pustaka.png
basmalah.png


3 Dzulqa'dah 1442  |  Minggu 13 Juni 2021

Merek dan Momen kehidupan

Fiqhislam.com - Pilihan merek merupakan sesuatu yang terjadi dalam perilaku konsumsi masyarakat pada umumnya. Konsumen tidak membeli produk namun yang dibeli adalah merek.

Merek dan Momen kehidupan Pilihan merek ini banyak penyebabnya. Kepuasan pada merek memang dianggap sebagai faktor paling dominan dalam menentukan konsumen untuk membeli merek pada pembelian berikutnya.

Selain kepuasan, pengaruh strategi pemasaran juga menyebabkan konsumen tetap setia untuk memilih merek yang sama,  antara lain produk yang berkualitas, pelayanan yang prima, harga sesuai dengan kualitas, kemudahan mendapatkan produk, dan merek yang dipilih mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal tersebut merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Pada kondisi tertentu, pilihan merek tidak ditentukan oleh kepuasan atau strategi pemasaran yang hebat, namun ditentukan oleh peristiwa kehidupan yang memiliki sifat tidak bisa dihindari dan bisa terjadi pada setiap konsumen yang ada. Pembuatan keputusan ini bisa terjadi karena ada proses psikologis dalam diri konsumen yaitu dalam black box konsumen.  Black box konsumen ini cenderung bersifat tidak transparan namun bisa diidentifikasi penyebab eksternalnya. Penyebab eksternal ini bisa disebabkan oleh peristiwa kehidupan yang bisa direncanakan atau peristiwa yang tidak terduga.

Peristiwa kehidupan memang tidak bisa dipungkiri memengaruhi konsumen dalam membuat keputusan untuk memilih merek. Kepuasan konsumen tidak menjadi jaminan dalam menentukan pilihan konsumen pada merek tertentu. Tulisan Mathur, Moschis, dan Lee mengenai 'Life Events and Brand Preference Changes' yang dipublikasi dalam  Journal of Consumer Behavior (2003) menjelaskan sejumlah peristiwa kehidupan yang mengubah seseorang untuk memilih merek atau berubah preferensi, yaitu antara lain pindah ke tempat lain, perkawinan, kelahiran, pekerjaan baru, gaji/promosi baru, penyakit, kehilangan pekerjaan, peristiwa atau krisis, pensiun dan kematian.

Ketika seseorang rekan pindah di tempat yang baru, ketersediaan merek yang menjadi merek favorit menjadi langka. Ia kesulitan dalam memilih merek. Pada mulanya, ia meminta saudara atau kerabat untuk mengirimkan produk dengan merek yang disukai, namun lambat laut, ia merasa tidak sepadan dengan biaya kirim. Kemudian, pilihan merek ditujukan pada merek yang ada di daerah baru. Ketersediaan merek tidak bisa diusahakan oleh setiap perusahaan di semua wilayah karena keterbatasan dengan sumber daya yang ada.

Peristiwa lain bisa dijelaskan dalam siklus hidup seseorang maupun kehidupan dalam rumah tangga konsumen. Peristiwa pernikahan membawa suatu perubahan yang sangat berarti pada setiap pasangan. Pasangan hidup dapat memberikan pengaruh baru dalam pilihan produk termasuk pilihan merek. Kesukaan pasangan hidup pada merek lain akan membuat pasangan lain untuk mengenal manfaat dan kelebihan merek. Dalam kesehariannya, pasti masing-masing memiliki kesempatan untuk membeli merek. Rutinitas ini memengaruhi pasangan lain untuk memiliki ketertarikan pada merek baru pilihan pasangan.

Kelahiran anak merupakan momentum paling penting di awal pernikahan pasangan konsumen. Anak menjadi dasar dalam memilih produk yang aman dan berusaha menghindari produk-produk yang dianggap membahayakan bagi anak. Pasangan baru akan memperhatikan merek yang memberikan nutrisi dan perlindungan. Konsumen bisa memutuskan untuk memilih merek baru agar bisa memenuhi kebutuhan bayi dengan lebih baik.

Preferensi

Selain kelahiran, konsumen yang mendapatkan pekerjaan baru juga bisa mengalami perubahan dalam preferensi merek. Pekerjaan baru bisa menjadi media untuk menuntut konsumen dalam memilih merek lain yang selama ini tidak menjadi pilihan konsumen. Pekerjaan baru memberikan peluang konsumen untuk memperhatikan penampilan agar sesuai dengan pekerjaan yang dijalankan.

Tuntutan pekerjaan menyediakan sejumlah variasi penampilan agar sesuai dengan  deskripsi kerja. Merek-merek produk baik sepatu, pakaian maupun asesoris lain bisa dipilih sesuai dengan lingkungan pekerjaan. Begitu juga sesudah pekerjaan baru didapat, pada kurun waktu tertentu, konsumen bisa memiliki kesempatan untuk promosi. Kesempatan untuk promosi inilah menyebabkan konsumen mendapat peluang akan sumber daya yang lebih luas untuk memilih merek yang lebih baik dan berkualitas. Kendala uang menjadi tidak masalah bagi konsumen untuk memilih merek.

Ada kalanya konsumen sebagai manusia biasa bisa dalam kondisi sehat maupun sakit. Terutama di kala sakit, konsumen juga bisa memutuskan untuk memilih merek lain agar sesuai dengan kondisi yang dialami. Pilihan merek kesehatan saat ini banyak ditawarkan oleh pemasar karena mengantisipasi kondisi kesehatan konsumen yang cenderung tidak stabil.

Selain kesehatan, ada kalanya konsumen mengalami kondisi sedih, misalnya kehilangan pekerjaan atau kematian pasangan atau anggota keluarga lain. Kehilangan pekerjaan dapat mengurangi daya beli untuk memilih merek yang selama ini disukai. Kematian pasangan atau anggota keluarga lain juga mengurangi semangat untuk menggunakan merek yang selama ini. Kehilangan tersebut menjadi sesuatu yang berarti karena bisa saja seseorang merasa bahwa ketika pasangan kita masih ada, kita merasa memiliki kebersamaan dalam menggunakan merek, namun, ketika pasangan kita tidak ada kita merasa ada sesuatu yang hilang dan merasa tidak perlu lagi untuk memiliki merek lama.

Begitu juga ketika konsumen merupakan seorang pegawai, tentu saja akan ada masa pensiun, dengan demikian, tentu saja kemampuan finansial akan berkurang dan tidak mampu untuk mempertahankan kepemilikan merek lama.    Selain siklus hidup konsumen, peristiwa eksternal yang tidak bisa diantisipasi yaitu krisis baik ekonomi, politik, sosial budaya maupun peristiwa alam termasuk banjir atau gempa. Hal ini bisa memengaruhi pilihan merek.

Peristiwa eksternal ini merupakan kondisi di luar konsumen yang mau tidak mau bisa memengaruhi konsumen untuk mengubah preferensi konsumen. Pemasar yang jeli akan selalu mengantisipasi adanya situasi-situasi penting dalam kehidupan konsumen secara luas dengan menyediakan merek yang sesuai dengan kebutuhan konsumen yang sifatnya bisa tiba-tiba. Bisa jadi dengan berubah merek, akan memiliki kepuasan yang relatif lama dengan merek baru.
    
Oleh Iin Mayasari
*) Penulis adalah Dosen Program Studi Manajemen Universitas Paramadina Jakarta | iin.mayasari@paramadina.ac.id

bisnis.com