fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Sya'ban 1442  |  Minggu 11 April 2021

Teamwork Is The Mighty Weapon To Win The Business

Teamwork Is The Mighty Weapon To Win The Business Teamwork didefinisikan dalam Webster's New World Dictionary sebagai " a joint action by a group of people, in which each person subordinates his or her individual interests and opinions to the unity and efficiency of the group." Ini tidak berarti bahwa individu tidak lagi penting, namun itu berarti bahwa kerja sama tim yang efektif dan efisien jauh  melampaui prestasi individu tersebut. Kerja sama tim yang paling efektif adalah ketika semua individu yang terlibat saling memberikan kontribusi mereka dan bekerja menuju tujuan yang sama.

Teamwork adalah sesuatu yang harus menjadi prioritas tinggi dan terus menerus diberikan perhatian. Setiap anggota  perlu memahami betapa pentingnya bagi mereka untuk bekerja dengan lancar bersama-sama jika mereka ingin sukses. Setiap anggota  harus didedikasikan untuk seluruh tim dan bersedia untuk tidak mementingkan diri sendiri. Ketika tantangan muncul (yang seringkali memang muncul), tim perlu memiliki sumber daya, akuntabilitas dan komitmen untuk menghadapinya  secara  positif. Mental kebersamaan sebagai teamwork merupakan bagian yang sangat penting dalam hal ini.

Ingatlah bahwa  T.E.A.M. - Together Everyone Achieves More!

Begitu banyak metode dan strategi yang hebat ditambah ketrampilan setiap anggota team dan kecanggihan tehnologi yang dimiliki oleh perusahaan yang sebenarnya adalah modal yang sangat besar untuk mencapai tujuan perusahaan NAMUN apabila masing-masing team tidak berada pada pemikiran  dan visi yang sama (we are not in the same page & paradigm) it’s all useless artinya semua aset dan strategi jitu itu SIA-SIA.  Kehancuranlah yang akan didapatkan oleh team yang terpecah-pecah dan mengutamakan kepentingan sendiri-sendiri.

Kondisi ini seringkali sangat bias dan tidak terdeteksi didalam kesibukan rutinitas pekerjaan, namun jika Manajemen meneliti pencapaian yang diraih dari waktu ke waktu terus dibawah target artinya target tidak pernah tercapai apalagi melebihi, perusahaan harus sesegera  mungkin melakukan assessment terhadap setiap karyawan untuk mendapati apa yang salah dari kegagalan ini.  Banyak hasil ahli mengatakan bahwa sistem, strategi, keputusan atau hal-hal lainnya bisa saja salah langkah namun seringkali dampak dari akibatnya masih dapat dimungkinkan diatasi tetapi jika masalah TEAMWORK (kesamaan HATI) inilah akan berakibat sangat FATAL dan kemungkinan untuk tidak dapat diperbaiki terbuka lebar, karenanya harus segera diatasi sebelum perusahaan hancur.

Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah setiap team dalam organisasi perusahaan memiliki semangat teamwork yang sama?  Ada beberapa tips yang dapat saya bagikan dalam kesempatan ini:

A. Lakukan program Assessment kepada karyawan – Lakukan pendekatan dan ajukan pertanyaan kepada karyawan untuk menggali kecenderungan hati (passion) dan pemikirannya terhadap perusahaan. Mintalah bantuan tenaga ahli bila kesulitan membuat pertanyaan untuk program assessment ini.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dipertimbangkan ketika Anda meng asses tim Anda:
1. Apakah tim Anda telah sepakat akan tujuan mereka menjadi sebuah tim?
2. Apakah mereka saling memotivasi dan mendukung satu sama lain?
3. Apakah mereka memiliki komunikasi yang  terbuka satu sama lain?
4. Apakah setiap anggota tahu apa peran mereka dalam tim ini?
5. Apakah mereka saling menghormati di antara para anggota?
6. Apakah setiap anggota menggunakan pernyataan seperti "kita" ketika mengacu pada tim, atau lebih dari sebuah mentalitas "setiap orang  untuk dirinya sendiri"?
7. Apakah mereka menciptakan citra tim yang positif untuk diri mereka sendiri?
8. Apakah kontribusi individu masing-masing anggota yang diakui oleh semua anggota tim?
9. Apakah tim secara keseluruhan berkomitmen untuk meningkatkan kinerja?
10. Apakah setiap anggota menganggap diri mereka sebagai "bagian dari tim?"

Sebuah tim yang produktif memiliki pemain yang berbagi tujuan bersama, visi bersama dan memiliki beberapa tingkat saling ketergantungan yang membutuhkan interaksi verbal dan fisik.

B. Beri kesempatan untuk setiap karyawan terlibat dalam menangani project yang sulit atau bermasalah -> Lihatlah siapa yang aktif dan terlihat empati yang dalam terhadap kepentingan perusahaan (bukan kepentingan divisinya) dan sebaliknya siapa yang mengeluh dan bertanya mengapa ia harus dilibatkan dalam masalah yang dihadapi perusahaan dan merasa yang penting dia melakukan tugasnya di bagiannya saja.
 
C. Amati dan berilah penilaian terhadap kontribusinya dalam menangani masalah ini. BUKAN performancenya pada bagiannya saja tetapi dalam keseluruhan project khusus ini. Apakah ia menghasilkan ide-idea yang baik dan menyelesaikan tugas/assignment yang diminta kepadanya TEPAT WAKTU atau sebailknyai tidak memberikan ide dan bahkan tidak menyelesaikan bagiannya.

Training maupun coaching atau bahkan assessment untuk memastikan team work di dalam perusahaan sepatutnya dilakukan, baik secara berkala maupun setiap ada perubahan yang mempengaruhi satu atau lebih bagian dalam organisasi.

Characteristics of Effective Teams

Berikut ini adalah delapan karakteristik dari suatu  tim yang efektif, yang  diidentifikasi oleh Larson dan LaFasto dalam buku mereka berjudul Teamwork: What Must Go Right/What Can Go Wrong (Sage Publications 1989).

1. Tim harus memiliki tujuan yang jelas. Tujuan tim harus jelas  untuk tujuan kinerja tertentu, sehingga semua anggota dapat mengetahui ketika tujuan telah dipenuhi.

2. Tim harus memiliki struktur berorientasi hasil. Tim harus diizinkan untuk beroperasi dengan cara yang menghasilkan hasil. Cara terbaik adalah membiarkan tim tersebut untuk mengembangkan strukturnya.

3. Tim harus memiliki anggota tim yang kompeten. Hal ini berarti bahwa masalah yang diberikan kepada tim harus merupakan masalah yang dapat mereka atasi sesuai tingkat pengetahuan mereka.

4. Tim harus memiliki komitmen untuk  bersatu. Ini tidak berarti bahwa anggota tim harus setuju pada segala sesuatu. Tetapi  berarti bahwa semua individu harus mengarahkan upaya mereka menuju tujuan bersama. Jika ada upaya individu yang murni menuju tujuan pribadi, maka tim akan menyelesaikan masalah tersebut secara bersama.

5. Tim harus memiliki iklim kolaboratif. Ini adalah iklim kepercayaan yang merupakan hasil dari perilaku jujur,  terbuka, konsisten dan saling hormat. Dengan iklim ini mereka akan berhasil  ... tanpa itu, mereka akan gagal.

6. Tim harus memiliki standar tinggi yang dipahami oleh semua. Anggota tim harus tahu apa yang diharapkan dari mereka secara individu dan kolektif. Tidak cukup hanya memiliki pernyataan  seperti "sikap positif" atau “berusaha menunjukkan”.

7. Tim harus menerima dukungan eksternal dan dorongan. Dorongan dan pujian bekerja sama dengan baik dalam memotivasi tim seperti halnya dengan individu.

8. Tim harus memiliki seorang pemimpin yang memiliki prinsip. Tim biasanya membutuhkan seseorang untuk memimpin upaya tersebut. Anggota tim harus tahu bahwa pemimpin tim memiliki posisi sebagai pemimpin  karena mereka memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik dan bekerja untuk kebaikan tim. Anggota tim akan kurang mendukung jika mereka merasa bahwa pemimpin tim yang meletakkan posisinya di  atas tim, ingin mencapai pengakuan pribadi atau mengambil keuntungan dari posisinya.

Semakin kuat ikatan team semakin mempermudah perusahaan menjalankan proses bisnis dan semakin lebar keberhasilan diraih. Kekuatan team work adalah senjata paling ampuh untuk tetap dapat bersaing dalam kancah bisnis saat ini yang bebas bersaing dan muncul banyak kompetitor yang menjadi ancaman bagi perusahaan kita jika kita jalan di tempat dengan tidak memperkuat team untuk mencurahkan daya, upaya dan ide-ide mereka untuk kemenangan perusahaan.

Sekali lagi ingatlah bahwa  T.E.A.M. - Together Everyone Achieves More!
Be a good teamwork!

Oleh Endah Caratri
vibiznews.com