20 Safar 1443  |  Selasa 28 September 2021

basmalah.png

Bukan Keterampilan yang Bikin Diterima Kerja tapi Kepribadian

Bukan Keterampilan yang Bikin Diterima Kerja tapi KepribadianFiqhislam.com - Keterampilan biasanya menjadi syarat utama saat mencari kerja dan mengalahkan banyak faktor lain. Namun pebisnis miliarder asal Inggris Richard Branson mengatakan, hal yang paling penting dalam mempekerjakan seseorang adalah kepribadiannya.

Seperti melansir Business Insider, Selasa (24/9/2013), kepribadian pelamar kerja bahkan jauh lebih penting daripada sejumlah keterampilan yang mereka miliki untuk menjalankan pekerjaan yang tersedia.

"Orang-orang yang lucu, ramah, peduli dan senang membantu orang lain akan menjadi pemenang di ajang pencarian kerja, sementara bekerja bisa dilakukan sambil belajar," tulis dia di kolom LinkedIn.

Pendiri Virgin Group, induk dari lebih 400 perusahaan ini mengatakan, Anda bisa mempelajari banyak pekerjaan dengan cepat saat terjun kedalamnya. Hanya butuh waktu tiga bulan, Anda akan mulai terbiasa dengan peran di kantor.

Bagi pemilik perusahaan, jika Anda puas dengan kepribadian karyawan meski keterampilannya sedikit, cari orang lain yang mau berbagi di tim kerja tersebut.

Baginya, meski spesialis kadang-kadang diperlukan, tapi ketidaknyamanan kerja karena sifat karyawan yang mengganggu tidak bisa diabaikan begitu saja.

Carilah tim kerja yang mampu dan mau berbagai ilmu, agar bisa saling melengkapi dengan orang lain di kelompoknya.

Sementara itu di industri teknologi, para pebisnis sibuk mencari pengembang dan desainer yang memiliki kemampuan teknologi tingkat tinggi. Perusahaan teknologi juga lebih membutuhkan orang-orang yang berpengalaman.

Dia menyatakan dirinya bukan orang yang suka asal merekrut banyak karyawan. Namun saat perusahaan tengah mengalami pengunduran, orang-orang berkepribadian menyenangkan dapat membantu menenangkan pegawai lain.

Branson juga mengingatkan para manajer untuk hati-hati menilai kepribadian seseorang saat wawancara. Hal ini mengingat ketegangan yang muncul saat wawancara kerja bisa mengubah karakter seseorang dalam seketika.

Orang yang introvert cenderung menjadi lebih pendiam sementara para ekstrovert lebih banyak bicara. Dia selalu menasehati para manajernya untuk hati-hati dalam menilai kepribadian seseorang. [yy/liputan6.com]