fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Syawal 1442  |  Kamis 13 Mei 2021

Sejengkal Kemajuan

Sejengkal KemajuanFiqhislam.com - Banyak peristiwa yang sudah dilalui dengan warna dan dinamikanya masing-masing. Kini tantangan yang ada menuntut kita untuk kembali fokus pada sasaran yang hendak dicapai.

Supaya segala sesuatunya berjalan dengan lancar, memulai sesuatu yang baru membutuhkan kiat tersendiri, apalagi bila hal itu menyangkut kerja sama tim.

Perlu semangat kerja dan kegairahan baru untuk lebih memotivasi anggota tim setelah mereka 'mengakhiri' masa tugasnya selama setahun untuk kemudian memulainya lagi pada awal tahun baru.

Itulah mengapa dibutuhkan sebuah awal yang bagus. Caranya terbilang sederhana yaitu fokus pada kemajuan (progress) meskipun hanya 'sejengkal'. Hal ini penting mengingat tidak ada kemajuan besar tanpa kemajuan atau pencapaian yang lebih kecil sebagai pendahuluannya.

Oleh karena itu perlu ditanamkan oleh seluruh anggota tim kerja bahwa bekerja sesuai aturan main yang benar dalam iklim yang kondusif merupakan resep manjur atau modal untuk dapat menjaga semangat mereka tetap tinggi. Bahkan bila prestasi yang dicapai tergolong kemajuan kecil saja (Amabile dan Kramer, Start the New Year with Progress, 2011).

Inilah apa yang disebut 'prinsip kemajuan'. Intinya adalah bahwa setiap anggota tim ingin dihargai sebagai penyumbang sesuatu yang berharga dalam mencapai sasaran organisasi. Dalam kaitan itu, para manajer malah dianjurkan untuk memberikan apresiasi yang sepadan kepada bawahannya yang berprestasi signifikan selama setahun.

Paling tidak, ketika memasuki awal tahun, manajemen menyampaikan kabar baik dan menyejukkan bagi karyawan. Sampaikan secara terbuka kepada karyawan kemajuan yang dicapai oleh organisasi dan kontribusi penting mereka dalam mewujudkan sasaran tersebut.

Sangat tidak bijaksana bila menapakai tahun baru manajemen malah bersungut-sungut, karena melihat persoalan dalam pandangan yang sempit. Hal itu lazim terjadi karena beberapa sasaran atau target yang belum bisa diraih tahun sebelumnya serta merta menegasikan keberhasilan atau prestasi besar yang diraih.

Jurus sederhana

Bagaimana agar manajemen tidak salah langkah? Amabile dan Kramer memberikan jurus sederhana tetapi terbilang efektif.

Pertama, catat kemajuan apa saja yang berhasil dicapai oleh tim selama setahun. Sampaikan apa adanya, baik itu kemajuan besar atau bahkan kemajuan kecil saja.Garis bawahi pencapaian tersebut sebagai modal untuk meningkatkan kinerja tim di tahun yang baru.

Manajer kerap mengabaikan momen-momen sederhana di awal tahun guna memompa semangat tempur bawahannya, karena terbelenggu oleh rutinitas. Padahal, kemajuan yang dicapai harus disampaikan sebagai tonggak penting untuk memperkokoh kerja sama tim. Dengan demikian, segala kekurangan dapat segera diperbaiki karena semua anggota tim merasa diperhatikan sebagai pilar penentu dalam meraih sasaran organisasi.

Kedua, rayakan keberhasilan bersama tim. Berikan apresiasi kepada mereka yang memang layak menerimanya agar di tahun yang baru kinerja mereka lebih terpacu lagi. Hal ini sekaligus pembelajaran bagi mereka yang belum menunjukkan prestasi optimal agar terpacu semangatnya, sehingga tidak bertambah loyo di tahun berikutnya.

Dengan demikian tidak terjadi friksi dan gesekan di tubuh organisasi. Transparansi dan akuntabilitas menjadi penting dalam hal ini dan didukung pula oleh kepemimpinan yang kuat dan bijaksana.

Ketiga, memetakan sasaran untuk mencapai kemajuan berikutnya serta arti penting dari target yang hendak diraih tersebut. Dalam aspek ini, Amabile dan Kramer mengingatkan agar pimpinan senantiasa memberikan apresiasi terhadap 'small wins' atau prestasi-prestasi kecil yang dicapai bawahan. Jangan dilupakan pula kontribusi mereka yang bertindak nyata demi kemajuan organisasi.

Para pemimpin di setiap tingkatan organisasi manajemen dituntut tidak hanya untuk mampu mengkomunikasikan apa yang perlu dilakukan tetapi yang lebih penting adalah mengapa hal itu penting dilakukan. Harus diakui tidak mudah melakukan hal ini, karena komunikasi umumnya masih menjadi persoalan serius di tubuh organisasi.

Orang kerap menganggapnya sebagai hal yang sepele atau sederhana dengan mengatakan, "Ah, itu kan masalah komunikasi saja." Justru itulah persoalan dasarnya. Tak heran bila miskomunikasi terjadi di mana-mana.

Keempat, bangun iklim kerja yang kompetitif agar setiap orang mempunyai peluang yang sama untuk mencapai sukses dan kemajuan. Berikan mereka sasaran yang hendak dicapai, sumber daya untuk mencapai keinginan organisasi, dan waktu yang cukup guna membuktikan kinerjanya.

Iklim yang demikian, menurut Amabile dan Kramer, sama sekali bukan individualistis. Prinsipnya adalah tetap mengedepankan kerja sama tim, mulai dari lingkup terkecil hingga lintas organisasi. Dalam iklim seperti ini, orang tidak takut tersaingi karena, misalnya, telah berbagi knowledge dengan rekan kerjanya.  

Seperti dikatakan Michael West, pengarang buku The Secrets of Successful Team Management, upaya membangun tim bukan hanya soal laba dan inovasi. Ia juga penting bagi kesehatan kita. Saat bekerja dalam sebuah tim, terbangun hubungan pertemanan yang bagus. Orang pun merasa dimengerti dan dihargai.

Oleh Inria Zulfikar
bisnis.com