fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Pemimpin Berkualitas Dorong Inovasi

Pemimpin yang berkualitas harus memiliki motivasi sebagai mesin penggerak yang orang-orang yang berada di sekitarnya

 
Pemimpin Berkualitas Dorong InovasiFiqhislam.com - Sosok pemimpin yang berhasil dalan menjalankan kepemimpinannya dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya adalah kualitas dalam memimpin. Kualitas yang dimaksud tidak hanya terkait dengan bentuk kewajiban pada pekerjaannya. Akan tetapi kualitas yang menunjuk pada karakter dan kepribadiannya.
 
Tidak mudah untuk menjadikan hal tersebut hingga terwujud dalam bentuk perilaku dari seorang pemimpin. Perlu proses panjang bagi seorang pemimpin agar dapat memimpin secara bijak dan adil hingga kualitasnya tidak hanya dilihat tetapi juga dirasakan oleh orang-orang yang di dekatnya.
 
Saat ini Indonesia sedang mengalami krisis pemimpin yang berkualitas. Begitu menonjolnya sosok-sosok pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya saja. Sehingga mereka tidak mampu mencerminkan dan menampilkan sosok yang berkualitas.
 
Padahal dalam kepemimpinan kualitas pemimpin merupakan pondasi utama. Dan sangat perlu seorang pemimpin untuk bertindak agar dapat dilihat dan dirasakan bahwa memang ‘dia’ ada di saat-saat dibutuhkan. Namun, kenyataannya seringkali pemimpin yang katanya ‘ada’ tetapi tanpa kualitas yang seharusnya dimiliki pemimpin.
 
Seorang pemimpin idealnya mampu menyeimbangkan antara sifat, perilaku, kemampuan, pola pikir dan kinerjanya. Keutuhan dari banyak hal itulah yang merefleksikan kualitas dari kepemimpinannya.
 
Eric Paff (2007) menyatakan bahwa leadership is a choice not position. Menjadi pemimpin yang berkualitas adalah pilihan. Oleh karena itu pemimpin juga memilih dengan cara apa dan bagaimana dia akan mewujudkan dan menunjukkan kualitas dalam kepemimpinannya.
 
Salah satu hal penting adalah peningkatan performa pemimpin. Performa yang ditunjukkan akan mampu merangsang peningkatan kepuasan kerja bagi orang-orang yang dipimpinnya. Jika keduanya selaras dan seirama maka kualitas yang baik tidak hanya ada pada pemimpin, tetapi akan mempunyai efek pada bawahannya hingga akhirnya mampu membentuk citra positif institusinya.
 
Jadi, untuk meraih itu semua memang faktor utama ada pada pemimpinnya. Pemimpinlah yang mengarahkan kemana orang-orang yang dipimpinnya akan dibawa. Denis Leonard dalam tulisannya berjudul Quality Leadership mengungkapkan kepemimpinan yang berkualitas adalah jika seorang pemimpin menerapkan prinsip-prinsip tentang kualitas pemimpin.
 
Prinsip tersebut adalah bahwa seorang pemimpin sebagai basis untuk mengarahkan, memberikan kekuatan dan mendukung dengan keteraturan pada orang-orang yang dipimpin sehingga akan berdampak sangat baik bagi karyawan hingga organisasi.
 
Selain itu, juga kualitas dalam kempimimpinan menekankan pentingnya menciptakan kekuatan pada lingkungan dengan kepercayaan, keterbukaan dan komunikasi yang jujur (Feigenbaum, 2007).
 
Terkait dengan nilai-nilai yang terkandung dalam kualitas pemimpin, maka kiranya perlu untuk mengembangkan nilair-nilai tersebut tidak hanya dalam kepemimpinnya tetapi juga dalam perilaku kesehariannya. Terdapat beberapa ciri kualitas yang diharapkan mampu untuk dimiliki pemimpin agar dapat mengelola tanggung jawab yang diembankan kepadanya.
 
Pemimpin diwajibkan  memiliki dorongan (drive) yang kuat untuk terus memajukan institusi yang dipimpinnya. Dorongan yang dimiliki seorang pemimpin akan memberikan pengaruh kuat bagi orang-orang yang dipimpinnya. Dorongan itu tentulah dorongan yang memunculkan energi positif dan memengaruhi kinerja dirinya sebagai pemimpin dan lingkungannya.
 
Pemimpin yang berkualitas memiliki motivasi (motivation). Motivasi seorang pemimpin dapat diibaratkan sebagai suatu mesin penggerak yang mampu menggerakkan orang-orang yang berada di sekitarnya agar membuat mereka bersemangat dan berenergi.
 
Memotivasi baik dirinya sendiri maupun orang-orang yang dipimpinnya akan membantu pemimpin untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif dan terarah. Pemimpin perlu untuk mengajarkan agar orang-orang yang dipimpinnya termotivasi bahwa pentingnya bekerja dengan tim untuk mewujudkan tujuan dari institusi yang dipimpinnya. Agar dapat tercapai apa yang diinginkan maka pemimpin perlu untuk berperan sebagai pelatih dan pembimbing.
 
Kualitas lain pemimpin sebagai kunci sukses adalah pemimpin yang memiliki kejujuran (honesty) dan memiliki integritas (integrity).  Pepatah “kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana” memiliki nilai yang sangat mendalam. Artinya bahwa sosok pemimpin yang memiliki kualitas kejujuran telah memberikan suatu hal yang nilainya sangat tinggi.
 
Integritas dari seorang pemimpin akan menentukan kualitas kepemimpinannya. Bila pemimpin tidak menunjukkan kesesuaian antara apa yang dikatakannya dengan perilaku yang ditunjukkannya, maka akan menimbulkan distrust atau ketidakpercayaan dari orang-orang yang bekerja sama dengannya. Ini akan mengurangi kualitasnya sebagai pemimpin.
 
Kepemimpinan seorang yang berkualitas akan terlihat dari kemampuan kognitifnya (cognitive ability). Hal ini penting karena dengan kemampuan kognitifnya seorang pemimpin akan mampu mengatur strategi yang akan dijalankannya, mengantisipasi hal-hal yang mungkin dapat terjadi dengan institusinya.
 
Kemampuan koginitifnya akan mampu membawanya untuk melihat visi ke depan agar orang-orang yang dipimpinnya dapat tumbuh dan berkembang. Semua itu tentunya akan membantu pemimpin menuju visi dan memajukan institusi yang dipimpinnya.
 
Pemimpin juga perlu untuk memberikan kesempatan orang-orang yang dipimpinnya untuk juga belajar dan mengembangkan dirinya melalui aktivitas-aktivitas yang mengasah kemampuan kognitifnya. Hal ini penting agar mereka juga memiliki kemampuan kognitif yang kelak dapat memberikan benefit bagi institusi yang dipimpinnya.
 
Seorang pemimpin juga dituntut untuk mampu mengelola tanggung jawabnya untuk terus mengembangkan dan meningkatkan prestasi perusahaannya dan kinerja orang-orang yang dipimpinnya. Untuk itu pemimpin yang berkualitas akan terus peka dengan perkembangan ekonomi dan bisnis yang dapat memengaruhi institusinya atau perusahaannya.
 
Bila pemimpin memiliki pengetahuan dan juga insting dalam melakukan bisnis, maka institusi yang dipimpinnya akan maju dan berkembang serta mampu berkompetisi atau bersaing dengan institusi-institusi lain.
 
Untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita institusi, pemimpin perlu untuk meresapi, memahami dan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Selain itu, pemimpin yang berkualitas akan menciptakan suasana yang mampu mendorong orang-orang yang dipimpinnya berpartisipasi dan ber-inovasi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai pemimpin dirinya adalah sosok pribadi yang berkualitas dan memberikan dampak positif pada orang-orang yang ada di sekitarnya. [yy/bisnis/foto bisnisukm.com]
 
Fatchiah Kertamuda
*Dosen Psikologi Universitas Paramadina Jakarta