20 Safar 1443  |  Selasa 28 September 2021

basmalah.png

Atasan, Katalis atau Penghambat Kreativitas?

Atasan, Katalis atau Penghambat Kreativitas?Fiqhislam.com - Suatu ketika seorang chief consultant mengajarkan hal-ihwal kreativitas bagi para staf perusahaan. Ia mendapatkan komentar yang menarik dari peserta pelatihan. “Seharusnya yang mendapat pelatihan ini atasan,” ujar peserta. Mengapa? “Karena yang menghambat kreativitas biasanya atasan,” kata mereka.

Komentar peserta pelatihan ini mirip dengan lontaran Scott Cook, pendiri Intuit, perusahaan AS yang memproduksi peranti lunak komputer. Kata Cook: “Apabila terdapat sumbatan dalam kreativitas organisasi, mungkinkah sumbatan itu terletak di puncak botol?”

Banyak organisasi mencari keunggulan kompetitif pada struktur, strategi, teknologi, maupun budaya mereka, namun dalam pandangan Emmanuel Agbor, kepemimpinan adalah sumber keunggulan kompetitif yang terpenting. Pemimpinlah yang menggerakkan dan mengendalikan perubahan yang disengaja dalam struktur, budaya, maupun proses agar organisasi menjadi kreatif, efektif, dan produktif. Begitu strategis peran pemimpin dalam organisasi.

Teknologi, budaya yang tepat, dan strategi memang diperlukan dan berkontribusi terhadap keberhasilan organisasi. Namun, agar aspek-aspek vital ini membawa manfaat, kepemimpinan harus mendukung, mendorong, dan menginspirasi pengikut agar semua itu berhasil. Karena itu, menurut Agbor, agar proses inovasi dimulai dalam organisasi, organisasi ini harus mula-mula menempatkan pemimpin dan struktur kepemimpinan yang tepat di tempatnya. Pemimpin sendiri harus berminat dan berkepentingan dengan inovasi tersebut; jika tidak, mereka justru akan menghambat kreativitas dan inovasi dalam organisasi.

Inovasi dalam proses produksi di perusahaan Toyota, misalnya, yang disebut sebagai Toyota Production System (TPS), dikembangkan di bawah kepemimpinan Taiichi Ohno, yang ketika itu menjabat executive vice president. Ohno tentu tidak bekerja sendirian, berhasil dalam menggerakkan karyawan perusahaan untuk memperbaiki cara-cara berproduksi.

Gagasan-gagasan kreatif Ohno untuk memperbaiki cara membuat mobil di Toyota memperoleh dukungan bukan hanya dari manajer lainnya, tapi juga dari karyawan. TPS dirancang sebagai proses cair yang didorong oleh kontribusi dan kreativitas karyawan yang merasa dilibatkan. Sistem produksi ini dibangun sesuai dengan prinsip pendirian Toyota: kegigihan dan kerja keras.

Mark Fishman menawarkan tiga nasihat bagi pemimpin untuk mendorong kreativitas karyawan. Pertama, ketahuilah di mana posisi Anda dalam permainan. Kedua, hargailah tipe-tipe kreatif yang berbeda-beda di antara orang-orang Anda, dan sadarilah bahwa sebagian lebih bagus pada tahap tertentu dibandingkan yang lain. Ketiga, bersikaplah sangat toleran terhadap ‘subversi’. “Seperti karakter Huckleberry Finn dalam cerita Mark Twain, kerja kreatif harus menghindari semua pengaruh-pengaruh yang ‘civilizing’,” tulis Fishman.

Secara metaforis, Kim Scott (eksekutif yang bekerja di Google) menggambarkan peran pemimpin sebagai penggembala. “Eksekutif harus melindungi mereka yang melakukan kerja kreatif dari lingkungan yang memusuhi dan membersihkan jalan dari mereka yang menghalangi,” ujar Scott.

tempointeraktif.com