pustaka.png
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

6 Kriteria Menjadi Atasan yang Baik

6 Kriteria Menjadi Atasan yang Baik Fiqhislam.com - Memiliki jabatan yang tinggi di sebuah perusahaan adalah impian setiap karyawan. Namun demikian, selain pengetahuan, diperlukan keterampilan dalam memimpin bawahan sehingga tercipta sinergi yang maksimal.

1. Seorang atasan yang sukses adalah ia tetap dihormati dan juga dihargai meskipun ia tengah tidak ada. Jika Anda ingin menajdi pemimpin yang sukses, jalinlah sikap yang patut dicontoh oleh bawahan Anda. Pastikan anda tidak hanya sekedar menyuruh tugas kepada bawahan. Sertakan diri Anda di dalamnya, misalnya dengan memberikan tips, atau ikut dalam rapat kecil.

2. Percaya dengan kemampuan bawahan. Salah satu sifat obsesif yang dimiliki atasan mungkin saja mengganggu para karyawannya dalam bertugas. Ia cenderung tidak percaya dengan hasil pekerjaan timnya. Untuk itu, jagalah sealu rasa kepercayaan terhadap anak buah. Anda hanya diperkenankan untuk membimbing jika mereka kesulitan dalam mengerjakan tugas.

3. Selalu bersikap sopan. Orang-orang yang tetap tenang dalam situasi sulit dan berpikir dengan pikiran dingin dapat menjadi pemimpin yang baik. Ketika hal-hal tidak berjalan sesuai rencana, Anda harus memikirkan back up atau langkah daripada kehilangan kesabaran dan membuat orang di sekitar Anda gugup.

4. Jadi contoh yang baik. Jangan sampai Anda memaki karyawan karena mereka datang terlambat, padahal Anda sering melakukan hal tersebut. Ciptakan contoh yang baik sebelum Anda menetapkan peraturan.

5. Mengenal karyawan secara personal. Hal ini penting untuk mempertahankan hubungan profesional dengan anggota di organisasi Anda. Namun, Anda juga harus memperlakukan mereka dengan hormat. Tahu ulang tahun mereka dan acara-acara khusus lainnya bisa menjadi bentuk perhatian Anda terhadap karyawan.

6. Berikan tugas secara adil. Selain menjadi contoh yang baik, sebagai atasan Anda juga harus memberikan tugas yang adil dan sesuai dengan kontrak pegawai Anda. Jangan limpahkan pekerjaan yang tidak seharusnya ia kerjakan. [yy/mediaIndonesia/foto
best-sro.ru]