16 Rabiul-Awal 1443  |  Sabtu 23 Oktober 2021

basmalah.png

Harta Karun Dari Data Pelanggan

Harta Karun Dari Data PelangganDalam situasi dan kondisi saat ini banyak perusahaan menyadari bahwa dibutuhkan biaya pemasaran yang jauh lebih besar untuk mendapatkan pembeli baru dibanding mempertahankan dan mengembangkan pelanggan yang sudah ada. Harus diakui bahwa para pembeli setia ini menyumbang laba lebih besar dari pada pembeli transaksional. Mereka membeli lebih banyak, lebih sering, tidak banyak tuntutan, lebih mudah untuk dilayani, dan yang terpenting, mereka akan merekomendasikan kepada teman atas kepuasan terhadap pemakaian produk atau jasa tersebut.

Karenanya, mengubah konsumen yang pernah membeli menjadi pelanggan setia adalah suatu hal yang sangat penting. Untuk mencapai hal itu, Anda harus menggali harta karun yang terpendam, data pelanggan!

Mengolah data pelanggan memungkinkan perusahaan mengenali mereka, menyediakan apa yang mereka inginkan dan butuhkan, menawarkan program pengakuan terhadap loyalitas pemakaian mereka pada produk atau jasa kita, dan memberikan imbalan dan insentif yang menguatkan relasi secara tepat sasaran.

Pilihlah pelanggan Anda berdasarkan demografi, geografi, minat dan gaya hidup. Setiap segmen atau kelompok harus memiliki karakteristik spesifik, kinerjanya bisa diukur dan cukup besar untuk membenarkan sebuah strategi pemasaran yang diselaraskan dengan kebutuhan mereka.

Luncurkan program pemasaran Anda ke salah satu kelompok, sebelum menawarkan program tersebut pada kelompok lainnya. Lalu bandingkan hasil penjualan pada kedua kelompok. Pada periode lain, tawarkan program tersebut pada kelompok berbeda lainnya. Lakukan beberapa kali proses tersebut, dengan berbagai program berbeda, Anda akan tahu mana program yang efektif, dan mana yang kurang manjur, Anda akan tahu program mana yang cocok untuk kelompok satu dan mana yang lebih cocok untuk program lainnya.

Menurut praktisi sales dan marketing Hoseing Prajogo, program pemasaran berdasarkan data pelanggan ini tidak selalu mujarab, tapi bisa gagal untuk beberapa sebab:

1. Tidak adanya strategi pemasaran -   Untuk sukses, strategi pemasaran berdasarkan data pelanggan membutuhkan beberapa unsur tertentu, termasuk imbalan spesifik bagi pelanggan, suatu kontrol yang telah di buat, objektif yang bisa tercapai dan rencana-rencana baik jangka panjang maupun jangka pendek.

2. Fokus pada harga dan bukan pada layanan - Begitu Anda fokus pada harga, Anda menggerogoti program pemasaran Anda. Kampanye berbasis harga akan mendorong pelanggan transaksional, bukan pelanggan relasional jangka panjang.

3. Strategi yang keliru - Program pemasaran yang berbasis data pelanggan tidak cocok untuk setiap jenis produk. Melakukan pemasaran berbasis data pelanggan cocok untuk produk atau jasa yang berlaba besar, sedangkan yang berlaba kecil tidak perlu dilakukan.

4.Memperlakukan semua pelanggan dengan sama - Perusahaan berbicara tentang layanan istimewa bagi pelanggan setia, tetapi realitanya tidak demikian maka program akan gagal.

5. Gagal menggunakan percobaan dan kontrol - Anda tidak bisa mengukur kesuksesan sebuah program dengan akurat, atau mengerti kegagalannya dan akhirnya yang diperoleh adalah pengorbanan waktu dan biaya.

Oleh Rutch Helena
vibiznews.com