fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


4 Syawal 1442  |  Minggu 16 Mei 2021

Berikan Kepercayaan pada Karyawan Anda

Berikan Kepercayaan pada Karyawan Anda Fiqhislam.com - Sebuah organisasi yang tidak memercayai pegawainya menciptakan sebuah suasana penuh ketidakpercayaan. Orang-orang akan menanggapi dengan baik jika diberikan kepercayaan dan cenderung berperilaku dengan buruk saat mereka tidak dipercaya.

Bhaskar Bhat, Direktur Pelaksana Titan Industries Ltd., pabrikan penghasil jam di India, yakin bahwa para kolega yang termotivasi dengan baik dan diberdayakan untuk membuat pilihan yang rasional dapat dipercaya untuk membuat keputusan yang memihak kepentingan perusahaan secara maksimal.

“Saya sangat yakin bahwa jika diberikan motivasi yang benar, orang akan dengan sendirinya memilih tingkat tanggung jawab mereka dan melakukan tugasnya hingga tingkat kepuasan tertinggi perusahaan tanpa adanya pengawasan. Anda tidak perlu mengatakan pada seseorang untuk memilih kelas dua saat melakukan perjalanan bisnis untuk memangkas biaya jika Anda mengatakan pada mereka pada saat yang sama bahwa ia bisa naik pesawat terbang jika memang ada hal darurat yang berkenaan dengan masalah pribadi seperti ibu pegawai yang bersangkutan sedang sakit. Pegawai tersebut akan melakukan dengan sukarela. Kemudian Anda tidak membutuhkan lagi sebuah dewan pengawas atau tim manajemen hebat untuk mengawasi.”

David Packard dan Bill Hewlett, pendiri Hewlett-Packard Company, dikenal dengan filosofinya mengenai memberikan kepercayaan pada para pekerjanya.
Pada saat awal kariernya, Packard bekerja untuk GE (General Electric). GE sangat ketat dalam mengawasi peralatan dan bagian pengolahan sampah komponen untuk memastikan para karyawan tidak mencuri apapun. Dihadapkan pada sebuah fakta yang menunjukkan ketidakpercayaan itulah, banyak pegawai GE melakukan segala cara untuk mengambil peralatan atau komponen yang ada asal terbukti sah. Ironinya yaitu bahwa sebagian besar pegawai GE menggunakan peralatan atau komponen tersebut untuk proyek-proyek yang berhubungan dengan pekerjaan mereka atau berkenaan dengan peningkatan ketrampilan.

Saat Hewlett-Packard masih terhitung perusahaan baru, para pendirinya memutuskan bahwa penampungan sampah komponen dan ruang penyimpanan dalam pabrik akan selalu terbuka bagi pegawai. Suatu hari di akhir minggu Bill Hewlett datang mengunjungi pabrik dan berhenti di sebuah ruang penyimpanan perusahaan untuk mengambil sebuah mikroskop. Bill yang menemukan ruang tersebut tertutup kemudian membuka kunci dan meninggalkan catatan yang mengatakan bahwa ruangan itu jangan sampai dikunci lagi.

Packard berpendapat bahwa akses menuju peralatan dan komponen membantu orang yang hendak bekerja merancang ide baru di rumah atau saat akhir minggu. Akses tersebut juga menjadi sebuah lambang kepercayaan: “Sebuah kepercayaan yang sangat penting bagi HP dalam menjalankan bisnisnya.”

Para kolega dalam perusahaan yang dipimpin dengan baik dan diberikan pemahaman terhadap satu tujuan bersama termasuk bisa dipercaya. Jika seorang pemimpin tidak bisa mempercayai anak buahnya dalam perusahaan, maka sesuatu yang salah sedang terjadi dan harus diperbaiki. Penyalahgunaan kepercayaan yang kadang terjadi ialah kelainan yang harus dihadapi dan kemudian dilupakan. Sebuah suasana ketidakpercayaan mendorong orang untuk berperilaku buruk. Para kolega sering menghendaki dan antusias untuk menggunakan waktu mereka demi kebaikan perusahaan. Suatu suasana yang penuh rasa percaya mendorong dan memungkinkan hal ini untuk terjadi.

ciputraentrepreneurship.com