pustaka.png
basmalah.png


5 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 15 Juni 2021

12 Kiat Menetapkan Strategi Jangka Panjang

12 Kiat Menetapkan Strategi Jangka Panjang Fiqhislam.com - Walaupun bukan hubungan sebab akibat langsung, perhatian kepada pemikiran jangka panjang akan menciptakan lingkungan yang bisa membantu pembentukan faktor-faktor yang dapat meningkatkan kinerja.

1. Membentuk kemampuan strategis. Melalui kemampuan melihat ke depan, perusahaan dapat memperoleh waktu untuk transformasi dan membangun kemampuan strategis sebenarnya.

2. Menyelaraskan taktik. Memiliki horison jangka panjang tidak berarti mengabaikan strategi jangka pendek. Strategi jangka panjang memberikan kerangka kerja bagi jangka pendek dalam hal merger, akuisisi, panduan investasi R&D, dan konteks bagi perubahan organisasi

3. Menciptakan pembeda yang sebenarnya. Horison yang lebih panjang lebih terkait dengan posisi yang unik di pasar dan bukan semata-mata perbedaan taktis dan dinamika kompetisi yang menjadi karakteristik horison jangka pendek.

4. Membentuk industri.  Siklus bisnis biasanya diyakini terjadi dalam kurun waktu 7-11 tahun. Sudut pandang yang lebih jauh menolong organisasi untuk tidak hanya memikirkan posisinya dalam suatu industri, namun juga bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan perubahan yang terjadi pada industri secara jangka panjang.

5. Mengelola risiko dan ketidakpastian. Cara untuk berhadapan dengan ketidakpastian jangka pendek adalah dengan melihat jauh ke depan. Mengelola ketidakpastian akan memerlukan pemahaman mengenai kapan dan bagaimana tren besar dan berjangka panjang akhirnya bertemu dengan realitas bisnis yang ada sekarang.

6. Menciptakan nilai yang dapat dibagi. Perusahaan melihat tidak hanya pada profit tapi juga penciptaan nilai, baik itu internal, kepada mitra di rantai nilai, komunitas dan lingkungan. Sudut pandang ini seringkali memerlukan waktu untuk pelaksanaannya, sehingga perusahaan terkemuka dalam hal penciptaan nilai, seperti Nestle, sangat berkomitmen untuk menciptakan strategi berjangka lebih panjang.

Jadi bagaimanakah seharusnya sebuah organisasi mampu melihat secara jangka pendek, sembari juga menetapkan horison yang lebih panjang terhadap strateginya? Berikut adalah beberapa langkah yang kami rekomendasikan.

1. Mengatasi kendala budaya.  Perlu dipastikan bahwa nilai-nilai organisasi- termasuk cara memformulasikan dan mengkaji kasus bisnis- selaras dengan tujuan jangka panjang.

2. Menetapkan kembali visi dan tujuan jangka panjang.  Pemahaman akan posisi yang diinginkan di masa depan, berikut cara pandang dari luar-ke dalam mengenai perubahan industri.

3. Mengidentifikasi kemampuan jangka panjang yang dibutuhkan. Sebuah organisasi haruslah baik pada suatu hal yang dapat membuat jarak dengan pesaingnya. Ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dibangun

4. Mengombinasikan sudut pandang jangka pendek-jangka panjang. Pemikiran strategi sebagai suatu kontinum pemikiran yang memiliki benang merah dari masa depan ke masa kini, dan sebaliknya.

5. Tetap melihat mega trend: Pandangan jangka panjang tidaklah statis, tapi akan terus berevolusi karena dipengaruhi oleh kondisi makro atau mega trends yang mengubah lingkungan masa datang.

6. Menjadi disiplin dan konsisten: Berpikir ke depan dan mengantisipasi masa depan membutuhkan ketelatenan dan disiplin ketika terjadi penurunan kinerja jangka pendek.

 

Oleh Maurice Violani/Charles Perrard/Jochen Kaempfer/AT Kearny
*) Maurice Violani adalah Principal dan praktisi strategi di A.T. Kearney Melbourne
Charles Perrard adalah Principal dan praktisi operasi di A.T. Kearney Paris
Jochen Kaempfer Konsultan di A.T. Kearney Sydney

bisnis.com