fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


5 Ramadhan 1442  |  Sabtu 17 April 2021

Belajar dari Kecerdikan Para Desainer

Belajar dari Kecerdikan Para DesainerFiqhislam.com - Titik-titik perjumpaan antara ilmu manajemen dan bidang-bidang lain boleh dibilang sudah jamak dimengerti. Di ranah manajemen sumber daya manusia, psikologi memainkan peran dominan. Dalam manajemen produksi, teknologi—termasuk teknologi informasi yang tergolong mutakhir—berperan tidak kecil.

Belakangan, upaya pencarian titik temu dengan bidang yang sebelumnya jarang dirambah mulai memperlihatkan hasilnya. Studi mengenai video games mendorong beberapa pakar manajemen untuk menemukan prinsip-prinsip permainan ini yang bisa diterapkan di dunia manajemen. Misalnya, untuk meningkatkan keterlibatan karyawan dalam aktivitas perusahaan. Gamification boleh dibilang wilayah baru yang tengah menarik minat banyak orang.

Akademisi dan pelaku bisnis juga menengok wilayah desain untuk mencari inspirasi dari bidang yang sangat menarik dan terus berkembang ini. Lahirlah apa yang disebut sebagai design thinking. Cara berpikir desainer dimanfaatkan di lapangan manajerial. Tapi bagaimana para manajer dapat belajar dari para desainer?

Garr Reynolds, guru besar manajemen di Universitas Kansai Gaidai, Jepang, menyebut empat prinsip yang dapat diserap oleh manajer dari desainer, yakni:

Hadapi saja segala kendala. Para desainer bekerja di tengah berbagai kendala, seperti waktu, anggaran, lokasi, material. Dengan mengidentifikasi keterbatasan yang dipunyai, mereka kemudian menciptakan solusi, tapi bukan solusi yang sempurna, melainkan solusi terbaik yang mungkin diperoleh di tengah berbagai kendala itu.

Ambillah risiko. Setiap keinginan untuk melakukan perubahan harus disertai dengan kesiapan untuk menghadapi risiko. Perubahan tidak akan terjadi tanpa kita mengambil kesempatan dan peluang, yang di dalamnya tersimpan pula risiko. Desainer umumnya terbiasa dengan pilihan yang mungkin keliru, tapi mereka tidak jera untuk bereksperimen dan mencoba pendekatan-pendekatan baru hingga menemukan pendekatan terbaik.

Mempertanyakan segala sesuatu. Tentu saja, jawaban itu penting, tetapi yang pertama muncul pastilah pertanyaan. Desainer mengajukan banyak sekali pertanyaan yang akan memandu mereka untuk sampai kepada pertanyaan yang tepat. Nah, pertanyaan yang tepat akan membawa mereka kepada jawaban yang tepat.

Ini bukan soal peralatan, melainkan perihal gagasan. Para desainer di berbagai bidang, apakah produk, interior, maupun busana, lebih memilih menggunakan pensil dan kertas untuk menuangkan gagasan mereka ke dalam sketsa. Mereka umumnya tidak mengandalkan peranti keras dan lunak untuk memulai pekerjaan mereka. Gagasan adalah bagian yang sangat penting dari pemecahan masalah, dan terkait dengan gagasan mereka bertumpu pada kertas dan pensil.

Prinsip-prinsip pokok dalam cara kerja desainer ini dapat ditransfer ke bidang manajemen. Konsep-konsep desain seperi hierarki, keseimbangan, kontras, ruang kosong dan harmoni tampaknya relevan untuk menyelesaikan pekerjaan para manajer. Dari dunia desain, para manajer dapat mengambil banyak inspirasi yang mengesankan.  [yy/tempo/foto blogspot.com]

Oleh Dian R. Basuki