fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

Bagaimana Tetap Optimis Sebagai Marketing?

Bagaimana Tetap Optimis Sebagai Marketing?Profesi sebagai seorang Marketing pastilah tidak jauh dari target penjualan, dimana kita sebagai marketing setiap awal bulan kita akan ditanya oleh head kita mengenai target bulanan dan kita harus memenuhi akan target yang diberikan oleh perusahaan setiap bulan.

Berlalannya waktu sering juga kita sebagai marketing merasa buntu atau bisa dibilang sedang tidak memeliki prospek, rasa stress memenuhi akan pikiran kita ini dan semua timbul karena kita tidak memiliki prospek yang bisa kita kerjakan.
 
Ketika anda sedang dalam kondisi tidak memiliki prospek, mungkin tips-tips berikut ini dapat membantu untuk mendapatkan prospek dan membuat anda tetap optimis sebagai seorang marketing.
 
a. Buka databease yang kita miliki.
Sebagai marketing pasti saudara memiliki database, database adalah satu keharusan dari setiap marketing yang ingin berhasil karena database seperti harta bagi setiap marketing, dimana kita menyimpan data dari client yang pernah closing dengan kita atau hanya sebatas  prospek.
Dari database yang kita punya kita bisa mengolah menjadi prospek dan hot prospek, kita bisa mencoba bertanya apakah ada kebutuhan lagi/ mau ditukar tambah, dan ini bisa menjadi prospek kita kembali.
 
b. Teman/kerabat
sebagai marketing, kita harus memiliki satu rasa kebanggaan bahwa kita marketing, bahwa pekerjaan marketing bukan pekerjaan yang level bawah, tapi merupakan pekerjaan yang sangat menjanjikan. Ketika kita memiliki rasa bangga maka kita dengan percaya diri bisa mencari banyak teman, maka tanpa kita sadari kita sedang membangun suatu jaringan marketing dari jaringan saudara sendiri melalui teman/kerabat, memang ini membutuhkan waktu yang panjang, tapi ini semua bisa menjadi suatu prospek jangka panjang untuk kita sendiri, karena melalui teman atau kerabat kita bisa saja mendapat prospek dan bisa menjadi closing.
 
c. Semangat
Salah satu faktor sebagai marketing yang berhasil adalah network atau bahasa kerennya ’gaul’, tetapi di antara 2 faktor diatas yang tidak kalah pentingnya adalah semangat. Semangat adalah suatu kekuatan yang dapat mendobrak semua masalah, dan semangat adalah unsur yang penting bagi seorang marketing. Seorang marketing harus memiliki sikap hati pantang menyerah, dimana kita harus maju, maju dan berhasil,
 
Dengan melakukan langkah-langkah diatas diharapkan Anda tetap memiliki optimis untuk memiliki prospek, sekalipun pada saat ini anda belum mempunyai  prospek.

Oleh : Jimmy Andreas
vibizmanagement.com