fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

7 Prinsip Jack Welch dalam Kepemimpinan Bisnis

7 Prinsip Jack Welch dalam Kepemimpinan Bisnis Fiqhislam.com - Siapa tak kenal Jack Welch? Mantan orang nomor satu di General Electric yang bernama asli John Francis Welch Jr. ini lahir 19 November 1935. Ia adalah salah satu tokoh yang dikenal karena kepemimpinannya saat menjabat sebagai Pemimipin dan Ketua Eksekutif dari GE pada periode 1981-2001. Reputasinya diraih berkat kecerdasan bisnis yang tinggi dan strategi kepemimpinannya di GE. Ia tetap menjadi tokoh yang disegani di kalangan bisnis mengingat strategi manajemennya yang inovatif dan gaya kepemimpinannya.

Berikut adalah 7 prinsip yang dipegang teguh oleh Jack Welch dalam mengelola GE yang disarikan dari tulisan Robert Slater “Jack Welch and The GE Way”:

Bisnis itu sederhana

Tentang kesederhanaan, Welch selalu menekankan bahwa bisnis itu tidak rumit. Ia mendorong orang untuk menyikapi bisnis sebagai sebuah bidang yang simpel.  Welch dalam pernyataannya pernah mengatakan, “Don’t make business harder than it is.” (Jangan buat bisnis lebih sulit dari yang sebenarnya)

Kesederhanaan juga amat penting bagi seorang pemimpin bisnis andal terkait dengan dua fungsi yang ia sandang: menciptakan dan memproyeksikan visi yang jelas.

Kesederhanaan ialah suatu bentuk seni dengan banyak definisi. Arti kesederhanaan bisa banyak sekali tergantung sudut pandang seseorang tetapi jika mau diringkas, Welch mengatakan, “... it [simplicity] takes the form of plain-speaking, directness - honesty.” Ia menekankan kejujuran, keterusterangan sebagai bentuk nyata dari konsep kesederhanaan.

Jangan membuat bisnis terkesan rumit

Betapa bedanya bisnis GE dari yang lain, ia mendorong setiap orang dalam perusahaannya untuk berpikir secara sederhana, untuk memandang mereka sebagai pelaku dia proses serupa: input dan output. Dan tidak memperumit bisnis lebih dari yang seharusnya.

Inputnya sama, kata Welch. Input bisa berupa orang, energi, dan ruang fisik. Sementara output bisa bervariasi.

Hadapi kenyataan

Welch dalam bukunya “Jack Welch and the GE Way” menyatakan dengan tegas, “Face reality. gthen act decisively.” Hadapilah realitas yang ada di hadapan kita, apapun itu. Entah manis atau pahit. Cerah atau suram. Jangan sekali-kali mundur dan melarikan diri dari apa yang harus kita hadapi.

Bagi Welch, ini adalah salah satu prinsip berbisnis utamanya. Siapapun, baik dalam kehidupan atau bisnis, biasanya akan menang dan berhasil jika ia mampu untuk mengakui kenyataan yang ada dan bereaksi secara tepat.  Semudah itu.

Namun dengan berbagai alasan, sebagian orang merasa takut menghadapi kenyataan. Lebih mudah rasanya menghindari kebenaran dengan segala macam cara. Kebenaran menyakitkan dan pahit.

Sebagai entrepreneur, kepemimpinan yang berhasil tergantung pada dua hal: menentukan dan menghadapi kenyataan - tentang situasi, produk dan orang-orang. Kemudian lakukan sesuatu dengan cepat dan tegas dengan berdasarkan pada kenyataan itu. Banyak kesalahan yang kita buat datang dari keengganan menghadapi kenyataan dan tidak tegas dalam bertindak.

Jangan gentar akan perubahan

“Embrace change, don’t fear it,” demikian kata Welch. Perubahan terjadi lebih cepat dari waktu yang diperlukan sebuah perusahaan untuk meresponnya.

Tidaklah masuk akal bagi seorang entrepreneur dan usaha untuk bisa berhasil jika ia menghindari perubahan. Para pemimpin yang berorientasi masa depan suka dengan perubahan. Perubahan adalah nafas mereka.

Perubahan ialah bagian tak terpisahkan dari realitas bisnis. Setiap saat kita temui pesaing baru, mitra baru, metode baru, dan sebagainya.

Welch menerapkan prinsip ini dalam GE dengan menetapkan tujuan yang sama, yaitu untuk menggenjot pertumbuhan bisnis tetapi alat dan metodenya secara terus menerus berkembang, tidak konstan.

Perangi birokrasi

“Get rid of the managers, get rid of the bureaucracy!” Welch berpendapat bahwa setiap lapisan yang harus ditembus dalam sebuah birokrasi ialah lapisan yang buruk. Dunia bergerak dengan kecepatan yang begitu tingginya sehingga kendali bisa menjadi kekangan yang menghambat. Itu cuma membuat kita lamban.

Gunakan sumber daya yang ada secara efisien. Tidak perlu memiliki terlalu banyak pekerja jika beban pekerjaan masih bisa ditangani dengan baik. Hal ini ia terapkan dalam GE. Ia menjadi pionir dalam sebuah gerakan perampingan yang tidak populer. Meski kurang menyenangkan bagi banyak pihak termasuk dirinya sendiri, Welch tahu itu harus dilakukan jika GE berkeinginan menjadi perusahaan yang terus bisa bertahan di antara kancah persaingan global di masa depan.

Gunakan kecerdasan pekerja Anda

Libatkan semua orang dalam perusahaan. Singkirkanlah lapisan manajemen yang menyulitkan dan membuat lamban. Buang kekangan birokrasi yang membelenggu. Dan musnahkan karang penghalang yang menghambat jalannya perusahaan menuju sukses.

Temukan siapa yang memiliki ide terbaik, dan terapkan ide itu

Inilah rahasia manajemen yang progresif lainnya. Temukanlah ide-ide bagus dari siapa saja kemudian terapkanlah ide itu secara serius. Itulah yang dipegang teguh Welch setiap saat.

Sebagai seorang entrepreneur berpengalaman, ia tak mau sombong untuk berhenti belajar, bahkan dari orang-orang yang lebih ‘hijau’ darinya. Ia berpikir kesombongan seolah kita sudah mengetahui segalanya dan kitalah yang bisa memonopoli kebenaran adalah awal kehancuran.

ciputraentrepreneurship.com