisiensi perusahaan atas biaya produksi sudah tercapai. Hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam melakukan perbaikan metode produksi, pemilihan tenaga kerja dan kegiatan yang lain.

Selain itu biaya standar juga sangat berperan dalam pengendalian pengeluaran biaya produksi, sehingga diharapkan dengan digunakannya biaya standar, biaya produksi dapat ditekan serendah mungkin, yang pada akhirnya akan mengoptimalkan laba yang dicapai.

Efisiensi biaya seringkali dianggap sebagai kebijakan yang tidak menyenangkan, karena perusahaan harus “mengencangkan ikat pinggang”, tetapi harus disadari efisiensi bukanlah kebijakan yang mempersulit diri, tetapi menghilangkan pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, sehingga perusahaan tetap dapat berjalan secara efektif dan memperoleh hasil yang optimal.

 

Oleh : Febry Hutasoit

FH/IC/vibiznews.com