pustaka.png.orig
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Keseimbangan Antara Penjualan Dan Pelayanan

Keseimbangan Antara Penjualan Dan Pelayanan"Dell berhasil meraih ranking satu dalam penelitian TBR quarterly IT service and support, yang menyebut Dell sebagai 'The only competitor to consistently meet customer expectations for services value'," ujar Director dan Country Manager Dell Indonesia Pieter Lydian.  Menurut Pieter, Dell tak semata-mata mengejar volume penjualan. "Kami ingin mendapatkan keseimbangan antara penjualan dengan pelayanan yang mampu memuaskan konsumen," kata Pieter.
 
Keberhasilan Dell terletak pada strateginya untuk menyeimbangkan antara penjualan dan pelayanan.  Perusahaan atau penjual yang hanya berfokus pada volume penjualan saja tidak dapat memiliki pelanggan yang setia.  Ini banyak kita temui di pasar dimana pedagang hanya mementingkan barang-barangnya terjual habis pada hari itu tanpa memikirkan apakah pembeli tersebut akan kembali lagi atau tidak.  Tidak heran banyak pembeli yang kecewa saat melakukan pembelian dan tidak ingin kembali lagi pada penjual tersebut.  Saya ingat suatu ketika seorang pedagang di pasar menawarkan wajan yang katanya bagus dan murah, saya melihat beberapa orang mulai tertarik membeli wajan tersebut dan sayapun tergoda untuk membelinya.  Alhasil saya beli wajan tersebut.  Sepulang di rumah wajan saya simpan di lemari untuk dipakai suatu waktu untuk menggantikan yang lama.  2 minggu kemudian saya menemukan wajan tersebut karatan dan tidak layak pakai.  Saya sangat kecewa dan merasa tertipu, namun saya tidak bisa kembali kepada penjual karena penjual sudah tidak berjualan lagi di pasar.  
 
Perusahaan atau penjual yang hanya berfokus pada volume penjualan tidak akan berhasil karena hanya berpikir pada jangka pendek.  Sebaliknya perusahaan yang tidak hanya mementingkan penjualan namun juga pelayanan akan memperhatikan bagaimana membina hubungan dengan pembeli dan bagaimana memuaskan konsumennya akan berhasil karena perusahaan seperti ini memiliki pelanggan-pelanggan tetap yang melakukan repeat order (pembelian berulang). Perusahaan atau penjual ini mampu berpikir jauh ke depan. 
 
Bila perusahaan hanya memikirkan pelayanan pelanggan tanpa memikirkan volume penjualan, bisa mengakibatkan perusahaan rugi dan gulung tikar karena bagaimanapun sebuah bisnis akan memikirkan untuk meningkatkan penjualan karena peningkatan penjualan berarti adalah peningkatan penghasilan dan laba perusahaan.  Yang seharusnya adalah memperhatikan pelayanan pelanggan untuk memuaskan pelanggan sehingga pelanggan akan melakukan pembelian berulang yang pada akhirnya meningkatkan volume penjualan.
 
Ingatlah bahwa bisnis berkembang dari hari ke hari, persainganpun semakin meningkat dari hari ke hari, bila hanya focus pada volume penjualan tanpa memikirkan pelayanan yang diberikan apakah mampu memuaskan pelanggan, maka konsumen cepat beralih ke competitor dan pada akhirnya perusahaan tidak mampu bersaing.  Bila perusahaan memelihara konsumen yang ada sehingga konsumen menjadi pelanggan loyal, maka perusahaan akan dapat bertahan dan bahkan memenangkan kompetisi yang ada.  
 
Selain itu biaya untuk menarik pembeli atau konsumen baru lebih mahal dari pada mempertahankan pembeli atau konsumen yang sudah ada.  Jadi perlu sekali menyeimbangkan penjualan dengan pelayanan. 

Oleh : Elfi Manao
vibizmanagement.com