fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


11 Ramadhan 1442  |  Jumat 23 April 2021

Innovation As a Unique Part Of The Marketing

Innovation As a Unique Part Of The MarketingInovasi merupakan bagian yang penting dalam suatu bisnis yang kita miliki, terlebih lagi kalau kita memiliki produk yang harus kita jual. Bahkan kalau kita ingin supaya bisnis kita tetap maju dan berkembang, jangan pernah berhenti untuk berinovasi. Sekarang pertanyaannya adalah dalam hal apa  saja yang perlu disentuh oleh inovasi?

Berbicara tentang inovasi khususnya di marketing, maka pikiran orang umumnya langsung tertuju kepada diferensiasi produk. Padahal kenyatannya tidak lah demikian. Beberapa teori yang sempat dikemukakan oleh Peter Doyle & Susan Bridgewater dalam bukunya yang berjudul “Innovation in Marketing”, menunjukkan bahwa inovasi di marketing tidak terbatas pada produk saja melainkan juga bagaimana mencari saluran yang baru, menemukan proses marketing yang efektif, menciptakan segmen yang baru hingga kepada penciptaan konsep yang sesuai dengan tuntutan pasar saat ini.

Dari penjelasan tersebut bisa dimengerti bahwa inovasi itu tidak hanya wajib dilakukan pada satu elemen saja, melainkan di semua elemen marketing. Dan dalam hal ini inovasi tidak hanya dilakukan di bagian marketing, tetapi juga bisa dilakukan dalam bidang lainnya, misalnya di bidang  IT, SDM ataupun system layanan yang ada. Inovasi bisa memberikan nilai lebih jika sang innovator mampu menyediakan sesuatu yang berbeda pada  momentum yang tepat.

Salah satu contoh inovatif adalah apa yang pernah dilakukan oleh Esia, ketika mereka mengeluarkan  tarif murah telepon Esia yang hanya seharga Rp 3000-an per jam serta program talk time nya yang hanya Rp 100 per menit,  Gebrakan Esia yang berlangsung di pertengahan tahun 2006 itu seperti  menjungkirbalikan operator lain yang ketika  itu tengah bersaing di kisaran tarif Rp 1000-1500 per menit.

Sekalipun itu terjadi di pasar CDMA, namun inovasi tersebut sempat membuat pasar telekomunikasi geger. Hal itu menyebabkan banyak dari operator lain yang kemudian mencari cara  untuk meniru gebrakan Esia tersebut. Salah seoang managemen dari Esia mengatakan bahwa dalam berinovasi, Esia selalu berusaha agar inovasi yang dibuat bisa mengganggu pasar secara positif, atau istilahnya menjadi tren yang baru. Manajemen membuat budaya inovasi ini bukan  bukan hanya sekadar strategi marketing di Esia, namun telah menjadi acuan berpikir yang ditanam pada setiap tim di berbagai divisi. Sehingga tidak hanya divisi marketing, namun semua karyawan di level apapun wajib membuat inovasi dalam skala besar maupun kecil. Hal ini sudah membudaya di Esia.
Dalam hal ini bagian  riset dan pengembangan (R&D) memiliki pengaruh yang besar dalam setiap inovasi marketing yang ditelurkan. Mereka  sering memantau perkembangan pasar telekomunikasi luar negeri untuk kemudian diteliti apakah bisa diterapkan di Indonesia atau tidak. Ditegaskan oleh manajemen bahwa berinovasi di Esia adalah suatu keharusan yang wajib dipenuhi, karena tanpa inovasi sulit rasanya bagi perusahaan baru seperti Esia untuk dapat mengejar para pesaing yang sudah lebih dahulu berlari jauh.

Salah seorang rekan kami dari Vibiz Consulting pernah bertemu dengan Indra Wijaya, Wakil Direktur Utama dari Agung Podomoro Land (APL). Dia menyampaikan bahwa APL yang bergerak di bidang properti ini  memiliki cara tersendiri dalam berinovasi. Cara yang paling sering ditunjukkan oleh APL, adalah keseringannya dalam membuat inovasi yang berada di luar ekspektasi pasar. Semua itu berkat pembangunan budaya sumbang ide yang sejak lama berlangsung di lingkungan kerja APG. Menurut managemen dari APL, di tempatnya bekerja sekarang, semua staf di divisi marketing mulai dari level bawah hingga atas wajib menyumbang satu ide kepada atasannya setiap hari. Bila tidak ada hari ini maka dua hari ke depan harus menyumbang dua ide untuk membayar hutang di hari sebelumnya, begitu seterusnya.

Hal ini penting, karena dengan begitu karyawan menjadi terbiasa untuk selalu berpikir kreatif dan berani menerima tantangan setiap saat. Setelah semua ide terkumpul, biasanya setiap bulan atau tahun ada tim khusus yg akan meninjau semua ide tersebut, apakah ada ide yang affordable untuk dipakai atau tidak sama sekali. Sehingga tim nya tidak akan pernah mengalami ‘kosong ide’ ketika diminta untuk melakukan inovasi di bidang apapun.

Dari pengalaman yang ada dalam APL, dalam merancang sebuah inovasi khususnya di bidang marketing maka hal pertama yang wajib diperhatikan adalah dukungan dari aspek lingkungan terhadap inovasi kita. Kedua, segmentasi inovasi harus jelas ditujukan kepada siapa. Ketiga, pandai melihat momentum sehingga inovasi yang terlahir tidak menjadi sia-sia. Keempat, setelah melihat momentum maka kita wajib melihat aktivitas yang dilakukan pesaing seperti apa. Dan kelima, pihak perusahaan harus jeli melihat dan mengapresiasi sang innovator yang menyumbang ide-ide brilian. Ini penting Agar sang innovator merasa di hargai dan di motivasi untuk terus melakukan hal yang sama setiap waktunya. Itulah sebabnya di APL sekecil apapun ide pasti akan sangat dihargai.

Belajar Berinovasi dari Steve Jobs

Kita akan belajar  bersama  dari salah satu pemimpin yang paling inovatif saat ini  yaitu Steve Jobs,  CEO dari Apple. Dalam bukunya “The Innovation Secrets of Steve Jobs”, Carmine Gallo menjelaskan  beberapa  prinsip-prinsip  yang  bisa digunakan untuk "berpikir secara berbeda" tentang  inovasi suatu produk, jasa atau merek.

Prinsip Satu: Do what you love.  Lakukan apa yang Anda cintai. Steve Jobs pernah mengatakan kepada sekelompok karyawan, "Orang yang memiliki gairah bisa mengubah dunia menjadi lebih baik." Steve telah mengikuti kata hatinya sepanjang hidupnya  dan memiliki gairah atau semangat itu,  dan itulah yang  telah membuat suatu  perbedaan.  Sangat sulit untuk memiliki ide-ide yang baru dan kreatif  kecuali  Anda bergairah untuk  bergerak maju.

Prinsip Dua:  Put a dent in the universe. Steve Jobs percaya pada kekuatan visi. Dan ia pasti memiliki visi yang besar. Pada pertengahan 1970-an ketika komputer diasingkan ke sekelompok kecil penggemar, Steve Jobs yakin bahwa ia bisa menempatkan komputer di tangan orang sehari-hari  atau “everyday people” (dulunya mungkin ukuran komputer sangat besar). Dan dia menantang pendiri Steve Wozniak dan tim Apple untuk menciptakan sebuah komputer yang bisa digunakan sehari-hari dengan nyaman. Akhirnya, terciptalah Macintosh. Komputer yang mengubah segalanya. “Steve’s extraordinary vision and leadership saved Apple and guided it to its position as the world’s most innovative and valuable technology company,” kata Art Levinson, Ketua Genentech, atas nama Dewan Apple.

Prinsip Tiga: Kick start your brain. Steve Jobs pernah berkata "Kreativitas adalah menghubungkan berbagai  hal ".  Maksudnya adalah bahwa orang dengan seperangkat luas pengalaman hidup sering dapat melihat hal-hal yang orang lain lewatkan. Pekerjaan sering menghubungkan ide-ide dari bidang lain.  Jobs  telah banyak menggunakan ide dari industri lain untuk menginspirasi kreativitasnya dalam berinovasi. Misalnya, ia belajar kaligrafi di perguruan tinggi. Sekalipun kaligrafi tidak memiliki aplikasi praktis untuk hidupnya,  tapi ia tertarik dan bergairah tentang hal itu. Kemudian pengalaman kaligrafi yang menemukannya jalan ke Mac, komputer pertama dengan font yang indah.

Prinsip Empat: Sell dreams, not products.  Jual mimpi, bukan produk. Untuk Steve Jobs,  dia memperlakukan orang yang akan membeli produk Apple bukan sekedar "konsumen."  Tetapi  mereka  adalah orang-orang yang memiliki harapan, mimpi dan ambisi. Dia membangun produk untuk membantu orang mencapai impian mereka. Dia pernah berkata, Suatu saat dia berkata, “some people think you’ve got to be crazy to buy a mac, but in that craziness we see genius and those are the people we’re making tools for. Your customers don’t care about your product. They care about themselves, their hopes, their ambitions”.

Prinsip Lima: Say no to 1,000 things.  Katakan tidak untuk 1.000 hal. Steve Jobs pernah berkata, “I’m as proud of what we don’t do as I am of what we do.” Dia berkomitmen untuk membangun produk dengan sederhana, desain rapi.  Dari desain iPod untuk iPad, dari kemasan produk Apple, untuk fungsi situs web, di dunia Apple, inovasi berarti menghilangkan yang tidak perlu sehingga  yang penting-penting akan terlihat lebih jelas. Apa pun yang mengacaukan pengalaman pengguna dihilangkan. Itu sebabnya hanya ada satu tombol di bagian depan iPad atau mengapa tidak ada keyboard built-in pada iPhone. Yang membuat Produk Apple populer adalah karena sederhana, elegan dan mudah digunakan

Prinsip Enam: Create insanely great experiences. Bukan hanya produk-produk Apple dengan inovasi tinggi yang diciptakan Steve, tapi Apple store nya juga di buat sedemikian sehingga menarik minat pengunjung. Terhitung, rata-rata pengunjung sebanyak 17.000 setiap minggunya. Ia ingin memberikan hubungan emosional antara pengunjung dengan produk apple.

Prinsip Tujuh: Master the message. Jika Anda memiliki ide terbesar di dunia tetapi jika Anda tidak dapat mengkomunikasikan ide-ide Anda, tidak masalah. Steve Jobs adalah pendongeng terbesar perusahaan di dunia, meluncurkan produk berubah menjadi suatu bentuk seni Bukan hanya memberikan presentasi seperti kebanyakan orang, ia memberitahu, ia berpendidikan, ia terinspirasi dan dia terhibur, semua dalam satu presentasi. Jika ada suatu hal yang kamu dapat lakukan hari ini, it’s to think visually. Kata-kata sangat sedikit di slide steve job jika dia presentasi. Ini sebuah filosofi yang disebut keunggulan gambar.


Sederhananya, inovasi adalah cara baru dalam melakukan sesuatu yang menghasilkan perubahan positif. Inovasi dapat dicapai oleh siapa pun di setiap organisasi, terlepas dari jabatan atau posisi mereka. Buatlah  inovasi menjadi  bagian dari DNA merek Anda 'dengan berpikir berbeda tentang tantangan bisnis Anda.

Kalau kita melihat dari seorang Steve Jobs, kita  benar-benar merasakan pengalaman unik dari  kehidupan  Steve Jobs dan cara dia memandang tentang bisnis, hidup dan pekerjaan. Ketika ia drop out dari kuliah, ia tidak langsung menciptakan Apple - pada kenyataannya, dia tidak tahu harus berbuat apa, jadi dia mengambil kelas kaligrafi. Bahkan, Jobs menjalani hidupnya dengan  banyak mengikuti kata hatinya  dalam segala hal.

Tidak ada keraguan bahwa Steve Jobs memiliki sesuatu yang istimewa. Dia memiliki cara hidupnya dengan cara tertentu, bahkan, tampaknya tidak pernah fokus untuk membangun sebuah kerajaan, tetapi lebih untuk menjadi dan melakukan apa yang  kata hatinya katakan.  Tanpa dia jalani itu semua, mungkin Apple tidak akan menjadi Apple yang sekarang.

Dari semua contoh yang bisa kita pelajari, intinya adalah Jangan menjadi Steve Jobs - Jadilah ANDA  sendiri!

Anda akan belajar "Bagaimana menjadi diri anda yang terbaik". Di antaranya kita belajar  tentang dasar-dasar menciptakan banyak pelanggan, menjual mimpi bukan produk dan semua hal-hal yang menarik di hati sanubari kita yang terdalam. Dari prinsip-prinsip di atas kita akan melihat apakah yang perlu kita perhatikan dalam melakukan suatu inovasi bagi bisnis. Apakah yang perlu kita tambahkan.

Jika Anda ingin melakukan atau memikirkan sesuatu untuk bagaimana mengubah bisnis Anda, produk Anda dan apa yang harus Anda lakukan di dunia ini, sekaranglah kesempatannya. Anda dapat mengharapkan untuk memiliki waktu-waktu yang luar biasa saat ini. Jangan ditunda-tunda lagi. Ingat, tanpa inovasi bisnis kita akan berhenti. Mungkin Anda akan memiliki wawasan tentang cara baru untuk melakukan sesuatu. Mungkin Anda akan memutuskan bahwa apa yang Anda benar-benar perlu lakukan, yang tadinya tidak pernah Anda pikirkan. Apapun itu , dengan contoh-contoh dan prinsip-prinsip berinovasi yang kita pelajari,   maka pikiran Anda sedikit  lebih terbuka untuk berpikir inovatif.

Selamat Berinovasi dan milikilah Visi Yang Besar dalam Bisnis Anda!

Ole Endah Caratri
vibizmanagement.com