29 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 04 Desember 2021

basmalah.png

Knowing Your Product: The Key to Sales Success

Knowing Your Product: The Key to Sales SuccessSalah satu titik balik dalam kehidupan saya adalah ketika saya mengetahui hukum sebab dan akibat. Hukum ini berkata bahwa untuk setiap akibat, seperti penghasilan tinggi, ada suatu penyebab yang jelas, atau banyak penyebab. Jika Anda melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang sukses, lama-kelamaan Anda akan mendapatkan hasil yang sama seperti mereka.

Salah satu keberhasilan sebuah penjualan tidak terlepas dari produk yang kita pasarkan. Pastikan bahwa produk kita dibuat atau dipilih dalam menanggapi kebutuhan pelanggan kita. Kita dapat saja meminta umpan balik pelanggan melalui survei atau interaksi langsung dengan mereka untuk mengetahui apa saja item yang mereka butuhkan dan harapkan dari bisnis kita.

Contohnya adalah produk Toyota dimana saat ini telah menjelma menjadi perusahaan mobil terbesar di dunia – melibas pabrikan raksasa seperti General Motor, Volkswagen ataupun Peugeot. Salah satu dimensi kunci yang membuat nama Toyota menjadi demikian harum barangkali adalah kualitas produk yang dihasilkannya.

Darinya kita mengenal konsep seperti Toyota Lean Manufacturing, Kaizen (perbaikan berkelanjutan) ataupun juga “just in time inventory”. Dari sinilah kemudian, kita juga mengenal beragam merk mobil dengan kualitas kelas dunia, mulai dari sang legenda Toyota Camry, Toyota Fortuner hingga Lexus.

Lalu, rahasia apa yang membuat nama Toyota terus menjulang?
Kita dapat melihat prinsip kunci yang membuat Toyota menjadi apa yang seperti kita kenal saat ini, yaitu diantaranya adalah :

Pertama : long term philosophy (prinsip yang senantiasa disandarkan pada filosofi jangka panjang). Mereka selalu mencoba mengambil keputusan manajemen berdasar perspektif jangka panjang, dan bukan sekedar demi keuntungan finansial jangka pendek semata.
Kisah riset mereka untuk menghasilkan mobil hibrid pertama di-dunia dengan merk Toyota Prius misalnya; dibangun dengan pemikiran janga panjang akan masa depan bumi. Meski mungkin upaya ini tidak menghasilkan banyak profit, namun mereka dengan intens melakukan ikhtiar untuk mampu menghasilkan mobil dengan emisi gas buang nol (zerro emission). Sebuah impian yang tentu saja didasarkan akan long term perspective.

Kedua: The Right Process Will Produce the Right Results.
Inilah sebuah filosofi yang banyak mendasari proses produksi (manufacturing) Toyota yang legendaris. Dalam prinsip ini mereka selalu mencoba membangun sebuah proses produksi yang sempurna demi menghasilkan beragam produk mobil dengan mutu yang tak terkalahkan.
Disinilah lalu dikenal sejumlah pendekatan semacam heijunka atau sebuah ikhtiar untuk membangun proses produksi yang mampu meminimalkan waste; serta tidak memberikan beban berlebihan kepada mesin ataupun tenaga manusia (overburden process). Pendekatan lain yang juga muncul adalah kaizen atau sebuah upaya terus menerus untuk melakukan perbaikan (constant improvement) melalui standarisasi proses yang sistematis dan mudah di-observasi.

Ketiga : Add Value to the Organization by Developing Your People.
Melalui prinsip ini Toyota senantiasa mendedikasikan sumber daya yang melimpah untuk pengembangan kompetensi para karyawannya. Para leader dan teknisi terus digodok hingga tingkat master. Para master inilah yang kemudian akan memastikan bahwa setiap Lexus atau Camry yang diproduksi, semuanya sesuai dengan acuan standar mutu yang telah ditetapkan.
Yang menarik, proses pengembangan SDM ini juga dilakukan secara intensif kepada para mitra (supplier) Toyota. Mereka mengenalnya sebagai Toyota Supply Chain Network. Setiap supplier yang ada dalam alur ini selalu mendapatkan semacam “intervensi pelatihan dan pengembangan” dari Toyota untuk memastikan semua mitra tersebut memiliki mutu SDM dan produk yang sejajar dengan standar Toyota.

Keempat : Continuously Solving Root Problems to Drive Organizational Learning.
Dalam prinsip ini kita dikenalkan dengan pendekatan Toyota yang berbunyi : Genchi Gebutsu (atau sebuah prinsip yang mengajak kita untuk selalu “turun ke lapangan” dan melihat proses secara menyeluruh demi memahami situasi/akar masalah dengan lebih komprehensif). Melacak akar masalah – dan bukan sekedar gejala atau simptom – adalah kunci bagi terbangunnya sebuah proses operasi yang ekselen, dan juga keunggulan kinerja.

Demikianlah kira- kira salah satu kunci keberhasilan penjualan adalah dengan mengetahui secara mendetal produk yang kita jual sehingga dengan hal ni kita dapat menentukan strategi produk yang harus kita ambil.

Oleh : Lina Moses
vibizmanagement.com